alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

YNCI Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Berangkat dari hobi mengendarai motor, Jonif, Teguh dan Akimo berinisiasi membentuk sebuah komunitas, YNCI Pontianak Chapter 30 November 2015. Kini YNCI makin besar. Di tengah pandemi covid-19 mereka juga turut membantu dalam mensosialisasikan penerapan protokol covid pada pengendara Sejak awal terbentuk, YNCI Pontianak Chapter beranggotakan hanya tiga orang. Sempat mengalami pasang surut, jumlah anggota kadang bertambah dan berkurang. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah anggotanya kini mencapai 121 orang.

Memasuki usia lima tahun sejak terbentuknya YNCI Pontianak, Ketua YNCI Pontianak Chapter, Muhammad Zainullah mengajak seluruh member untuk membangun rasa persaudaraan dan solidaritas.  Sebab komunitas ini terbentuk dari rasa persaudaraan sesama anggota meskipun memiliki berbagai macam latar belakang suku, agama, budaya, usia dan profesi. “Ibaratnya YNCI ini sebuah rumah yang dihuni oleh keluarga besar yang terdiri dari anggota-anggotanya,” ujarnya usai syukuran Anniversary yang kelima YNCI Pontianak Chapter di Hotel Golden Tulip, kemarin.

Baca Juga :  Tiga Tahun Buron, Nurcahyo Wiyono Ditangkap

Menurutnya, banyak hal yang dilalui komunitas ini. Namun semua itu dinilainya sebagai pengalaman berharga dalam berorganisasi. Meskipun sebagai wadah dalam menyalurkan hobi, YNCI Pontianak tidak hanya semata kumpul bareng sesama anggota dan touring, tetapi kegiatan sosial juga menjadi program kerja klub. “Misalnya di kondisi sekarang ini, di tengah pandemi kami juga melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) dengan membagikan masker,” kata Zainullah yang akrab disapa Om Bro.

Selain itu, lanjut Om Bro, YNCI Pontianak juga memiliki program baksos setiap tiga bulan sekali dengan menyalurkan bantuan bagi panti asuhan. Zainullah berharap keberadaan komunitas ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. “Harapan kami kehadiran YNCI Pontianak bisa bermanfaat, baik bagi anggotanya maupun masyarakat,” ucap dia. Senada, Pembina YNCI Pontianak Chapter, Jonif mengimbau member-member yang tergabung dalam komunitas ini untuk tetap solid dan kompak, baik sesama member maupun dengan komunitas-komunitas lainnya. “Kita di sini bergabung dalam komunitas untuk menambah saudara, maka dari itu tanam rasa persaudaraan dan solidaritas kita,” pesannya. Sebuah komunitas, kata Jonif, untuk tetap bisa bertahan mesti membutuhkan rasa kecintaan dari anggotanya kepada klub tempatnya bergabung. Dari rasa cinta itulah, muncul ikatan yang kuat dengan klub dan para anggotanya. “Jaga tutur kata, hormati orang yang lebih tua karena di dalam klub tentunya berisikan anggota dari berbagai usia,” pesannya. (iza)

Berangkat dari hobi mengendarai motor, Jonif, Teguh dan Akimo berinisiasi membentuk sebuah komunitas, YNCI Pontianak Chapter 30 November 2015. Kini YNCI makin besar. Di tengah pandemi covid-19 mereka juga turut membantu dalam mensosialisasikan penerapan protokol covid pada pengendara Sejak awal terbentuk, YNCI Pontianak Chapter beranggotakan hanya tiga orang. Sempat mengalami pasang surut, jumlah anggota kadang bertambah dan berkurang. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah anggotanya kini mencapai 121 orang.

Memasuki usia lima tahun sejak terbentuknya YNCI Pontianak, Ketua YNCI Pontianak Chapter, Muhammad Zainullah mengajak seluruh member untuk membangun rasa persaudaraan dan solidaritas.  Sebab komunitas ini terbentuk dari rasa persaudaraan sesama anggota meskipun memiliki berbagai macam latar belakang suku, agama, budaya, usia dan profesi. “Ibaratnya YNCI ini sebuah rumah yang dihuni oleh keluarga besar yang terdiri dari anggota-anggotanya,” ujarnya usai syukuran Anniversary yang kelima YNCI Pontianak Chapter di Hotel Golden Tulip, kemarin.

Baca Juga :  Tiga Tahun Buron, Nurcahyo Wiyono Ditangkap

Menurutnya, banyak hal yang dilalui komunitas ini. Namun semua itu dinilainya sebagai pengalaman berharga dalam berorganisasi. Meskipun sebagai wadah dalam menyalurkan hobi, YNCI Pontianak tidak hanya semata kumpul bareng sesama anggota dan touring, tetapi kegiatan sosial juga menjadi program kerja klub. “Misalnya di kondisi sekarang ini, di tengah pandemi kami juga melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) dengan membagikan masker,” kata Zainullah yang akrab disapa Om Bro.

Selain itu, lanjut Om Bro, YNCI Pontianak juga memiliki program baksos setiap tiga bulan sekali dengan menyalurkan bantuan bagi panti asuhan. Zainullah berharap keberadaan komunitas ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. “Harapan kami kehadiran YNCI Pontianak bisa bermanfaat, baik bagi anggotanya maupun masyarakat,” ucap dia. Senada, Pembina YNCI Pontianak Chapter, Jonif mengimbau member-member yang tergabung dalam komunitas ini untuk tetap solid dan kompak, baik sesama member maupun dengan komunitas-komunitas lainnya. “Kita di sini bergabung dalam komunitas untuk menambah saudara, maka dari itu tanam rasa persaudaraan dan solidaritas kita,” pesannya. Sebuah komunitas, kata Jonif, untuk tetap bisa bertahan mesti membutuhkan rasa kecintaan dari anggotanya kepada klub tempatnya bergabung. Dari rasa cinta itulah, muncul ikatan yang kuat dengan klub dan para anggotanya. “Jaga tutur kata, hormati orang yang lebih tua karena di dalam klub tentunya berisikan anggota dari berbagai usia,” pesannya. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/