alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Ibadat Jumat Agung Digelar dengan Prokes Ketat

PONTIANAK – Ibadat penghormatan salib pada Jumat Agung memeringati wafat Yesus Kristus di Gereja Keluarga Kudus, Pontianak dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Umat yang memasuki gereja wajib mencuci tangan, diperiksa suhu tubuh dengan thermo gun, juga disemprot tangannya menggunakan uap sanitasi tangan.

Ibadat Jumat Agung digelar dua kali. Ibadat pertama dimulai pukul 13.00. Ibadat kedua dilaksanakan pukul 16.30. Pada ibadat pertama, umat sudah mendatangi gereja sejak pukul 11.30. Umat yang hadir ibadat offline ini dibatasi. Umat juga dianjurkan untuk mengikuti ibadat secara online di rumah lewat video streaming.

Panitia mengatur jarak duduk antarumat. Tiap umat dipisahkan duduknya sejauh 1,5 meter dengan tanda lingkaran yang ditulis, “silakan duduk di sini.” Satu deret bangku hanya diisi empat hingga lima umat. Di luar gereja, panitia menyediakan kursi untuk umat dengan jarak yang juga diatur. Total jumlah umat yang hadir ibadat di gereja dibatasi hingga 580 orang setiap kali perayaan.

Baca Juga :  Bank Mandiri dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Tandatangani Nota Kesepahaman

Sejumlah petugas kepolisian dan sukarelawan berjaga-jaga di sekitar gereja untuk mengantisipasi hal-hal yang di luar kendali. Kepolisian memastikan umat yang hadir dalam peringatan Jumat Agung di gereja bisa lebih khusyuk dan aman.

Ibadat Jumat Agung dipersembahkan oleh Pastor Yulianus Astanto Adi CM. Peristiwa hari ini, sebagai bentuk perwujudan cinta kasih Allah kepada manusia. Berapapun dosa seorang manusia, manusia tetap dicintai oleh Allah.

Umat diberikan kesempatan menghormati secara pribadi kepada salib. “Silakan umat memberikan penghormatan dengan cara masing-masing,” kata Pastor Astanto.

Prosesi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ketika pandemi Covid-19 belum melanda, umat maju satu persatu untuk memberikan penghormatan kepada salib. Ada yang dengan mencium kaki salib, ada yang menundukkan kepala, ada juga yang dengan cara bersujud di depan salib. Tetapi, tahun ini, prosesi seperti itu diganti dengan penghormatan secara pribadi. Pastor membawa salib ke hadapan umat, untuk memberikan kesempatan memberikan dalam penghormatan salib.

Baca Juga :  Uskup Agus Pimpin Ziarah TNI/Polri di Gua Maria Anjongan

Pada pagi pukul 08.00 dilaksanakan doa jalan salib. (mnk)

PONTIANAK – Ibadat penghormatan salib pada Jumat Agung memeringati wafat Yesus Kristus di Gereja Keluarga Kudus, Pontianak dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Umat yang memasuki gereja wajib mencuci tangan, diperiksa suhu tubuh dengan thermo gun, juga disemprot tangannya menggunakan uap sanitasi tangan.

Ibadat Jumat Agung digelar dua kali. Ibadat pertama dimulai pukul 13.00. Ibadat kedua dilaksanakan pukul 16.30. Pada ibadat pertama, umat sudah mendatangi gereja sejak pukul 11.30. Umat yang hadir ibadat offline ini dibatasi. Umat juga dianjurkan untuk mengikuti ibadat secara online di rumah lewat video streaming.

Panitia mengatur jarak duduk antarumat. Tiap umat dipisahkan duduknya sejauh 1,5 meter dengan tanda lingkaran yang ditulis, “silakan duduk di sini.” Satu deret bangku hanya diisi empat hingga lima umat. Di luar gereja, panitia menyediakan kursi untuk umat dengan jarak yang juga diatur. Total jumlah umat yang hadir ibadat di gereja dibatasi hingga 580 orang setiap kali perayaan.

Baca Juga :  Polisi Sterilkan Gereja Jelang Misa Natal

Sejumlah petugas kepolisian dan sukarelawan berjaga-jaga di sekitar gereja untuk mengantisipasi hal-hal yang di luar kendali. Kepolisian memastikan umat yang hadir dalam peringatan Jumat Agung di gereja bisa lebih khusyuk dan aman.

Ibadat Jumat Agung dipersembahkan oleh Pastor Yulianus Astanto Adi CM. Peristiwa hari ini, sebagai bentuk perwujudan cinta kasih Allah kepada manusia. Berapapun dosa seorang manusia, manusia tetap dicintai oleh Allah.

Umat diberikan kesempatan menghormati secara pribadi kepada salib. “Silakan umat memberikan penghormatan dengan cara masing-masing,” kata Pastor Astanto.

Prosesi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ketika pandemi Covid-19 belum melanda, umat maju satu persatu untuk memberikan penghormatan kepada salib. Ada yang dengan mencium kaki salib, ada yang menundukkan kepala, ada juga yang dengan cara bersujud di depan salib. Tetapi, tahun ini, prosesi seperti itu diganti dengan penghormatan secara pribadi. Pastor membawa salib ke hadapan umat, untuk memberikan kesempatan memberikan dalam penghormatan salib.

Baca Juga :  BPKP Kalbar Awasi Program Vaksinasi COVID-19

Pada pagi pukul 08.00 dilaksanakan doa jalan salib. (mnk)

Most Read

Artikel Terbaru

/