alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kawal Unjuk Rasa, Kaki Polwan Terluka Akibat Terjepit Pagar

PONTIANAK – Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kalimantan Barat pada Senin, 30 September 2019 memakan korban. Bripda Anastasia Putri, anggota Polresta Pontianak, harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, lantaran kaki kirinya mengalami luka robek saat bertugas melakukan penjagaan.

Anggota Polresta Pontianak itu mengalami luka robek di kaki kiri akibat terjepit gerbang pintu DPRD Kalbar, pada saat terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dan polisi. Anastasia saat itu harus ditarik mundur dari barisan penjagaan untuk dibawa menuju rumah sakit Anton Sujarwo.

Korban akan mendapatkan perawatan hingga beberapa hari. Selain untuk pemulihan luka yang dialaminya, ia akan menjalani pemulihan atas trauma yang dialaminya.

Kapolresta Pontianak, AKBP Ade Ary Syam Indradi membenarkan, jika satu anggotanya menjadi korban saat melakukan penjagaan demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPRD Kalbar pada Senin, 30 September 2019.

Baca Juga :  Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Desak Turunkan Harga Migor

Ade menjelaskan, saat itu anggota Polwan melakukan penjagaan di depan gerbang DPRD Kalbar. Sementara di luar terdapat massa yang melakukan aksi. Situasi saling berhadapan berlangsung dorong-dorongan pintu. “Dari luar pagar mahasiswa mendorong. Dari sisi polwan bertahan untuk menahan. Saat itulah korban, Anastasia Putri terjepit kakinya,” kata Ade, Selasa (1/10).

Ade menerangkan, saat itu korban langsung ditarik keluar dari barisan penjagaan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dari pemeriksaan, korban mengalami luka robek di kaki kiri.

“Alhamdulillah untuk anggota saya yang menjadi korban, sudah mendapatkan perawatan dan dalam keadaan baik,” ucapnya.

Ade menyatakan, secara umum aksi mahasiswa berlangsung aman dan damai meski terjadi dorong-dorongan. “Aksinya sudah berjalan baik. Semoga ke depan kasus yang dialami Anastasia tidak kembali terulang,” harapnya.

Baca Juga :  PPKM untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Kepala Rumah Sakit Anton Sujarwo, AKBP Sugiyanto mengatakan, Anastasia Putri mengalami luka gores, luka memar dan rasa nyeri serta kesemutan di tungkai kaki sebelah kiri.

Dia menjelaskan, korban sudah mendapat perawatan dan akan dilakukan observasi selama tiga hari untuk melihat perkembangan pemulihan. “Untuk sementara korban belum bisa menjalankan tugasnya, karena harus menjalani perawatan dan pemulihan,” pungkasnya. (adg)

PONTIANAK – Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kalimantan Barat pada Senin, 30 September 2019 memakan korban. Bripda Anastasia Putri, anggota Polresta Pontianak, harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, lantaran kaki kirinya mengalami luka robek saat bertugas melakukan penjagaan.

Anggota Polresta Pontianak itu mengalami luka robek di kaki kiri akibat terjepit gerbang pintu DPRD Kalbar, pada saat terjadi aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dan polisi. Anastasia saat itu harus ditarik mundur dari barisan penjagaan untuk dibawa menuju rumah sakit Anton Sujarwo.

Korban akan mendapatkan perawatan hingga beberapa hari. Selain untuk pemulihan luka yang dialaminya, ia akan menjalani pemulihan atas trauma yang dialaminya.

Kapolresta Pontianak, AKBP Ade Ary Syam Indradi membenarkan, jika satu anggotanya menjadi korban saat melakukan penjagaan demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPRD Kalbar pada Senin, 30 September 2019.

Baca Juga :  Pengaruh Bonus Demografi

Ade menjelaskan, saat itu anggota Polwan melakukan penjagaan di depan gerbang DPRD Kalbar. Sementara di luar terdapat massa yang melakukan aksi. Situasi saling berhadapan berlangsung dorong-dorongan pintu. “Dari luar pagar mahasiswa mendorong. Dari sisi polwan bertahan untuk menahan. Saat itulah korban, Anastasia Putri terjepit kakinya,” kata Ade, Selasa (1/10).

Ade menerangkan, saat itu korban langsung ditarik keluar dari barisan penjagaan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Dari pemeriksaan, korban mengalami luka robek di kaki kiri.

“Alhamdulillah untuk anggota saya yang menjadi korban, sudah mendapatkan perawatan dan dalam keadaan baik,” ucapnya.

Ade menyatakan, secara umum aksi mahasiswa berlangsung aman dan damai meski terjadi dorong-dorongan. “Aksinya sudah berjalan baik. Semoga ke depan kasus yang dialami Anastasia tidak kembali terulang,” harapnya.

Baca Juga :  Puluhan Remaja Diamankan Polisi

Kepala Rumah Sakit Anton Sujarwo, AKBP Sugiyanto mengatakan, Anastasia Putri mengalami luka gores, luka memar dan rasa nyeri serta kesemutan di tungkai kaki sebelah kiri.

Dia menjelaskan, korban sudah mendapat perawatan dan akan dilakukan observasi selama tiga hari untuk melihat perkembangan pemulihan. “Untuk sementara korban belum bisa menjalankan tugasnya, karena harus menjalani perawatan dan pemulihan,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/