alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Pasar Swalayan Diserbu, dari Sembako hingga Tisu Basah

PONTIANAK – Pasca diumumkannya dua warga Indonesia yang positif terjangkit virus Covid-19 atau corona, sejumlah pasar swalayan di Kota Pontianak ramai dikunjungi. Selain faktor daya beli yang meningkat pada awal bulan, diyakini hal ini juga dipengaruhi karena adanya isu wabah virus corona.

Pemandangan tersebut jelas terlihat saat Pontianak Post berkunjung ke Mitra Anda, toko swalayan yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (3/3) siang. Kendaraan roda dua maupun roda empat, tampak keluar dan masuk area parkir. Petugas parkir tampak sibuk menata kendaraan, hampir tanpa jeda.

Pemandangan lainnya juga terlihat di dalam gedung swalayan. Pengunjung dengan keranjang sorongnya memilah sejumlah kebutuhan yang mereka butuhkan. Mulai dari beras, minyak, hingga mie instan. “Rata-rata mereka membeli barang-barang pokok. Tisu kering dan tisu basah juga banyak yang beli,” ungkap Oos, Supervisor Costumer Service Mitra Anda.

Oos cukup terkejut dengan fenomena pengunjung dua hari belakangan ini. Meski secara historis, pada awal bulan konsumen yang berbelanja akan mengalami peningkatan, tetapi jumlahnya tidak sesignifikan ini. “Sejak kemarin, hingga siang ini (pengunjung) ramai banget. Apalagi pas tadi malam,” tutur dia disela-sela kesibukanya.

Baca Juga :  Midji Minta Warga Tak Panik

Siang itu, pihaknya membuka sebanyak 10 kasir, dan semuanya ramai dengan antrian yang mengular. “Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Kalau pun pernah, itu biasanya kalau saat momen-momen besar,” kata dia.

Dia tidak bisa memastikan kalau penyebab membeludaknya pengunjung yang datang itu karena adanya isu wabah virus corona. Apalagi pada momen ini, Mitra Anda juga tengah memberikan diskon dalam rangka merayakan ulang tahunnya, dan bertepatan dengan awal bulan. “Ya mungkin karena wabah corona juga. Tetapi ini juga bertepatan dengan awal bulan dan adanya promo dari Mitra Anda,” kata dia.

Salah satu konsumen, Dara (27) mengaku tidak terlalu khawatir dengan isu wabah corona. Dia justru mengkhawatirkan perilaku sebagian masyarakat yang berbelanja dalam jumlah banyak, sehingga mengakibatkan stok bahan pokok strategis berkurang.

“Kemarin rencana mau belanja kebutuhan bulanan, macam beras, gula, dan lain-lain. Tapi stoknya ada yang kosong, yang lainnya tinggal sedikit,” tutur Dara, menceritakan pengalamannya saat berbelanja di salah satu ritel modern di daerah Sungai Raya, Kubu Raya, kemarin.

Baca Juga :  Bertambah, Pasien Positif Corona di Sarawak Jadi 9 Orang

Fenomena meningkatnya daya beli masyarakat juga dikhawatirkan mengakibatkan kenaikan harga-harga barang, terutama bahan pokok. Gejolak harga diharapkan tidak terjadi yang berakibat pada inflasi yang tinggi. Kabid Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Arianto mengingatkan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar gejolak harga di tingkat konsumen menjadi perhatian.

Berdasarkan data dari BPS Kalbar, pada Februari 2020, Kalbar mengalami inflasi sebesar 0,68 persen, sehingga tingkat inflasi tahun kalender Februari 2020 tercatat sebesar 1,45 persen. Kota Sintang bahkan menjadi kota dengan inflasi tertinggi se-nasional pada bulan itu. “Tingginya inflasi, di Sintang khususnya, harus menjadi perhatian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar fluktuasi harga di sana bisa terkendali,” harap dia.

Di Kalbar, ada tiga kota yang dihitung indeks harga konsumen (IHK), yaitu Pontianak, Singkawang, dan Sintang. Pada Februari 2020, masing-masing mengalami inflasi sebesar  0,63 persen, 0,60 persen, dan 1,21 persen. Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2020, antara lain, daging ayam ras, bawang putih, cabai rawit, ikan kembung, jeruk, dan air kemasan. (sti)

PONTIANAK – Pasca diumumkannya dua warga Indonesia yang positif terjangkit virus Covid-19 atau corona, sejumlah pasar swalayan di Kota Pontianak ramai dikunjungi. Selain faktor daya beli yang meningkat pada awal bulan, diyakini hal ini juga dipengaruhi karena adanya isu wabah virus corona.

Pemandangan tersebut jelas terlihat saat Pontianak Post berkunjung ke Mitra Anda, toko swalayan yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (3/3) siang. Kendaraan roda dua maupun roda empat, tampak keluar dan masuk area parkir. Petugas parkir tampak sibuk menata kendaraan, hampir tanpa jeda.

Pemandangan lainnya juga terlihat di dalam gedung swalayan. Pengunjung dengan keranjang sorongnya memilah sejumlah kebutuhan yang mereka butuhkan. Mulai dari beras, minyak, hingga mie instan. “Rata-rata mereka membeli barang-barang pokok. Tisu kering dan tisu basah juga banyak yang beli,” ungkap Oos, Supervisor Costumer Service Mitra Anda.

Oos cukup terkejut dengan fenomena pengunjung dua hari belakangan ini. Meski secara historis, pada awal bulan konsumen yang berbelanja akan mengalami peningkatan, tetapi jumlahnya tidak sesignifikan ini. “Sejak kemarin, hingga siang ini (pengunjung) ramai banget. Apalagi pas tadi malam,” tutur dia disela-sela kesibukanya.

Baca Juga :  Sinarmas Beri Bantuan APD & Penyemprotan Disinfektan

Siang itu, pihaknya membuka sebanyak 10 kasir, dan semuanya ramai dengan antrian yang mengular. “Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Kalau pun pernah, itu biasanya kalau saat momen-momen besar,” kata dia.

Dia tidak bisa memastikan kalau penyebab membeludaknya pengunjung yang datang itu karena adanya isu wabah virus corona. Apalagi pada momen ini, Mitra Anda juga tengah memberikan diskon dalam rangka merayakan ulang tahunnya, dan bertepatan dengan awal bulan. “Ya mungkin karena wabah corona juga. Tetapi ini juga bertepatan dengan awal bulan dan adanya promo dari Mitra Anda,” kata dia.

Salah satu konsumen, Dara (27) mengaku tidak terlalu khawatir dengan isu wabah corona. Dia justru mengkhawatirkan perilaku sebagian masyarakat yang berbelanja dalam jumlah banyak, sehingga mengakibatkan stok bahan pokok strategis berkurang.

“Kemarin rencana mau belanja kebutuhan bulanan, macam beras, gula, dan lain-lain. Tapi stoknya ada yang kosong, yang lainnya tinggal sedikit,” tutur Dara, menceritakan pengalamannya saat berbelanja di salah satu ritel modern di daerah Sungai Raya, Kubu Raya, kemarin.

Baca Juga :  Pasang Tempat Cuci Tangan di Pasar dan Rumah Ibadah

Fenomena meningkatnya daya beli masyarakat juga dikhawatirkan mengakibatkan kenaikan harga-harga barang, terutama bahan pokok. Gejolak harga diharapkan tidak terjadi yang berakibat pada inflasi yang tinggi. Kabid Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Arianto mengingatkan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar gejolak harga di tingkat konsumen menjadi perhatian.

Berdasarkan data dari BPS Kalbar, pada Februari 2020, Kalbar mengalami inflasi sebesar 0,68 persen, sehingga tingkat inflasi tahun kalender Februari 2020 tercatat sebesar 1,45 persen. Kota Sintang bahkan menjadi kota dengan inflasi tertinggi se-nasional pada bulan itu. “Tingginya inflasi, di Sintang khususnya, harus menjadi perhatian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar fluktuasi harga di sana bisa terkendali,” harap dia.

Di Kalbar, ada tiga kota yang dihitung indeks harga konsumen (IHK), yaitu Pontianak, Singkawang, dan Sintang. Pada Februari 2020, masing-masing mengalami inflasi sebesar  0,63 persen, 0,60 persen, dan 1,21 persen. Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2020, antara lain, daging ayam ras, bawang putih, cabai rawit, ikan kembung, jeruk, dan air kemasan. (sti)

Most Read

Ikut Bantu Jemur Padi Bersama Warga

Wagub Sambut Komisi VII DPR

Lima Penjual Sabu Ditangkap

Gempa Malang, 1.285 Rumah Rusak

Artikel Terbaru

/