alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Menuju New Normal, ASN Pemkot Jalani Rapid Test

Sebanyak 430 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak menjalani rapid test massal. Rapid test yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak ini merupakan gelombang kedua pasca seluruh ASN kembali bekerja di kantor secara normal sejak sepekan lalu.

“Rapid test kali ini kami prioritaskan kepada ASN saja. Nanti kalau alat rapid yang kita punya sudah memadai baru kita menyasar target lainnya, seperti pekerja kontrak dan masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Selasa (2/6).

Diakuinya saat ini jumlah alat rapid test yang dimiliki Pemkot hanya mencapai lima ribu pcs, sehingga penggunaannya pun cenderung terbatas. Selain itu, apabila nantinya ditemukan ASN yang hasil rapid test nya reaktif otomatis sesuai SOP, mereka akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sembari menunggu hasil swab keluar guna mengantisipasi terjadinya penularan sesama ASN.

Di tempat sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Multi Junto Batarendro menyambut baik komitmen Wali Kota yang akan melakukan rapid test kepada seluruh ASN Pemkot Pontianak.  Menurutnya, pegawai merupakan contoh dari masyarakat. Mudah-mudahan saja rapid yang dilakukan, semua hasilnya non reaktif. Dengan begitu, mereka sudah membuktikan telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Baca Juga :  Kasus Karhutla Dilimpahkan Awal Desember

Usai pelaksanaan rapid ini, tim dari Dinas Kesehatan kembali melakukan rapid ke semua OPD secara bertahap. Termasuk kawan-kawan honor dan kontrak diminta dia juga dilakukan rapid test. Apa yang dilakukan sebagai antisipasi karena virus ini bisa dibawa siapa saja. Termasuk tenaga kontrak dan honor. Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta masyarakat mulai membiasakan diri dengan tatanan kehidupan normal baru. Diakuinya, selama ini memang pembatasan aktivitas di Kota Pontianak telah dilakukan sejak Maret hingga Mei 2020. Hal tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Menurutnya, masyarakat juga harus dibiasakan untuk tidak berdempetan sehingga bisa terbiasa dengan pola kehidupan baru. Dengan demikian diharapkan perekonomian akan bergerak. “Kita akan kerahkan semua unsur untuk terus mengedukasi masyarakat, tujuannya supaya masyarakat memahaminya,” tuturnya. Diakuinya, pihaknya gencar menggelar rapid test sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19.

Baca Juga :  93 ASN Ikuti Ujian Kenaikan Pangkat

Dengan tujuan untuk mengetahui sebaran pandemi Covid-19 di Kota Pontianak. Meskipun banyak hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif, akan tetapi setelah dilakukan terapi dengan kedisiplinan hasilnya menunjukkan non reaktif. “Jika ditemukan hasil rapid test reaktif maka akan diminta untuk isolasi mandiri. Sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak bisa dikendalikan,” ungkapnya. Saat ini, lanjutnya, tinggal bagaimana penerapan tatanan hidup normal yang baru terkait rumah makan, restoran, warung kopi dan sekolah serta lokasi olahraga masyarakat. Tentu kuncinya adalah kedisiplinan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.(iza)

Sebanyak 430 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak menjalani rapid test massal. Rapid test yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Pontianak ini merupakan gelombang kedua pasca seluruh ASN kembali bekerja di kantor secara normal sejak sepekan lalu.

“Rapid test kali ini kami prioritaskan kepada ASN saja. Nanti kalau alat rapid yang kita punya sudah memadai baru kita menyasar target lainnya, seperti pekerja kontrak dan masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Selasa (2/6).

Diakuinya saat ini jumlah alat rapid test yang dimiliki Pemkot hanya mencapai lima ribu pcs, sehingga penggunaannya pun cenderung terbatas. Selain itu, apabila nantinya ditemukan ASN yang hasil rapid test nya reaktif otomatis sesuai SOP, mereka akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sembari menunggu hasil swab keluar guna mengantisipasi terjadinya penularan sesama ASN.

Di tempat sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Multi Junto Batarendro menyambut baik komitmen Wali Kota yang akan melakukan rapid test kepada seluruh ASN Pemkot Pontianak.  Menurutnya, pegawai merupakan contoh dari masyarakat. Mudah-mudahan saja rapid yang dilakukan, semua hasilnya non reaktif. Dengan begitu, mereka sudah membuktikan telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

Baca Juga :  Pelatihan Manajemen Stres untuk ASN

Usai pelaksanaan rapid ini, tim dari Dinas Kesehatan kembali melakukan rapid ke semua OPD secara bertahap. Termasuk kawan-kawan honor dan kontrak diminta dia juga dilakukan rapid test. Apa yang dilakukan sebagai antisipasi karena virus ini bisa dibawa siapa saja. Termasuk tenaga kontrak dan honor. Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta masyarakat mulai membiasakan diri dengan tatanan kehidupan normal baru. Diakuinya, selama ini memang pembatasan aktivitas di Kota Pontianak telah dilakukan sejak Maret hingga Mei 2020. Hal tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Menurutnya, masyarakat juga harus dibiasakan untuk tidak berdempetan sehingga bisa terbiasa dengan pola kehidupan baru. Dengan demikian diharapkan perekonomian akan bergerak. “Kita akan kerahkan semua unsur untuk terus mengedukasi masyarakat, tujuannya supaya masyarakat memahaminya,” tuturnya. Diakuinya, pihaknya gencar menggelar rapid test sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19.

Baca Juga :  BRI Jalin Kerja Sama Pembayaran Tabungan Pensiun Bersama Taspen

Dengan tujuan untuk mengetahui sebaran pandemi Covid-19 di Kota Pontianak. Meskipun banyak hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif, akan tetapi setelah dilakukan terapi dengan kedisiplinan hasilnya menunjukkan non reaktif. “Jika ditemukan hasil rapid test reaktif maka akan diminta untuk isolasi mandiri. Sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak bisa dikendalikan,” ungkapnya. Saat ini, lanjutnya, tinggal bagaimana penerapan tatanan hidup normal yang baru terkait rumah makan, restoran, warung kopi dan sekolah serta lokasi olahraga masyarakat. Tentu kuncinya adalah kedisiplinan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/