alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Skema Nasional Kompetensi Budidaya Ikan Air Payau

Kembangkan Mutu Pendidikan

PONTIANAK – Potensi komoditas perikanan budidaya air payau di Kalimantan Barat terus meningkat seiring dengan kebutuhan bahan pangan dan pertumbuhan penduduk yang semakin dinamis.

Hal tersebut menjadi indikasi bahawa pentingnya fokus pengembangan sektor perikanan budidaya di Kalimantan barat. Hal paling perlu diperhatikan dalam pengembangan potensi budidaya air payau adalah keterlibatan sumber daya manusia yang mempunyai komptensi dan mampu berdaya saing yang telah tersertifikasi dari lembaga yang mempunyai wewenang dalam sertifikasi profesi/

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), melalui kerjasama yang intens dengan BNSP Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP–P1) yang diperuntukkan untuk mensertifikasi kompetensi dan sebagai Pendamping Ijazah bagi lulusan Polnep.

Politeknik Negeri Pontianak melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP–P1) berkomitmen mengembangkan kualitas lulusan Prodi Budidaya Perikanan melalui skema uji kompetensi bidang Budidaya Ikan Air Payau.

Adanya Penyusunan Skema Nasional Sertifikasi Kompetensi Budidaya Ikan Air Payau bisa menjadi rujukan nasional dalam aplikasi sertifikasi lulusan. LSP –P1 membentuk tim penyusun skema yang terdiri dari para asesor kompetensi di Prodi Budidaya Perikanan yang diketuai Agus Setiawan. Adanya tim asesor ini diharapkan terbentuknya skema sertifikasi kompetensi dibidang budidaya air payau dengan formulasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri secara komperhensif.

Baca Juga :  Pengadaan Bibit Lada Sepi Peminat, Panitia Gelar Tender Ulang

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) digelar tim penyusun secara virtual pada Senin (26/10). Kegiatan itu dibuka langsung Wakil Direktur 4 bidang kerjasama, Dr. Widodo di Accounting hall POLNEP.

Kegiatan ini bertujuan untuk menampung masukan dan kontribusi materi dengan melibatkan para mitra perguruan tinggi vokasi (PTV) dalam hal ini diwakili Wakil Direktur 1 Politeknik Negeri Lampung, Dwi Puji Hartono, S.Pi, M.Si, dan Indra Mahyudi, S.Pi, M.Si sebagai staf pengajar di Politeknik Negeri Sambas.

Untuk meningkatkan kualitas lulusan sesuai dengan kebutuhan Industri Budidaya Air Payau, FGD ini juga melibatkan Mitra Industri dari PT. Pulau Mas Khatulistiwa (PMK) yang diwakili oleh Dr. Belvi Vatria dan Abdul Hakim.

Disamping itu guna meningkatkan kualitas komptensi maka turut merangkul dari Mitra Asosiasi yaitu dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kalbar yang diwakili Dr. Sigit Sugiardi dan Mitra asosiasi dari Masyarkat Akuakultur Indonesia (MAI) yang diwakili oleh Dr. Ir. Supono. Kegiatan ini dimoderatori langsung oleh Rizal Akbar Hutagalung yang juga anggota tim penyusun skema. .

Dalam diskusi yang berlangsung, para mitra memberikan kontribusi yang bersifat membangun setelah menelaah skema yang ada, sehingga dapat disimpulkan upaya peningkatan kualitas lulusan dapat berupa uji sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia Industri.
Selain itu peyelarasan dengan penerapan kurikulum prodi budidaya perikanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi formulasi yang tepat dalam mengambangkan potensi skema yang terstruktur. Kemudian kompetensi teknis berupa alur proses teknis kegiatan budidaya air payau mulai dari persiapan kolam dan media air hingga proses akhir pemeliharaan yaitu penangan hasil panen serta spesifikasi komoditas perikanan budidaya air payau yang relevan menjadi arah yang dominan untuk diujikompetensikan.

Baca Juga :  4000 takjil Dari BPM Untuk Pengendara Bermotor

Skema sertifikasi ini dimaksudkan agar lulusan prodi dapat kompeten sebagai supervisor dan mampu merencanakan, melakukan, memonitoring kegiatan budidaya hingga dapat mengevaluasi hasil dari kegaitan budidaya air payau.

FGD ini adalah salah satu serangkai proses kegiatan dalam upaya penyusuanan skema nasional sertifikasi budidaya ikan air payau. Diharapkan dengan adanya luaran skema yang sedang disusun ini, dapat dijadikan acuan dalam penerapan Materi Uji Kompetensi dibidang budidaya ikan air payau ditingkat nasional.

Ketua Tim Penyusun skema Agus Setiawan, mengatakan hasil diskusi ini menjadi salah satu masukan yang luar biasa guna menyempurnakan penyusunana skema sertifikasi yang diharapakan dapat menjadi skema nasioanal dalam sertifikasi kompetensi bidang budidaya air payau.
“Diharapakan dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatakan standarisasi kompetensi lulusan yang mempunyai daya saing dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan Dunia Industri di Indonesia,” harapnya. (mse/ser)

Kembangkan Mutu Pendidikan

PONTIANAK – Potensi komoditas perikanan budidaya air payau di Kalimantan Barat terus meningkat seiring dengan kebutuhan bahan pangan dan pertumbuhan penduduk yang semakin dinamis.

Hal tersebut menjadi indikasi bahawa pentingnya fokus pengembangan sektor perikanan budidaya di Kalimantan barat. Hal paling perlu diperhatikan dalam pengembangan potensi budidaya air payau adalah keterlibatan sumber daya manusia yang mempunyai komptensi dan mampu berdaya saing yang telah tersertifikasi dari lembaga yang mempunyai wewenang dalam sertifikasi profesi/

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), melalui kerjasama yang intens dengan BNSP Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP–P1) yang diperuntukkan untuk mensertifikasi kompetensi dan sebagai Pendamping Ijazah bagi lulusan Polnep.

Politeknik Negeri Pontianak melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP–P1) berkomitmen mengembangkan kualitas lulusan Prodi Budidaya Perikanan melalui skema uji kompetensi bidang Budidaya Ikan Air Payau.

Adanya Penyusunan Skema Nasional Sertifikasi Kompetensi Budidaya Ikan Air Payau bisa menjadi rujukan nasional dalam aplikasi sertifikasi lulusan. LSP –P1 membentuk tim penyusun skema yang terdiri dari para asesor kompetensi di Prodi Budidaya Perikanan yang diketuai Agus Setiawan. Adanya tim asesor ini diharapkan terbentuknya skema sertifikasi kompetensi dibidang budidaya air payau dengan formulasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri secara komperhensif.

Baca Juga :  Lembaga Sampan Bagikan Seribu Masker

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) digelar tim penyusun secara virtual pada Senin (26/10). Kegiatan itu dibuka langsung Wakil Direktur 4 bidang kerjasama, Dr. Widodo di Accounting hall POLNEP.

Kegiatan ini bertujuan untuk menampung masukan dan kontribusi materi dengan melibatkan para mitra perguruan tinggi vokasi (PTV) dalam hal ini diwakili Wakil Direktur 1 Politeknik Negeri Lampung, Dwi Puji Hartono, S.Pi, M.Si, dan Indra Mahyudi, S.Pi, M.Si sebagai staf pengajar di Politeknik Negeri Sambas.

Untuk meningkatkan kualitas lulusan sesuai dengan kebutuhan Industri Budidaya Air Payau, FGD ini juga melibatkan Mitra Industri dari PT. Pulau Mas Khatulistiwa (PMK) yang diwakili oleh Dr. Belvi Vatria dan Abdul Hakim.

Disamping itu guna meningkatkan kualitas komptensi maka turut merangkul dari Mitra Asosiasi yaitu dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kalbar yang diwakili Dr. Sigit Sugiardi dan Mitra asosiasi dari Masyarkat Akuakultur Indonesia (MAI) yang diwakili oleh Dr. Ir. Supono. Kegiatan ini dimoderatori langsung oleh Rizal Akbar Hutagalung yang juga anggota tim penyusun skema. .

Dalam diskusi yang berlangsung, para mitra memberikan kontribusi yang bersifat membangun setelah menelaah skema yang ada, sehingga dapat disimpulkan upaya peningkatan kualitas lulusan dapat berupa uji sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia Industri.
Selain itu peyelarasan dengan penerapan kurikulum prodi budidaya perikanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi formulasi yang tepat dalam mengambangkan potensi skema yang terstruktur. Kemudian kompetensi teknis berupa alur proses teknis kegiatan budidaya air payau mulai dari persiapan kolam dan media air hingga proses akhir pemeliharaan yaitu penangan hasil panen serta spesifikasi komoditas perikanan budidaya air payau yang relevan menjadi arah yang dominan untuk diujikompetensikan.

Baca Juga :  Gegara Baut Knalpot, Nor Tewas Ditikam

Skema sertifikasi ini dimaksudkan agar lulusan prodi dapat kompeten sebagai supervisor dan mampu merencanakan, melakukan, memonitoring kegiatan budidaya hingga dapat mengevaluasi hasil dari kegaitan budidaya air payau.

FGD ini adalah salah satu serangkai proses kegiatan dalam upaya penyusuanan skema nasional sertifikasi budidaya ikan air payau. Diharapkan dengan adanya luaran skema yang sedang disusun ini, dapat dijadikan acuan dalam penerapan Materi Uji Kompetensi dibidang budidaya ikan air payau ditingkat nasional.

Ketua Tim Penyusun skema Agus Setiawan, mengatakan hasil diskusi ini menjadi salah satu masukan yang luar biasa guna menyempurnakan penyusunana skema sertifikasi yang diharapakan dapat menjadi skema nasioanal dalam sertifikasi kompetensi bidang budidaya air payau.
“Diharapakan dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatakan standarisasi kompetensi lulusan yang mempunyai daya saing dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan Dunia Industri di Indonesia,” harapnya. (mse/ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/