alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Harisson Kecewa Penanganan Kasus Covid-19 di Ketapang Lamban, Angka Kesembuhan Rendah

PONTIANAK-Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menyoroti penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Ketapang yang dinilai lamban. Tingkat kesembuhan di daerah tersebut masih sangat rendah yakni hanya 4,7 persen.

Ia menyebutkan tingkat kesembuhan kasus konfirmasi (Covid-19) di Kalbar sampai saat ini telah mencapai angka 39 persen. Yakni dari total 202 kasus yang ada, 79 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Tinggi atau rendahnya tingkat kesembuhan menurutnya tergantung penanganan di masing-masing daerah kabupaten/kota. Karena itu ia memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Ketapang yang tingkat kesembuhannya masih sangat rendah. Yakni dari total 21 kasus yang terjadi baru satu orang yang dinyatakan sembuh.

“Ini menurut saya perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang maupun Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap kasus konfirmasi Covid-19 ini kurang ya,” katanya Harisson kepada awak media, Rabu (3/6).

Ia mencontohkan seperti Kota Pontianak yang dinilai cukup berhasil menangani pasien Covid-19. Di ibu kota Kalbar ini angka kesembuhan telah mencapai 48 persen. Dimana ada 49 pasien yang sembuh dari total 101 kasus yang ada.

Baca Juga :  Digitalisasi Suburkan Bisnis Kedai Kopi¬†

Daerah lain, khsusnya Ketapang disarankan belajar dari Kota Pontianak. Dimana pemerintah setempat benar-benar menyediakan rumah singgah di Rusunawa yang dikelola dengan baik. Di sana ada para dokter dan perawat yang setiap hari memantau perkembangan pasien positif Covid-19. “Kemudian mereka benar-benar memperhatikan menu makanan yang baik. Di situ diberikan makanan bergizi seperti madu, alpukat, pepaya kemudian telur,” ujarnya.

Dengan pemberian makanan yang bergizi secara teratur, dikatakan Harisson sangat membantu proses kesembuhan para pasien Covid-19. Ia menekankan Pemkab Ketapang khususnya Dinas Kesehatan di sana benar-benar memberikan perhatian khusus pada kasus konfirmasi Covid-19. “Menurut saya Dinas Kesehatan Ketapang tidak memperhatikan kondisi pasien atau orang yang sekarang kasus konfirmasi Covid-19,” ucapnya.

Harisson bahkan menawarkan jika Dinas Kesehatan Ketapang tidak mampu menangani kasus konfirmasi Covid-19, pasien yang ada bisa dibawa ke Kota Pontianak. Dinkes Kalbar bisa membantu untuk merawat pasien ini agar ditangani secara serius. Dengan harapan pasien kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Ketapang itu pbisa cepat sembuh. “Saya juga memberikan perhatian dan peringatan kepada kabupaten lain yang angka kesembuhannya masih di bawah 20 persen, saya harapkan Dinas Kesehatan kabupaten/kota benar-benar memperhatikan kondisi kasus konfirmasi ini agar mereka cepat pulih dan cepat beraktivitas lagi seperti sediakala,” paparnya.

Baca Juga :  Bangun Masjid Dekat Ahmadiyah, Midji Pastikan Tak Ikut Campur Soal Akidah

Ia mengatakan di Kabupaten Ketapang kasus yang terjadi sebenarnya banyak Orang Tanpa Gejala (OTG). Akan tetapi untuk benar-benar sembuh dan virus di dalam tubuhnya hilang, imunitas pasien tersebut harus benar-benar baik. Dalam penanganannya bisa diintervensi lebih dalam oleh pemerintah setempat. “Berikan mereka perhatian baik dari gizi maupun obat-obatan, dari hal kecil, gizi mereka harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai mereka tidak kita berikan asupan gizi yang baik,” pungkasnya. (bar)

PONTIANAK-Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menyoroti penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Ketapang yang dinilai lamban. Tingkat kesembuhan di daerah tersebut masih sangat rendah yakni hanya 4,7 persen.

Ia menyebutkan tingkat kesembuhan kasus konfirmasi (Covid-19) di Kalbar sampai saat ini telah mencapai angka 39 persen. Yakni dari total 202 kasus yang ada, 79 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Tinggi atau rendahnya tingkat kesembuhan menurutnya tergantung penanganan di masing-masing daerah kabupaten/kota. Karena itu ia memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Ketapang yang tingkat kesembuhannya masih sangat rendah. Yakni dari total 21 kasus yang terjadi baru satu orang yang dinyatakan sembuh.

“Ini menurut saya perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang maupun Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap kasus konfirmasi Covid-19 ini kurang ya,” katanya Harisson kepada awak media, Rabu (3/6).

Ia mencontohkan seperti Kota Pontianak yang dinilai cukup berhasil menangani pasien Covid-19. Di ibu kota Kalbar ini angka kesembuhan telah mencapai 48 persen. Dimana ada 49 pasien yang sembuh dari total 101 kasus yang ada.

Baca Juga :  Kisruh Dewan Terpilih; Belum Dilantik,¬† Nama Hendri Kembali Tercoret

Daerah lain, khsusnya Ketapang disarankan belajar dari Kota Pontianak. Dimana pemerintah setempat benar-benar menyediakan rumah singgah di Rusunawa yang dikelola dengan baik. Di sana ada para dokter dan perawat yang setiap hari memantau perkembangan pasien positif Covid-19. “Kemudian mereka benar-benar memperhatikan menu makanan yang baik. Di situ diberikan makanan bergizi seperti madu, alpukat, pepaya kemudian telur,” ujarnya.

Dengan pemberian makanan yang bergizi secara teratur, dikatakan Harisson sangat membantu proses kesembuhan para pasien Covid-19. Ia menekankan Pemkab Ketapang khususnya Dinas Kesehatan di sana benar-benar memberikan perhatian khusus pada kasus konfirmasi Covid-19. “Menurut saya Dinas Kesehatan Ketapang tidak memperhatikan kondisi pasien atau orang yang sekarang kasus konfirmasi Covid-19,” ucapnya.

Harisson bahkan menawarkan jika Dinas Kesehatan Ketapang tidak mampu menangani kasus konfirmasi Covid-19, pasien yang ada bisa dibawa ke Kota Pontianak. Dinkes Kalbar bisa membantu untuk merawat pasien ini agar ditangani secara serius. Dengan harapan pasien kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Ketapang itu pbisa cepat sembuh. “Saya juga memberikan perhatian dan peringatan kepada kabupaten lain yang angka kesembuhannya masih di bawah 20 persen, saya harapkan Dinas Kesehatan kabupaten/kota benar-benar memperhatikan kondisi kasus konfirmasi ini agar mereka cepat pulih dan cepat beraktivitas lagi seperti sediakala,” paparnya.

Baca Juga :  Kelab Malam Didenda Rp1 Juta

Ia mengatakan di Kabupaten Ketapang kasus yang terjadi sebenarnya banyak Orang Tanpa Gejala (OTG). Akan tetapi untuk benar-benar sembuh dan virus di dalam tubuhnya hilang, imunitas pasien tersebut harus benar-benar baik. Dalam penanganannya bisa diintervensi lebih dalam oleh pemerintah setempat. “Berikan mereka perhatian baik dari gizi maupun obat-obatan, dari hal kecil, gizi mereka harus benar-benar diperhatikan, jangan sampai mereka tidak kita berikan asupan gizi yang baik,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/