alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

PLBN Aruk Geliatkan Ekonomi Daerah

PONTIANAK – Pemerintah terus meningkatkan fungsi Barang Milik Negara (BMN) untuk perekonomian daerah. Salah satu wujudnya adalah pembangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas yang memakan anggaran sebesar Rp 332,7 miliar.. Aset seluas 26,2 hektare ini menjadi pintu keluar masuk orang serta barang dan mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami berharap (PLBN) sudah bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia terutama yang di daerah perbatasan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Edward UP Nainggolan dalam konferensi pers virtual bertama Dukungan Aset Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Perekonomian Nasional.

Dia merinci, dari sisi lintas migrasi, PLBN Aruk membuat pergerakan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia untuk pulang ke Indonesia menjadi semakin lancar. Adapun arus keluar lewat PLBN Aruk tercatat 33,38 ribu orang. Sementara arus masuk lewat PLBN Aruk sebesar 49,85 ribu orang.

Baca Juga :  PLBN Aruk Waspadai Virus Wuhan

Kawasan ini juga dinilai berdampak langsung bagi masyarakat setempat, terutama para pelaku UMKM.  Di kompleks PLBN, terdapat kios-kios dan pasar yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Bahkan para konsumen UMKM di sini juga berasal dari warga jiran, Sarawak.

Untuk perdagangan luar negeri, PLBN menjadi pintu tambahan yang kian memperlancar ekspor dengan komoditas ekspor utama hasil pertanian, perkebunan, perikanan, manufaktur, dan lain-lain. Kendati dihantam pandemi Covid-19, setidaknya pada tahun 2020 ekspor produk-produk tersebut mencapai 524,01 ton dengan nilai Rp 4,5 miliar. Hubungan dagang ini diprediksi akan kian meningkat mengingat  Sambas merupakan sentra ekspor beras premium. Sementara Sarawak selama ini merupakan penyumbang terbesar ketiga PDB Malaysia.

Baca Juga :  Produktivitas Usaha Kian Meningkat

Tak kalah penting adalah sektor pariwisata. PLBN Aruk kian memudahkan akses pelancong asing untuk menuju tempat wisata di perbatasan yang menarik seperti Air Terjun Riam Merasap, Goa Santok, Riam Banokng, Pasar Wisata, Pantau Teluk Atong Temajuk, Konservasi Penyu Sebubus, Batu Bejulang Temajuk, dan Taman Wisata Mangrove di Sebubus.(ars)

PONTIANAK – Pemerintah terus meningkatkan fungsi Barang Milik Negara (BMN) untuk perekonomian daerah. Salah satu wujudnya adalah pembangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas yang memakan anggaran sebesar Rp 332,7 miliar.. Aset seluas 26,2 hektare ini menjadi pintu keluar masuk orang serta barang dan mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami berharap (PLBN) sudah bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia terutama yang di daerah perbatasan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Edward UP Nainggolan dalam konferensi pers virtual bertama Dukungan Aset Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Perekonomian Nasional.

Dia merinci, dari sisi lintas migrasi, PLBN Aruk membuat pergerakan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia untuk pulang ke Indonesia menjadi semakin lancar. Adapun arus keluar lewat PLBN Aruk tercatat 33,38 ribu orang. Sementara arus masuk lewat PLBN Aruk sebesar 49,85 ribu orang.

Baca Juga :  Harisson: PMI yang Masuk Kalbar Harus Pastikan Hasil PCR Negatif

Kawasan ini juga dinilai berdampak langsung bagi masyarakat setempat, terutama para pelaku UMKM.  Di kompleks PLBN, terdapat kios-kios dan pasar yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Bahkan para konsumen UMKM di sini juga berasal dari warga jiran, Sarawak.

Untuk perdagangan luar negeri, PLBN menjadi pintu tambahan yang kian memperlancar ekspor dengan komoditas ekspor utama hasil pertanian, perkebunan, perikanan, manufaktur, dan lain-lain. Kendati dihantam pandemi Covid-19, setidaknya pada tahun 2020 ekspor produk-produk tersebut mencapai 524,01 ton dengan nilai Rp 4,5 miliar. Hubungan dagang ini diprediksi akan kian meningkat mengingat  Sambas merupakan sentra ekspor beras premium. Sementara Sarawak selama ini merupakan penyumbang terbesar ketiga PDB Malaysia.

Baca Juga :  Ekspor di PLBN Aruk Kian Menggeliat, Perlu Dorong Produk Olahan

Tak kalah penting adalah sektor pariwisata. PLBN Aruk kian memudahkan akses pelancong asing untuk menuju tempat wisata di perbatasan yang menarik seperti Air Terjun Riam Merasap, Goa Santok, Riam Banokng, Pasar Wisata, Pantau Teluk Atong Temajuk, Konservasi Penyu Sebubus, Batu Bejulang Temajuk, dan Taman Wisata Mangrove di Sebubus.(ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/