alexametrics
25 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Ketika Lelong Masuk Mal

Puluhan lapak penjual sepatu dan pakaian branded bekas menggelar dagangannya di Gaia Bumi Raya Mall. Sepatu dan pakaian bekas yang familiar dengan sebutan lelong di kalangan para remaja, mendadak ‘naik kelas’.

—-

Lelong yang biasanya dijual di lapak atau kios pinggir jalan, kini telah menjamah pusat perbelanjaan besar. Tak main-main, bahkan mal terbesar di Kalbar turut memfasilitasinya.

Kegiatan yang dinamakan TOTR (Thrift On The Road) ini, telah digelar sebanyak tiga kali. Namun, gelaran ketiga ini spesial karena digelar di dalam sebuah mall besar. Lapak penjual lelong ternama di kalangan remaja Indonesia pun turut ambil bagian.

Sebut saja RAW88 yang namanya sangat populer di kalangan pelapak nasional, turut ambil bagian dengan menyewa enam lapak. Kemudian ada juga lapak terkenal lain seperti Bang Kumis, Partitur Thrifstore, dan lainnya. Berbagai barang second dengan merk terkenal dijual disini. Dari Adidas, Nike, Vans, New Balance hingga Dr Marteens dijual di TOTR.

Baca Juga :  Dewan Dorong Pemberi Cicilan Kredit Ditangguhkan
Alvin, Owner RAW88

Alvin, sang pemilik RAW88 menyambut gembira kegiatan TOTR. Menurut Alvin, sepatu dan pakaian second bisa menjadi fashion alternatif kala menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain harganya jauh lebih murah, model dan gayanya pun tak ketinggalan dengan yang tengah trend sekarang ini.

“Sepatu dan pakaian bekas ini memfasilitasi para anak muda yang ingin mengikuti trend dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Alvin saat ditemui di lapaknya.

“Dengan digelarnya TOTR di mall terbesar di Kalbar ini, imej lelong menjadi naik kelas. Terlebih lagi, promosi dan penjualan dengan metode online, menambah luas pasar lelong ke seluruh Indonesia,” tambah Alvin.

Dikatakan Alvin, kegiatan ini turut membantu ekonomi para pelapak ditengah badai pandemi. Alvin menjamin, harga yang dijual sangat terjangkau, jauh dari harga yang ada di pasaran. Membeli sepatu bekas, tak hanya memotivasi orang untuk bergaya semata, fungsi sepatu sebagai alat olahraga juga memotivasi orang untuk giat berolahraga.

Baca Juga :  Transformasi BRI untuk Bertahan Saat Ini & Terus Bertumbuh di Masa Mendatang

“Sepatu bekas yang dipakai, tak hanya untuk bergaya, sebagian dipakai untuk berolahraga. Di masa pandemi, penjualan sepatu olahraga turut meningkat, sepertinya mulai banyak yang peduli akan kesehatan,” tutur Alvin lagi.

Alvin berpendapat, membeli barang bekas juga dapat menyelamatkan dunia. Peningkatan produksi sepatu dan pakaian dunia semakin bertambah setiap tahunnya, otomatis sampah di dunia juga bertambah.

“Kita berusaha mengurangi jumlah sampah di dunia dengan menggunakan barang bekas. Selain bisa bergaya, kita juga dapat menyelamatkan lingkungan,” tutup Alvin. (ndo)

Puluhan lapak penjual sepatu dan pakaian branded bekas menggelar dagangannya di Gaia Bumi Raya Mall. Sepatu dan pakaian bekas yang familiar dengan sebutan lelong di kalangan para remaja, mendadak ‘naik kelas’.

—-

Lelong yang biasanya dijual di lapak atau kios pinggir jalan, kini telah menjamah pusat perbelanjaan besar. Tak main-main, bahkan mal terbesar di Kalbar turut memfasilitasinya.

Kegiatan yang dinamakan TOTR (Thrift On The Road) ini, telah digelar sebanyak tiga kali. Namun, gelaran ketiga ini spesial karena digelar di dalam sebuah mall besar. Lapak penjual lelong ternama di kalangan remaja Indonesia pun turut ambil bagian.

Sebut saja RAW88 yang namanya sangat populer di kalangan pelapak nasional, turut ambil bagian dengan menyewa enam lapak. Kemudian ada juga lapak terkenal lain seperti Bang Kumis, Partitur Thrifstore, dan lainnya. Berbagai barang second dengan merk terkenal dijual disini. Dari Adidas, Nike, Vans, New Balance hingga Dr Marteens dijual di TOTR.

Baca Juga :  Berburu Merek Luar di Lelong
Alvin, Owner RAW88

Alvin, sang pemilik RAW88 menyambut gembira kegiatan TOTR. Menurut Alvin, sepatu dan pakaian second bisa menjadi fashion alternatif kala menyambut Hari Raya Idul Fitri. Selain harganya jauh lebih murah, model dan gayanya pun tak ketinggalan dengan yang tengah trend sekarang ini.

“Sepatu dan pakaian bekas ini memfasilitasi para anak muda yang ingin mengikuti trend dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Alvin saat ditemui di lapaknya.

“Dengan digelarnya TOTR di mall terbesar di Kalbar ini, imej lelong menjadi naik kelas. Terlebih lagi, promosi dan penjualan dengan metode online, menambah luas pasar lelong ke seluruh Indonesia,” tambah Alvin.

Dikatakan Alvin, kegiatan ini turut membantu ekonomi para pelapak ditengah badai pandemi. Alvin menjamin, harga yang dijual sangat terjangkau, jauh dari harga yang ada di pasaran. Membeli sepatu bekas, tak hanya memotivasi orang untuk bergaya semata, fungsi sepatu sebagai alat olahraga juga memotivasi orang untuk giat berolahraga.

Baca Juga :  Pemerintah Luncurkan Uang Istimewa Pecahan Rp75.000

“Sepatu bekas yang dipakai, tak hanya untuk bergaya, sebagian dipakai untuk berolahraga. Di masa pandemi, penjualan sepatu olahraga turut meningkat, sepertinya mulai banyak yang peduli akan kesehatan,” tutur Alvin lagi.

Alvin berpendapat, membeli barang bekas juga dapat menyelamatkan dunia. Peningkatan produksi sepatu dan pakaian dunia semakin bertambah setiap tahunnya, otomatis sampah di dunia juga bertambah.

“Kita berusaha mengurangi jumlah sampah di dunia dengan menggunakan barang bekas. Selain bisa bergaya, kita juga dapat menyelamatkan lingkungan,” tutup Alvin. (ndo)

Most Read

Artikel Terbaru

/