alexametrics
27 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Dekan FK Untan Positif Covid

Kalbar Tambah Tujuh  Kasus Baru

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson kembali mengumumkan tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di provinsi ini, Sabtu (2/5). Ada tujuh tambahan kasus dari hasil pemeriksaan swab dengan metode Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Tiga dari tujuh kasus terbaru ini diketahui merupakan tenaga medis yang ada di Kalbar. Salah satunya adalah dokter spesialis mata yang juga Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tanjungpura (Untan) dr. M Asroruddin. Dengan demikian total sudah ada enam tenaga medis di daerah ini yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Harisson menjelaskan tujuh kasus terbaru ini terbagi dari hasil swab di Laboratorium Rumah Sakit (RS) Untan sebanyak tiga kasus dan dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta sebanyak empat kasus. Sebaran pasien tujuh kasus terbaru ini yakni empat orang di Kota Pontianak, satu orang di Kabupaten Kubu Raya, satu orang di Kabupaten Landak dan satu orang di Kabupaten Mempawah.

“Dari tujuh kasus ini terdapat dua orang tenaga kesehatan di Kota Pontianak, kemudian satu orang tenaga kesehatan di Kabupaten Landak,” ungkap Harisson, Sabtu (2/5) sore.

Sampai saat ini dikatakan dia total sudah ada 68 kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar. Sebanyak delapan pasien telah dinyatakan sembuh dan tiga meninggal dunia.

Baca Juga :  Beras Rp 8.800, Warga Serbu Bazaar Murah

Selain itu, Harisson juga mengonfirmasi soal kabar mengenai Dekan FK Untan dr. M Asroruddin yang dinyatakan positif Covid-19. “Memang betul ya. Jadi, Pak Dekan kasus konfirmasi (positif Covid-19), tapi Pak Dekan dalam keadaan sehat-sehat. Hampir dikatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG) ya,” katanya.

Yang bersangkutan, lanjut Harisson, kini tengah diisolasi di tempat khusus. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat Pak Dekan kembali negatif,” harapnya.

Dokter M Asroruddin merupakan seorang dokter spesialis mata. Diduga yang bersangkutan tertular dari pasien yang berobat atau yang berkonsultasi penyakit mata selama praktik. “Jadi itu masih kami telusuri terus dari mana Pak Dekan ini tertular,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, dinas kesehatan telah melakukan penelusuran kontak terhadap orang-orang yang berada di sekitar dr. M Asroruddin. Meski hasilnya banyak yang dinyatakan negatif dengan rapid test, namun tetap akan dilakukan penelusuran kontak termasuk terhadap seluruh pasien konfirmasi lainnya.

Terpisah, Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Garuda Wiko membenarkan kabar tentang Dekan FK Untan dr. M Asroruddin yang dinyatakan positif Covid-19. Ia mendoakan bawahannya tersebut segera sembuh dan terbebas dari Covid-19.

“Sebagaimana yang diinformasikan oleh Kadis Kesehatan Provinsi (Kalbar), benar bahwa Dekan FK positif Covid-19,” kata Garuda, Sabtu (2/5) malam.

Baca Juga :  Kapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19?

Menurutnya, kondisi Asroruddin saat ini cukup baik. Yang bersangkutan tengah menjalani perawatan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. “Kita doakan dapat segera sembuh,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi  penyebaran Covid-19, kata Garuda, saat ini telah dilakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan Asroruddin. Semuanya telah menjalani pemeriksaan rapid test.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar juga mengumumkan tiga tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di Kalbar, Jumat (1/5). Ketiga kasus terbaru itu merupakan tenaga medis di salah satu RS di Kota Pontianak. Dengan tiga kasus tersebut ditambah dengan tiga kasus yang baru maka sudah ada enam kasus positif yang melibatkan tenaga medis di provinsi ini.

Melihat tingkat resiko ketertularan yang tinggi terhadap para dokter, Harisson menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah menganjurkan agar para dokter tidak membuka praktik. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Jadi tidak berjumpa dengan pasiennya. Dokter diperbolehkan memanfaatkan (teknologi), seperti telemedicine atau menggunakan WA chat atau pokoknya menggunakan teknologi informasi,” pungkasnya.(bar)

Kalbar Tambah Tujuh  Kasus Baru

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson kembali mengumumkan tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di provinsi ini, Sabtu (2/5). Ada tujuh tambahan kasus dari hasil pemeriksaan swab dengan metode Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Tiga dari tujuh kasus terbaru ini diketahui merupakan tenaga medis yang ada di Kalbar. Salah satunya adalah dokter spesialis mata yang juga Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tanjungpura (Untan) dr. M Asroruddin. Dengan demikian total sudah ada enam tenaga medis di daerah ini yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Harisson menjelaskan tujuh kasus terbaru ini terbagi dari hasil swab di Laboratorium Rumah Sakit (RS) Untan sebanyak tiga kasus dan dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta sebanyak empat kasus. Sebaran pasien tujuh kasus terbaru ini yakni empat orang di Kota Pontianak, satu orang di Kabupaten Kubu Raya, satu orang di Kabupaten Landak dan satu orang di Kabupaten Mempawah.

“Dari tujuh kasus ini terdapat dua orang tenaga kesehatan di Kota Pontianak, kemudian satu orang tenaga kesehatan di Kabupaten Landak,” ungkap Harisson, Sabtu (2/5) sore.

Sampai saat ini dikatakan dia total sudah ada 68 kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar. Sebanyak delapan pasien telah dinyatakan sembuh dan tiga meninggal dunia.

Baca Juga :  Jadi Duta Imunitas Corona

Selain itu, Harisson juga mengonfirmasi soal kabar mengenai Dekan FK Untan dr. M Asroruddin yang dinyatakan positif Covid-19. “Memang betul ya. Jadi, Pak Dekan kasus konfirmasi (positif Covid-19), tapi Pak Dekan dalam keadaan sehat-sehat. Hampir dikatakan sebagai orang tanpa gejala (OTG) ya,” katanya.

Yang bersangkutan, lanjut Harisson, kini tengah diisolasi di tempat khusus. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat Pak Dekan kembali negatif,” harapnya.

Dokter M Asroruddin merupakan seorang dokter spesialis mata. Diduga yang bersangkutan tertular dari pasien yang berobat atau yang berkonsultasi penyakit mata selama praktik. “Jadi itu masih kami telusuri terus dari mana Pak Dekan ini tertular,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian ini, dinas kesehatan telah melakukan penelusuran kontak terhadap orang-orang yang berada di sekitar dr. M Asroruddin. Meski hasilnya banyak yang dinyatakan negatif dengan rapid test, namun tetap akan dilakukan penelusuran kontak termasuk terhadap seluruh pasien konfirmasi lainnya.

Terpisah, Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Garuda Wiko membenarkan kabar tentang Dekan FK Untan dr. M Asroruddin yang dinyatakan positif Covid-19. Ia mendoakan bawahannya tersebut segera sembuh dan terbebas dari Covid-19.

“Sebagaimana yang diinformasikan oleh Kadis Kesehatan Provinsi (Kalbar), benar bahwa Dekan FK positif Covid-19,” kata Garuda, Sabtu (2/5) malam.

Baca Juga :  Targetkan 226.104 Anak Imunisasi Campak Rubella

Menurutnya, kondisi Asroruddin saat ini cukup baik. Yang bersangkutan tengah menjalani perawatan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. “Kita doakan dapat segera sembuh,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi  penyebaran Covid-19, kata Garuda, saat ini telah dilakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan Asroruddin. Semuanya telah menjalani pemeriksaan rapid test.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar juga mengumumkan tiga tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di Kalbar, Jumat (1/5). Ketiga kasus terbaru itu merupakan tenaga medis di salah satu RS di Kota Pontianak. Dengan tiga kasus tersebut ditambah dengan tiga kasus yang baru maka sudah ada enam kasus positif yang melibatkan tenaga medis di provinsi ini.

Melihat tingkat resiko ketertularan yang tinggi terhadap para dokter, Harisson menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sudah menganjurkan agar para dokter tidak membuka praktik. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Jadi tidak berjumpa dengan pasiennya. Dokter diperbolehkan memanfaatkan (teknologi), seperti telemedicine atau menggunakan WA chat atau pokoknya menggunakan teknologi informasi,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/