alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Kiprah Tenaga Medis di Kalbar Rawat Pasien Covid-19

Perawat Diberi Semangat Pasien Sembuh

Sejak pendaftaran Relawan covid-19 dibuka oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak, sejumlah tenaga kesehatan mendaftar. Mereka tergerak memberikan kontribusi dalam penanganan virus corona di kota itu. Salah satunya adalah Ns. Syamsul Arifin S.Kep.

SITI SULBIYAH, Pontianak

“20 April ada pengumuman, kita langsung kirim lamaran ke dinas,” ungkap Syamsul kepada Pontianak Post, belum lama ini.

Pria berusia 25 tahun ini, mendapatkan dukungan dari keluarganya untuk menjadi relawan kesehatan yang bertugas di Rusunawa Jalan Nipah Kuning, Kota Pontianak. Waktu itu ia sadar, bahwa tugas para tenaga kesehatan sangat diperlukan. Sebagai lulusan perawat, sudah menjadi tugasnya untuk ambil bagian. Kebetulan, saat itu ia juga dalam masa mencari kerja setelah lulus dari salah satu perguruan tinggi di Bandung.

“Namun ini bukan karena terpaksa karena belum ada pekerjaan. Ini murni karena saya merasa juga tugas saya sebagai seorang perawat,” tutur dia.

Sudah lebih dari tiga bulan ia bertugas di rusunawa merawat pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Sehari-hari mereka melayani para pasien, di mulai dari aktivitas olahraga, berjemur di pagi hari, memberi obat, hingga mengantarkan makanan. Meski begitu, interaksi tatap muka diminimalisir untuk menekan potensi penularan.

Baca Juga :  Buruh Tolak Upah Minimum 2022, KSBSI: UMP Cuma Akal-Akalan

“Kami biasanya juga komunikasi via Whatsapp. Jika ada hal yang diinginkan, pasien bisa menghubungi atau kirim pesan,” tutur dia.

Dari interkasi yang terjalin itu, para pasien juga kerap curhat dengan para relawan. Kebanyakan mereka, kata Syamsul, merasa tidak percaya terpapar virus corona. Para relawan pun hanya bisa menguatkan dan memberikan motivasi.

Menurutnya durasi kesembuhan pasien cukup beragam. Tapi jika dirata-ratakan, pasien yang diisolasi di sana, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua pekan hingga dinyatakan negatif covid-19. Adapun para pasien yang berhasil sembuh dan keluar dari rusunawa, diakuinya selalu memberikan apresiasi kepada para relawan yang merawat.

“Saat pasien (sembuh) pulang, mereka memotivasi kita, memberikan kita semangat bekerja. Senang rasanya melihat para pasien ini sembuh dan justru memberikan semangat kepada kami,” tutur dia.

Sementara itu, tenaga medis menjadi kelompok yang paling rentan terpapar virus corona. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalimantan Barat, Haryanto, mengatakan hingga awal Oktober 2020 ini, pihaknya mendata ada 22 perawat yang terkonfirmasi positif covid-19.

Baca Juga :  Somasi Terbuka dari Advokat Muda Indonesia Bergerak

“Dara data yang kami dapatkan dr komisariat PPNI di RS, yang terkonfirmasi ada 22 perawat. Mereka sekarang sedang menjalani isolasi mandiri,” tutur dia.

Selain lelah secara psikologis, tenaga kesehatan dinilainya juga lelah secara fisik. Syukurnya, saat ini sudah ada sejumlah relawan kesehatan yang telah ditempatkan di sejumlah pusat pelayanan kesehatan guna menambah daya dukung tenaga kesehatan dalam penanganan pandemi covid-19 di Kalbar.

Haryanto berharap tidak ada lagi penambahan tenaga kesehatan yang positif corona. Karena itulah, langkah-langkah preventif wajib diterapkan secara disiplin oleh para petugas kesehatan. Selain itu, apabila  ada indikasi tenaga kesehatan tertular, agar segara dilakukan pengecekan. Jika positif, maka wajib dilakukan pelacakan dengan cepat guna mencegah penularan yang lebih masif.

“Bagi yang tertular, agar mau diisolasi di fasilitas yang telah tersedia supaya mudah untuk dilakukan monitoring. Kalau ada yang mengawasi, maka  secara kontinyu kondisi pasien dapat segera diketahui. Dengan begitu apabila timbul gejala, dapat diberikan penangan lebih cepat,” pungkas dia.**

Perawat Diberi Semangat Pasien Sembuh

Sejak pendaftaran Relawan covid-19 dibuka oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak, sejumlah tenaga kesehatan mendaftar. Mereka tergerak memberikan kontribusi dalam penanganan virus corona di kota itu. Salah satunya adalah Ns. Syamsul Arifin S.Kep.

SITI SULBIYAH, Pontianak

“20 April ada pengumuman, kita langsung kirim lamaran ke dinas,” ungkap Syamsul kepada Pontianak Post, belum lama ini.

Pria berusia 25 tahun ini, mendapatkan dukungan dari keluarganya untuk menjadi relawan kesehatan yang bertugas di Rusunawa Jalan Nipah Kuning, Kota Pontianak. Waktu itu ia sadar, bahwa tugas para tenaga kesehatan sangat diperlukan. Sebagai lulusan perawat, sudah menjadi tugasnya untuk ambil bagian. Kebetulan, saat itu ia juga dalam masa mencari kerja setelah lulus dari salah satu perguruan tinggi di Bandung.

“Namun ini bukan karena terpaksa karena belum ada pekerjaan. Ini murni karena saya merasa juga tugas saya sebagai seorang perawat,” tutur dia.

Sudah lebih dari tiga bulan ia bertugas di rusunawa merawat pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. Sehari-hari mereka melayani para pasien, di mulai dari aktivitas olahraga, berjemur di pagi hari, memberi obat, hingga mengantarkan makanan. Meski begitu, interaksi tatap muka diminimalisir untuk menekan potensi penularan.

Baca Juga :  Pengelolaan BOKB di Tangan Daerah, Muda Optimis Program Bangga Kencana Berjalan Moncer

“Kami biasanya juga komunikasi via Whatsapp. Jika ada hal yang diinginkan, pasien bisa menghubungi atau kirim pesan,” tutur dia.

Dari interkasi yang terjalin itu, para pasien juga kerap curhat dengan para relawan. Kebanyakan mereka, kata Syamsul, merasa tidak percaya terpapar virus corona. Para relawan pun hanya bisa menguatkan dan memberikan motivasi.

Menurutnya durasi kesembuhan pasien cukup beragam. Tapi jika dirata-ratakan, pasien yang diisolasi di sana, biasanya membutuhkan waktu sekitar dua pekan hingga dinyatakan negatif covid-19. Adapun para pasien yang berhasil sembuh dan keluar dari rusunawa, diakuinya selalu memberikan apresiasi kepada para relawan yang merawat.

“Saat pasien (sembuh) pulang, mereka memotivasi kita, memberikan kita semangat bekerja. Senang rasanya melihat para pasien ini sembuh dan justru memberikan semangat kepada kami,” tutur dia.

Sementara itu, tenaga medis menjadi kelompok yang paling rentan terpapar virus corona. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalimantan Barat, Haryanto, mengatakan hingga awal Oktober 2020 ini, pihaknya mendata ada 22 perawat yang terkonfirmasi positif covid-19.

Baca Juga :  Bandel, Satu Pasien Covid-19 Magetan Pulang Diam-diam ke Kalbar

“Dara data yang kami dapatkan dr komisariat PPNI di RS, yang terkonfirmasi ada 22 perawat. Mereka sekarang sedang menjalani isolasi mandiri,” tutur dia.

Selain lelah secara psikologis, tenaga kesehatan dinilainya juga lelah secara fisik. Syukurnya, saat ini sudah ada sejumlah relawan kesehatan yang telah ditempatkan di sejumlah pusat pelayanan kesehatan guna menambah daya dukung tenaga kesehatan dalam penanganan pandemi covid-19 di Kalbar.

Haryanto berharap tidak ada lagi penambahan tenaga kesehatan yang positif corona. Karena itulah, langkah-langkah preventif wajib diterapkan secara disiplin oleh para petugas kesehatan. Selain itu, apabila  ada indikasi tenaga kesehatan tertular, agar segara dilakukan pengecekan. Jika positif, maka wajib dilakukan pelacakan dengan cepat guna mencegah penularan yang lebih masif.

“Bagi yang tertular, agar mau diisolasi di fasilitas yang telah tersedia supaya mudah untuk dilakukan monitoring. Kalau ada yang mengawasi, maka  secara kontinyu kondisi pasien dapat segera diketahui. Dengan begitu apabila timbul gejala, dapat diberikan penangan lebih cepat,” pungkas dia.**

Most Read

Artikel Terbaru

/