alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Eksploitasi Anak, Polisi Menetapkan Delapan Tersangka

PONTIANAK – Polisi telah merampungkan penyelidikan dan penyidikan dugaan persetubuhan terhadap anak yang dilakukan musisi asal Palangkaraya, DN. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DN dan HS alias Een (pelaku persetubuhan) dan enam orang pelaku eksploitasi anak yakni NP, TA, ADK, GO, MA, dan AG

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Pulli mengatakan, kejadian terakhir dugaan persetubuhan terhadap korban terjadi pada Selasa, 23 Februari 2021 sekitar pukul 01.00 bertempat di sebuah hotel, di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan.

Rully menjelaskan, DN melakukan persetubuhan terhadap anak berumur 15 tahun. Kejadian itu dilaporkan orangtua korban ke Polresta Pontianak. Rully menerangkan, menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap keberadaan diduga pelaku persetubuhan anak, dengan inisial DN.

“Dari penyelidikan, pada 24 Februari 2020 sekira pukul 13.00 didapati informasi bahwa DN di Jalan Wonodadi 2, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya,” kata Rully.

Baca Juga :  Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal

Rully menuturkan, mendapatkan informasi pihaknya langsung menuju ke alamat tersebut. DN berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Dari interogasi terhadap pelaku mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri terhadap korban.

“Dari keterangan DN ini kami melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami keterlibatan pelaku lainnya,” tutur Rully.

Berdasarkan pengembangan, lanjut Rully, berhasil diamankan enam pelaku yakni NP, TA, ADK, GO, MA, dan AG (karyawan hotel). Keenamnya ditetapkan sebagai tersangka sebagai atas dugaan melakukan eksploitasi anak.

Rully menyatakan, dari penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku eksploitasi anak mengakui perbuatannya sesuai masing-masing peranannya. Kemudian terhadap DN selain menyetubuhi korban, ia juga memberikan  obat-obatan yang diduga narkotika.

Rully menyatakan, terhadap kasus persetubuhan tersebut pihaknya terus melakukan pengembangan. Hasilnya satu pelaku persetubuhan dengan korban yang sama berhasil ditangkap. Pelaku adalah HS, karyawan hotel.

Baca Juga :  Kedisiplinan Pegawai Mulai Turun

Rully menjelaskan, kasus itu terjadi pada Jumat, 19 Februari 2021. Korban menghubungi pelaku HS alias Een mengajak untuk melakukan hubungan badan karena butuh uang untuk memperbaiki telepon genggamnya.

“Pelaku HS ini sebelumnya sudah pernah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak lima kali,” ungkap Rully.

Setelah terjadi kesepakatan, Rully menambahkan, korban datang ke rumah pelaku dengan cara diantar oleh temannya bernama AR. Sesampainya di rumah pelaku, terjadilah tindakan persetubuhan. Setelah selesai pelaku memberi uang kepada korban sebesar Rp500 ribu.

Rully menyatakan, pada Jumat, 26 Februari 2021 sekitar pukul 16.00, dilakukan penyelidikan keberadaan pelaku HS alias Een di Jalan Podomoro.  Dari keterangannya pelaku mengakui telah menyetubuhi korban sebanyak enam kali.

Rully menegaskan, terhadap delapan pelaku akan dikenakan pasal 81 dan pasal 88 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (adg)

PONTIANAK – Polisi telah merampungkan penyelidikan dan penyidikan dugaan persetubuhan terhadap anak yang dilakukan musisi asal Palangkaraya, DN. Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni DN dan HS alias Een (pelaku persetubuhan) dan enam orang pelaku eksploitasi anak yakni NP, TA, ADK, GO, MA, dan AG

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Pulli mengatakan, kejadian terakhir dugaan persetubuhan terhadap korban terjadi pada Selasa, 23 Februari 2021 sekitar pukul 01.00 bertempat di sebuah hotel, di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Pontianak Selatan.

Rully menjelaskan, DN melakukan persetubuhan terhadap anak berumur 15 tahun. Kejadian itu dilaporkan orangtua korban ke Polresta Pontianak. Rully menerangkan, menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan terhadap keberadaan diduga pelaku persetubuhan anak, dengan inisial DN.

“Dari penyelidikan, pada 24 Februari 2020 sekira pukul 13.00 didapati informasi bahwa DN di Jalan Wonodadi 2, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya,” kata Rully.

Baca Juga :  Dewan Pemuda Lintas Etnis Gelar Deklarasi

Rully menuturkan, mendapatkan informasi pihaknya langsung menuju ke alamat tersebut. DN berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Dari interogasi terhadap pelaku mengaku telah melakukan hubungan layaknya suami istri terhadap korban.

“Dari keterangan DN ini kami melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami keterlibatan pelaku lainnya,” tutur Rully.

Berdasarkan pengembangan, lanjut Rully, berhasil diamankan enam pelaku yakni NP, TA, ADK, GO, MA, dan AG (karyawan hotel). Keenamnya ditetapkan sebagai tersangka sebagai atas dugaan melakukan eksploitasi anak.

Rully menyatakan, dari penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku eksploitasi anak mengakui perbuatannya sesuai masing-masing peranannya. Kemudian terhadap DN selain menyetubuhi korban, ia juga memberikan  obat-obatan yang diduga narkotika.

Rully menyatakan, terhadap kasus persetubuhan tersebut pihaknya terus melakukan pengembangan. Hasilnya satu pelaku persetubuhan dengan korban yang sama berhasil ditangkap. Pelaku adalah HS, karyawan hotel.

Baca Juga :  Percepat Hibah Tanah PLBN Aruk

Rully menjelaskan, kasus itu terjadi pada Jumat, 19 Februari 2021. Korban menghubungi pelaku HS alias Een mengajak untuk melakukan hubungan badan karena butuh uang untuk memperbaiki telepon genggamnya.

“Pelaku HS ini sebelumnya sudah pernah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak lima kali,” ungkap Rully.

Setelah terjadi kesepakatan, Rully menambahkan, korban datang ke rumah pelaku dengan cara diantar oleh temannya bernama AR. Sesampainya di rumah pelaku, terjadilah tindakan persetubuhan. Setelah selesai pelaku memberi uang kepada korban sebesar Rp500 ribu.

Rully menyatakan, pada Jumat, 26 Februari 2021 sekitar pukul 16.00, dilakukan penyelidikan keberadaan pelaku HS alias Een di Jalan Podomoro.  Dari keterangannya pelaku mengakui telah menyetubuhi korban sebanyak enam kali.

Rully menegaskan, terhadap delapan pelaku akan dikenakan pasal 81 dan pasal 88 Undang Undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/