alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Jangan Percaya Hoaks Tentang Vaksin

PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan meminta masyarakat tidak percaya dengan cerita bohong (hoaks) yang beredar di media sosial tentang vaksin Covid 19. Hal tersebut dikatakan usai menerima vaksin di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (2/3).

“Saya mengimbau masyarakat yang masih cemas dengan program vaksin dari pemerintah, agar tidak memercayai dengan kabar hoaks yang beredar di medsos tentang gejala usai divaksin. Itu tidak benar. Saya sendiri sudah divaksin,” ujar Bahasan.

Saat ini, sebagian masyarakat masih belum percaya dengan vaksin. Padahal vaksin merupakan program pemerintah pusat dalam upaya percepatan penanganan vaksin.  Ia kemarin ikut divaksin. Pengalaman saat divaksin, disuntik tetap terasa namun tidak terlalu sakit. Efek samping dari vaksin, hanya sedikit mengantuk. Tidak ada efek lain yang seperti di media sosial menurutnya justru menimbulkan kekhawatiran dikalangan masyarakat.

Bahasan mengajak masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah, dalam upaya percepatan memutus mata rantai virus Covid 19 khususnya di Pontianak ini. “Informasi yang saya dapat dari Dinkes. Sudah lima ribu vaksin dilakukan di Pontianak. Targetnya, para pemangku kebijakan, tokoh masyarakat dan nakes. Termasuk kawan-kawan wartawan ini, yang mobilitasnya cukup tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Lagi Pojokkan Sajadah Fajar

Bahasan sebenarnya ingin mendapatkan kuota vaksin saat pertama kali vaksin ini tiba di Pontianak. Namun, karena ia pernah terkena covid sehingga tidak menjadi prioritas untuk divaksin. Tetapi setelah tiga bulan usai terkena covid, dirinya sudah dibolehkan untuk vaksin.

Informasi tentang vaksin khususnya untuk mandiri, sejauh ini belum bisa dilakukan. Namun, untuk perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan vaksin bagi karyawannya sudah bisa dilakukan dengan biaya ditanggung oleh perusahaan.

Dino, wartawan yang ikut divaksin. “Awalnya agak takut. Tetapi proses vaksin inikan ada tahapannya. Petugas kesehatan tidak main suntik,” ujarnya.

Ada empat tahapan proses vaksin Covid 19. Pertama, peserta vaksin harus mengisi formulir yang disediakan oleh petugas. Setelah formulir tersebut diisi, barulah berkas tersebut dicek oleh petugas kesehatan. Setelah datanya masuk dalam base data Dinas Kesehatan, baru masuk di tahap kedua. “Pada tahap ini, pemeriksaan suhu badan, kemudian pengecekan tensi darah. Setelah itu, barulah diwawancarai petugas nakes,” katanya.

Baca Juga :  Cabor Eksebisi Kalbar Raih Dua Emas dan Dua Perunggu

Kata Dino, ada banyak pertanyaan yang harus dijawab dengan benar. Pertanyaan tersebut seputaran kesehatan orang yang akan divaksin. “Yang paling saya ingat dari penjelasan petugas kesehatan, usai divaksin biasanya pegal di area suntikan. Kadang juga agak meriang mau demam satu atau dua hari. Itu efek vaksin. Tetapi nanti hilang sendiri,” ujarnya.

Setelah dinyatakan layak, barulah masuk tahap ketiga, yaitu proses vaksin. Usai divaksin, peserta harus menunggu 30 menit. Bila tidak ada gejala, barulah ketahap empat. Pengambilan surat bukti vaksin.

“Rencananya 14 hari ke depan saya akan divaksin untuk kedua kalinya,” katanya.(iza)

PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan meminta masyarakat tidak percaya dengan cerita bohong (hoaks) yang beredar di media sosial tentang vaksin Covid 19. Hal tersebut dikatakan usai menerima vaksin di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (2/3).

“Saya mengimbau masyarakat yang masih cemas dengan program vaksin dari pemerintah, agar tidak memercayai dengan kabar hoaks yang beredar di medsos tentang gejala usai divaksin. Itu tidak benar. Saya sendiri sudah divaksin,” ujar Bahasan.

Saat ini, sebagian masyarakat masih belum percaya dengan vaksin. Padahal vaksin merupakan program pemerintah pusat dalam upaya percepatan penanganan vaksin.  Ia kemarin ikut divaksin. Pengalaman saat divaksin, disuntik tetap terasa namun tidak terlalu sakit. Efek samping dari vaksin, hanya sedikit mengantuk. Tidak ada efek lain yang seperti di media sosial menurutnya justru menimbulkan kekhawatiran dikalangan masyarakat.

Bahasan mengajak masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah, dalam upaya percepatan memutus mata rantai virus Covid 19 khususnya di Pontianak ini. “Informasi yang saya dapat dari Dinkes. Sudah lima ribu vaksin dilakukan di Pontianak. Targetnya, para pemangku kebijakan, tokoh masyarakat dan nakes. Termasuk kawan-kawan wartawan ini, yang mobilitasnya cukup tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Jangan Lagi Pojokkan Sajadah Fajar

Bahasan sebenarnya ingin mendapatkan kuota vaksin saat pertama kali vaksin ini tiba di Pontianak. Namun, karena ia pernah terkena covid sehingga tidak menjadi prioritas untuk divaksin. Tetapi setelah tiga bulan usai terkena covid, dirinya sudah dibolehkan untuk vaksin.

Informasi tentang vaksin khususnya untuk mandiri, sejauh ini belum bisa dilakukan. Namun, untuk perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan vaksin bagi karyawannya sudah bisa dilakukan dengan biaya ditanggung oleh perusahaan.

Dino, wartawan yang ikut divaksin. “Awalnya agak takut. Tetapi proses vaksin inikan ada tahapannya. Petugas kesehatan tidak main suntik,” ujarnya.

Ada empat tahapan proses vaksin Covid 19. Pertama, peserta vaksin harus mengisi formulir yang disediakan oleh petugas. Setelah formulir tersebut diisi, barulah berkas tersebut dicek oleh petugas kesehatan. Setelah datanya masuk dalam base data Dinas Kesehatan, baru masuk di tahap kedua. “Pada tahap ini, pemeriksaan suhu badan, kemudian pengecekan tensi darah. Setelah itu, barulah diwawancarai petugas nakes,” katanya.

Baca Juga :  Belasan Wartawan AJK Divaksin Covid-19

Kata Dino, ada banyak pertanyaan yang harus dijawab dengan benar. Pertanyaan tersebut seputaran kesehatan orang yang akan divaksin. “Yang paling saya ingat dari penjelasan petugas kesehatan, usai divaksin biasanya pegal di area suntikan. Kadang juga agak meriang mau demam satu atau dua hari. Itu efek vaksin. Tetapi nanti hilang sendiri,” ujarnya.

Setelah dinyatakan layak, barulah masuk tahap ketiga, yaitu proses vaksin. Usai divaksin, peserta harus menunggu 30 menit. Bila tidak ada gejala, barulah ketahap empat. Pengambilan surat bukti vaksin.

“Rencananya 14 hari ke depan saya akan divaksin untuk kedua kalinya,” katanya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/