alexametrics
26 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Kluster Pernikahan di Sekadau, Tiga Warga Meninggal

PONTIANAK – Kabupaten Sekadau mencatatkan peningkatan kasus harian Covid-19 yang tinggi sebanyak 54 orang pada, Minggu (2/5). Dari jumlah kasus tersebut bahkan ada tiga orang yang dikabarkan meninggal dunia dari kluster penularan Covid-19 yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, peningkatan kasus di Kabupaten Sekadau disebabkan oleh satu kluster pesta pernikahan. Dalam pesta pernikahan tersebut diduga tidak melaksanakan protokol kesehatan (prokes dangn baik. “Jadi kluster pesta pernikahan (di) barak (karyawan sawit), jadi semua undangan dilakukan tracing dan swab tes,” kata Harisson kepada awak media, Minggu (2/5) malam.

Adapun keluarga-keluarga yang mengikuti acara pesta pernikahan tersebut terdiri dari beberapa desa. Di antaranya asal Desa Tapang Semadak, Desa Gonis Tekam dan Desa Tapang Perodah. Sementara pelaksanaan pesta pernikahannya sendiri sudah seminggu yang lalu.

Baca Juga :  Jumlah Positif Covid-19 Singkawang Jadi 17 Kasus

“Ada yang positif lalu dilakukan tracing ke semua yang ikut menghadiri acara tersebut. (desa) Tapang Semadak berbatasan dengan Sintang. Barak itu maksudnya barak karyawan sawit. Tapi undangan banyak dari masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dari keterangan Kadis Kesehatan Sintang menurut Harisson sudah ada tiga orang warga yang meninggal dari kluster pernihakan tersebut. Yakni satu pasangan suami istri asal Desa Tapang Semadak. Dan satu orang dari Desa Gonis Tekam.

“Satu orang wanita meninggal di Sekadau, kemarin meninggal suaminya di RSUD Soedarso. Hari ini meninggal satu dari Gonis Tekam yang dirawat di RSUD Sekadau,” paparnya.

Sementara secara umum peningkatan kasus harian Covid-19 di Kalbar, kemarin ada sebanyak 95 orang. Dimana sembilan orang di antaranya harus dirawat di RS. Selain di Sekadau, penambahan kasus tersebut terjadi di Kota Pontianak sebanyak 13 orang, Bengkayang dua orang, Kayong Utara tiga orang, Mempawah enam orang, Sambas dua orang dan Melawi  15 orang.

Baca Juga :  Pemkot Pontianak Lawan Covid-19 , Alokasikan Dana Rp46,4 M

Sementara untuk kasus positif yang telah dinyatakan sembuh ada sebanyak 73 orang. Terdiri dari sembilan orang di Pontianak, lima orang di Kubu Raya, 12 orang di Ketapang, dua orang di Landak, sembilan orang di Singkawang, empat orang di Sambas, tujuh orang di Bengkayang, enam orang di Sanggau, dua orang di Sekadau, 15 orang di Sintang dan masing-masing satu orang di Mempawah dan luar wilayah Kalbar.

“Dengan demikian per 2 Mei 2021, total kasus konfirmasi (positif Covid-19 di Kalbar) sebanyak 7.931 orang, kasus sembuh 6.901 orang atau 87,01 persen dan meninggal 46 orang atau 0,58 persen,” pungkasnya. (bar)

PONTIANAK – Kabupaten Sekadau mencatatkan peningkatan kasus harian Covid-19 yang tinggi sebanyak 54 orang pada, Minggu (2/5). Dari jumlah kasus tersebut bahkan ada tiga orang yang dikabarkan meninggal dunia dari kluster penularan Covid-19 yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, peningkatan kasus di Kabupaten Sekadau disebabkan oleh satu kluster pesta pernikahan. Dalam pesta pernikahan tersebut diduga tidak melaksanakan protokol kesehatan (prokes dangn baik. “Jadi kluster pesta pernikahan (di) barak (karyawan sawit), jadi semua undangan dilakukan tracing dan swab tes,” kata Harisson kepada awak media, Minggu (2/5) malam.

Adapun keluarga-keluarga yang mengikuti acara pesta pernikahan tersebut terdiri dari beberapa desa. Di antaranya asal Desa Tapang Semadak, Desa Gonis Tekam dan Desa Tapang Perodah. Sementara pelaksanaan pesta pernikahannya sendiri sudah seminggu yang lalu.

Baca Juga :  April 2021, 213 Kasus Positif Covid-19 di Kapuas

“Ada yang positif lalu dilakukan tracing ke semua yang ikut menghadiri acara tersebut. (desa) Tapang Semadak berbatasan dengan Sintang. Barak itu maksudnya barak karyawan sawit. Tapi undangan banyak dari masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dari keterangan Kadis Kesehatan Sintang menurut Harisson sudah ada tiga orang warga yang meninggal dari kluster pernihakan tersebut. Yakni satu pasangan suami istri asal Desa Tapang Semadak. Dan satu orang dari Desa Gonis Tekam.

“Satu orang wanita meninggal di Sekadau, kemarin meninggal suaminya di RSUD Soedarso. Hari ini meninggal satu dari Gonis Tekam yang dirawat di RSUD Sekadau,” paparnya.

Sementara secara umum peningkatan kasus harian Covid-19 di Kalbar, kemarin ada sebanyak 95 orang. Dimana sembilan orang di antaranya harus dirawat di RS. Selain di Sekadau, penambahan kasus tersebut terjadi di Kota Pontianak sebanyak 13 orang, Bengkayang dua orang, Kayong Utara tiga orang, Mempawah enam orang, Sambas dua orang dan Melawi  15 orang.

Baca Juga :  Taiwan Terapkan Aturan Covid, Minta Warga Tak Panik Belanja

Sementara untuk kasus positif yang telah dinyatakan sembuh ada sebanyak 73 orang. Terdiri dari sembilan orang di Pontianak, lima orang di Kubu Raya, 12 orang di Ketapang, dua orang di Landak, sembilan orang di Singkawang, empat orang di Sambas, tujuh orang di Bengkayang, enam orang di Sanggau, dua orang di Sekadau, 15 orang di Sintang dan masing-masing satu orang di Mempawah dan luar wilayah Kalbar.

“Dengan demikian per 2 Mei 2021, total kasus konfirmasi (positif Covid-19 di Kalbar) sebanyak 7.931 orang, kasus sembuh 6.901 orang atau 87,01 persen dan meninggal 46 orang atau 0,58 persen,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/