alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Kisruh Pagar Tutup Jalan Pemilik Tokok Sempat Berkilah

PONTIANAK – Tenggang waktu sepuluh hari yang diberikan kelurahan kepada pemilik toko elektronik, untuk membongkar tembok yang menutup jalan gang di Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota, telah berakhir.

Dari pantauan Pontianak Post di lokasi, tembok setinggi lebih dari dua meter itu sampai dengan saat ini tak kunjung dibongkar.

Seperti yang diketahui Kelurahan Sui Bangkong, memberi batas waktu kepada Steven, pemilik toko elektronik untuk membongkar habis tembok tersebut Senin 27 November.

Namun, informasi terbaru yang diimpun Pontianak Post, pada Rabu 1 Desember sekitar pukul 16.00, tembok tersebut akhirnya dibongkar oleh pemilik tokok

Kasi Pemerintahan Kelurahan Sungai Bangkong, Nurbaiti, mengatakan, kemarin sekitar pukul 17.00, dirinya sudah mendatangi lokasi tembok yang menutup jalan gang.

Dimana, lanjut dia, tembok belum dibongkar, hanya baik air yang sudah diturunkan.

“Saya tanya anak buahnya, apa sudah ada pembongkaran. Ternyata baru mulai dilakukan,” kata Nurbaiti, Rabu (1/12).

Nurbaiti menuturkan, pembongkaran yang dilakukan belum sepenuhnya dilakukan, meski telah melewati batas waktu yang ditentukan.

Nurbaiti menegaskan, jika pemilik toko elektronik tersebut mengingkari janjinya, maka pihak kelurahan sudah mempersiapkan langkah untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga :  Kalbar Kembangkan Aplikasi Digital Asap

“Setelah saya lihat belum ada pembongkaran, kami langsung melayangkan surat permohonan ke Sat Pol PP untuk melakukan pembongkaran,” ucapnya.

Nurbaiti menyatakan, hingga saat ini tembok tersebut masih berdiri. Oleh karena itu, pihaknya akan menunggu tindakan yang akan diambil Sat Pol PP setelah surat permohonan diajukan.

Sebelumnya, Melalui Kelurahan Sungaia Bangkong, kedua belah pihak, yakni pemilik ruko dan warga pemilik tanah yang lama dimediasi.

Hasilnya, kelurahan memberi waktu selama sepuluh hari, bagi pemilik toko elektronik untuk membongkar pagar yang telah menutup akses jalan warga.

Seketaris Lurah Sei Bangkong, Sunarto mengatakan, sebelumnya antara kedua belah pihak telah dilakukan pertemuan, namun mediasi pertama pada 13 April lalu tidak menemukan jalan keluar.

Sehingga, lanjut Sunarto, hari ini, Kamis 18 November kembali digelar mediasi. Hasilnya pemilik ruko dalam hal ini pemilik usaha elekronik sudah bersedia untuk membongkar pagar tersebut.

“Mereka diberi waktu selama sepuluh hari kedepan untuk membongkar pagar yang menutup jalan,” kata Sunarto.

Baca Juga :  Partisipasi SP Online di Kalbar Capai 531 Ribu Jiwa

Sunarto menegaskan, jika dalam batas waktu yang telah diberikan, pemilik tokok tidak membongkar pagar. Maka pembongkaran akan dilakukan oleh Sat Pol PP.

“Kalau pengakuan pemilik toko, dipagar hanya untuk keamanan saja,” tutur Sunarto.

Pemilik Toko Elektronik, Steven, mengatakan, pihaknya telah diberi waktu untuk melakukan pembongkaran.

Steven menuturkan, pagar tersebut dibangun pada dasarnya hanya untuk keamanan bukan untuk mengambil tanah.

“Akan kami selesaikan dengan baik.
Kalau hasil akhir harus dibongkar seperti itu, berdasarkan pada hukumlah kami pertimbangkan,” kata Steven.

Pemilik tanah yang lama, Mugiarti mengatakan, bahwa sejak awal ahli waris sudah meminta agar pagar dibongkar.

Menurut Mugiarti, kalau memang tanah yang dihibahkan pihaknya untuk jalan lalu dipakai, boleh saja. Tapi jangan ditutup lalu dibangun kamar mandi.

“Almarhum bapak saya sudah bilang tanah itu dihibahkan untuk jalan. Tidak boleh ditutup. Saya memegang amanah orangtua,” tegas Mugiarti.

Mugiarti berharap, pemilik toko elektronik tersebut dapat memenuhi hasil musyawarah yang telah disepakati di Kantor Lurah Sei Bangkong.(adg)

PONTIANAK – Tenggang waktu sepuluh hari yang diberikan kelurahan kepada pemilik toko elektronik, untuk membongkar tembok yang menutup jalan gang di Jalan Danau Sentarum, Kecamatan Pontianak Kota, telah berakhir.

Dari pantauan Pontianak Post di lokasi, tembok setinggi lebih dari dua meter itu sampai dengan saat ini tak kunjung dibongkar.

Seperti yang diketahui Kelurahan Sui Bangkong, memberi batas waktu kepada Steven, pemilik toko elektronik untuk membongkar habis tembok tersebut Senin 27 November.

Namun, informasi terbaru yang diimpun Pontianak Post, pada Rabu 1 Desember sekitar pukul 16.00, tembok tersebut akhirnya dibongkar oleh pemilik tokok

Kasi Pemerintahan Kelurahan Sungai Bangkong, Nurbaiti, mengatakan, kemarin sekitar pukul 17.00, dirinya sudah mendatangi lokasi tembok yang menutup jalan gang.

Dimana, lanjut dia, tembok belum dibongkar, hanya baik air yang sudah diturunkan.

“Saya tanya anak buahnya, apa sudah ada pembongkaran. Ternyata baru mulai dilakukan,” kata Nurbaiti, Rabu (1/12).

Nurbaiti menuturkan, pembongkaran yang dilakukan belum sepenuhnya dilakukan, meski telah melewati batas waktu yang ditentukan.

Nurbaiti menegaskan, jika pemilik toko elektronik tersebut mengingkari janjinya, maka pihak kelurahan sudah mempersiapkan langkah untuk menangani masalah tersebut.

Baca Juga :  Taman DPRD Bisa Buat Warga Bersantai

“Setelah saya lihat belum ada pembongkaran, kami langsung melayangkan surat permohonan ke Sat Pol PP untuk melakukan pembongkaran,” ucapnya.

Nurbaiti menyatakan, hingga saat ini tembok tersebut masih berdiri. Oleh karena itu, pihaknya akan menunggu tindakan yang akan diambil Sat Pol PP setelah surat permohonan diajukan.

Sebelumnya, Melalui Kelurahan Sungaia Bangkong, kedua belah pihak, yakni pemilik ruko dan warga pemilik tanah yang lama dimediasi.

Hasilnya, kelurahan memberi waktu selama sepuluh hari, bagi pemilik toko elektronik untuk membongkar pagar yang telah menutup akses jalan warga.

Seketaris Lurah Sei Bangkong, Sunarto mengatakan, sebelumnya antara kedua belah pihak telah dilakukan pertemuan, namun mediasi pertama pada 13 April lalu tidak menemukan jalan keluar.

Sehingga, lanjut Sunarto, hari ini, Kamis 18 November kembali digelar mediasi. Hasilnya pemilik ruko dalam hal ini pemilik usaha elekronik sudah bersedia untuk membongkar pagar tersebut.

“Mereka diberi waktu selama sepuluh hari kedepan untuk membongkar pagar yang menutup jalan,” kata Sunarto.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Pelanggan Nasional, PLN Kalbar Memberikan Bantuan Pengecekan Instalasi Sekolah

Sunarto menegaskan, jika dalam batas waktu yang telah diberikan, pemilik tokok tidak membongkar pagar. Maka pembongkaran akan dilakukan oleh Sat Pol PP.

“Kalau pengakuan pemilik toko, dipagar hanya untuk keamanan saja,” tutur Sunarto.

Pemilik Toko Elektronik, Steven, mengatakan, pihaknya telah diberi waktu untuk melakukan pembongkaran.

Steven menuturkan, pagar tersebut dibangun pada dasarnya hanya untuk keamanan bukan untuk mengambil tanah.

“Akan kami selesaikan dengan baik.
Kalau hasil akhir harus dibongkar seperti itu, berdasarkan pada hukumlah kami pertimbangkan,” kata Steven.

Pemilik tanah yang lama, Mugiarti mengatakan, bahwa sejak awal ahli waris sudah meminta agar pagar dibongkar.

Menurut Mugiarti, kalau memang tanah yang dihibahkan pihaknya untuk jalan lalu dipakai, boleh saja. Tapi jangan ditutup lalu dibangun kamar mandi.

“Almarhum bapak saya sudah bilang tanah itu dihibahkan untuk jalan. Tidak boleh ditutup. Saya memegang amanah orangtua,” tegas Mugiarti.

Mugiarti berharap, pemilik toko elektronik tersebut dapat memenuhi hasil musyawarah yang telah disepakati di Kantor Lurah Sei Bangkong.(adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/