alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Dewan Prihatin, 2.519 Calon Haji Kalbar Ditunda Keberangkatan

PONTIANAK—Kementriaan Agama (Kemenag) Fachrul Razi sudah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Jemaah Haji untuk tahun 2020/2021 atau 1441 Hijriah. Dampaknya sebanyak 2.519 Calon Haji asal Kalimantan Barat juga batal bertolak ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi pada tahun ini juga.

“Jujur, kami prihatin. Namun kita memang harus mematuhi. Sebab pembatalan juga erat kaitannya dengan sikap Pemerintah Arab Saudi, yang juga berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, baru-baru ini di Pontianak.

Prabasa menyebutkan bahwa pembatalan atau penundaan keberangkatan Jemaah Haji tahun 2020, cukup memunculkan kekecewaan mendalam. Bukan hanya calon jemaah haji yang akan berangkat, tetapi juga para keluarga. Apalagi ribuan dari mereka merupakan daftar tunggu dan usia sudah sepuh.

Baca Juga :  Wacana PLTN di Kalbar, Ingat Tragedi Nuklir Chernobyl dan Fukushima

Hanya, politisi Golkar Kalbar ini meminta penundaan ini dapat diterima dengan lapang dada seluruh komponen anak bangsa sebagai keputusan demi kebaikan bersama. Namun yang terpenting adalah bagaimana Kemenag Kalbar, Pemprov, Pemkab dan Pemkot bersama-sama tokoh masyarakat menjelaskan atau mensosialisasikan pembatalan kepada ribuan Calhaj dan keluarga.

”Ini yang mungkin membuat mereka bertanya-tanya,” ujarnya.

Prabasa menyebutkan bahwa penjelasan kepada keluarga dan Calhaj sangat penting disegerakan. Bisa saja dengan menyurati Calhaj atau bertandang langsung ke persatuan kelompok hajinya. Penundaan dijelaskan karena pandemi global Covid-19 masih ada. “Saya juga mendapat pertanyaan seperti ini dari keluarga dan calhaj di Kabupaten Sambas,” ucapnya.(den)

PONTIANAK—Kementriaan Agama (Kemenag) Fachrul Razi sudah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Jemaah Haji untuk tahun 2020/2021 atau 1441 Hijriah. Dampaknya sebanyak 2.519 Calon Haji asal Kalimantan Barat juga batal bertolak ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi pada tahun ini juga.

“Jujur, kami prihatin. Namun kita memang harus mematuhi. Sebab pembatalan juga erat kaitannya dengan sikap Pemerintah Arab Saudi, yang juga berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, baru-baru ini di Pontianak.

Prabasa menyebutkan bahwa pembatalan atau penundaan keberangkatan Jemaah Haji tahun 2020, cukup memunculkan kekecewaan mendalam. Bukan hanya calon jemaah haji yang akan berangkat, tetapi juga para keluarga. Apalagi ribuan dari mereka merupakan daftar tunggu dan usia sudah sepuh.

Baca Juga :  Diwarnai Pembakaran Ban, Massa Seruduk Gedung Dewan

Hanya, politisi Golkar Kalbar ini meminta penundaan ini dapat diterima dengan lapang dada seluruh komponen anak bangsa sebagai keputusan demi kebaikan bersama. Namun yang terpenting adalah bagaimana Kemenag Kalbar, Pemprov, Pemkab dan Pemkot bersama-sama tokoh masyarakat menjelaskan atau mensosialisasikan pembatalan kepada ribuan Calhaj dan keluarga.

”Ini yang mungkin membuat mereka bertanya-tanya,” ujarnya.

Prabasa menyebutkan bahwa penjelasan kepada keluarga dan Calhaj sangat penting disegerakan. Bisa saja dengan menyurati Calhaj atau bertandang langsung ke persatuan kelompok hajinya. Penundaan dijelaskan karena pandemi global Covid-19 masih ada. “Saya juga mendapat pertanyaan seperti ini dari keluarga dan calhaj di Kabupaten Sambas,” ucapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/