alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Gunakan Formula Bios dan Foam 44 untuk Tangani Karhutla

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan, Kodam XII Tanjungpura menggeglar apel kesiapan dan simulasi antisipasi karhutla di Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Apel Gelar Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengecek persiapan personel mulai dari TNI, Polri, BPBD serta pihak terkait lainnya dalam menghadapi Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat.

ARIEF NUGROHO, Pontianak

PANGDAM XII/ Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, pelaksanaan apel ini untuk mengecek kesiapan personel maupun materiil dalam menghadapi Karhutla di wilayah jajaran Kodam XII/Tpr. Selain itu, untuk mengoptimalkan peran fungsi tugas dan tanggung jawab masing-masing dinas instansi terkait (TNI, POLRI, BPBD, Manggala Agni, Damkar PT. MAR, Satgas Huma Betang dan kelompok tani) termasuk peralatannya dalam penanggulangan karhutla.

Dikatakan Rahmad, penanganan Karhutla      di lapangan banyak sekali mengalami kendala, salah satunya adalah keterbatasan sarana dan prasaran termasuk ketersediaan air di lokasi kebakaran hutan dan lahan, yang dapat memperlambat proses pemadaman api.

“Kita sudah menemukan formula Nusantara Foam-44 yang berguna untuk memadamkan api  secara cepat dan efisien dengan penggunaan air yang tidak terlalu banyak,” katanya.

Baca Juga :  Kini, Kian Sulit Cari Lahan Makam

Sedangkan untuk pencegahan Karhutla  sendiri, kata Rahmad, telah ditemukan satu formula, yakni Formula Bios-44 yang berguna sebagai dekomposer gambut (agen hayati untuk mempercepat pembusukan material organik lahan gambut).

“Kedua formula tersebut sudah diuji coba dan sangat bermanfaat untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla di beberapa satuan seperti di wilayah Kodam II/Swj dan Kodam III/Slw meskipun belum ada legalitas yang menyatakan bahwa produk ini yang terbaik,” ungkapnya.

Rahmad juga mengatakan, hari ini perwakilan Babinsa tiap Kodim jajaran Kodam XII/Tpr serta perwakilan beberapa anggota Gapoktan dan Petani yang diundang untuk mengikuti pelatihan bagaimana cara tentang penggunaan formula Nusantara Foam dan formula BIOS-44. Diharapkan ilmu dan pelajaran yang didapat bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat.

Ia berharap, dalam tahun ini Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin, dan tahun depan tidak ada lagi terjadinya Karhutla yang menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat, terlebih saat ini masih dalam situasi pendemi Covid-19.

Baca Juga :  Tour Camp YRFI 2021

“Untuk itu, pedomani protokol kesehatan dan selalu bekerjasama dengan semua pihak untuk mensosialisasikan penerapan adaptasi kebiasaan baru guna mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19,” tegasnya.

Pangdam XII Tanjungpura mengimbau kepada masyarakat agar turut menyukseskan pembangunan di daerah serta menjaga kelestarian hutan dengan cara mencegah terjadinya Karhutla sehingga terwujud pembangunan di wilayah, yaitu program Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa“ yang dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr dalam rangka mendukung program Desa Mandiri di seluruh wilayah jajaran Kodam XII/Tpr.

Melalui program Desa Mandiri menuju langit biru maka diharapkan para petani khususnya dalam membuka lahan dan membersihkan ladang atau kebun miliknya tidak dengan cara membakar tetapi sudah dengan cara yang sangat ramah lingkungan serta tidak berdampak akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Mari kita pelihara dan tingkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan, agar Kemanunggalan TNI dan Rakyat semakin erat, kesejahteraan rakyat semakin meningkat dan ketahanan wilayah akan semakin kuat,” ajaknya. (*)

Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan, Kodam XII Tanjungpura menggeglar apel kesiapan dan simulasi antisipasi karhutla di Desa Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya. Apel Gelar Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengecek persiapan personel mulai dari TNI, Polri, BPBD serta pihak terkait lainnya dalam menghadapi Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat.

ARIEF NUGROHO, Pontianak

PANGDAM XII/ Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan, pelaksanaan apel ini untuk mengecek kesiapan personel maupun materiil dalam menghadapi Karhutla di wilayah jajaran Kodam XII/Tpr. Selain itu, untuk mengoptimalkan peran fungsi tugas dan tanggung jawab masing-masing dinas instansi terkait (TNI, POLRI, BPBD, Manggala Agni, Damkar PT. MAR, Satgas Huma Betang dan kelompok tani) termasuk peralatannya dalam penanggulangan karhutla.

Dikatakan Rahmad, penanganan Karhutla      di lapangan banyak sekali mengalami kendala, salah satunya adalah keterbatasan sarana dan prasaran termasuk ketersediaan air di lokasi kebakaran hutan dan lahan, yang dapat memperlambat proses pemadaman api.

“Kita sudah menemukan formula Nusantara Foam-44 yang berguna untuk memadamkan api  secara cepat dan efisien dengan penggunaan air yang tidak terlalu banyak,” katanya.

Baca Juga :  Untan Sukses Gelar Seminar Nasional Penanganan Karhutla

Sedangkan untuk pencegahan Karhutla  sendiri, kata Rahmad, telah ditemukan satu formula, yakni Formula Bios-44 yang berguna sebagai dekomposer gambut (agen hayati untuk mempercepat pembusukan material organik lahan gambut).

“Kedua formula tersebut sudah diuji coba dan sangat bermanfaat untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla di beberapa satuan seperti di wilayah Kodam II/Swj dan Kodam III/Slw meskipun belum ada legalitas yang menyatakan bahwa produk ini yang terbaik,” ungkapnya.

Rahmad juga mengatakan, hari ini perwakilan Babinsa tiap Kodim jajaran Kodam XII/Tpr serta perwakilan beberapa anggota Gapoktan dan Petani yang diundang untuk mengikuti pelatihan bagaimana cara tentang penggunaan formula Nusantara Foam dan formula BIOS-44. Diharapkan ilmu dan pelajaran yang didapat bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat.

Ia berharap, dalam tahun ini Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin, dan tahun depan tidak ada lagi terjadinya Karhutla yang menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat, terlebih saat ini masih dalam situasi pendemi Covid-19.

Baca Juga :  Karhutla di Desa Sungai Rasau, Polisi Belum Temukan Jejak Pelaku

“Untuk itu, pedomani protokol kesehatan dan selalu bekerjasama dengan semua pihak untuk mensosialisasikan penerapan adaptasi kebiasaan baru guna mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19,” tegasnya.

Pangdam XII Tanjungpura mengimbau kepada masyarakat agar turut menyukseskan pembangunan di daerah serta menjaga kelestarian hutan dengan cara mencegah terjadinya Karhutla sehingga terwujud pembangunan di wilayah, yaitu program Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa“ yang dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr dalam rangka mendukung program Desa Mandiri di seluruh wilayah jajaran Kodam XII/Tpr.

Melalui program Desa Mandiri menuju langit biru maka diharapkan para petani khususnya dalam membuka lahan dan membersihkan ladang atau kebun miliknya tidak dengan cara membakar tetapi sudah dengan cara yang sangat ramah lingkungan serta tidak berdampak akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Mari kita pelihara dan tingkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan, agar Kemanunggalan TNI dan Rakyat semakin erat, kesejahteraan rakyat semakin meningkat dan ketahanan wilayah akan semakin kuat,” ajaknya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/