alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Berharap Operasional PAUD akan Tetap Berjalan

Pemkot Serahkan Bantuan Anggaran untuk PAUD

Pemerintah Kota Pontianak memberikan bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kota itu. Ada 216 lembaga PAUD yang menerima bantuan itu. Rinciannya 191 PAUD Swasta, 24 PAUD PKK dan 1 PAUD PKK Percontohan.

RAMSES TOBING, Pontianak

WALI Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan BOP untuk PAUD itu dari dana alokasi khusus (DAK) Non Fisik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bantuan yang disalurkan terbagi dalam dua tahap. Bantuan tahap pertama yang disalurkan senilai Rp2,8 miliar lebih.

Menurutnya, bantuan itu untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan dalam penyelenggaraan PAUD yang berkualitas.

“Harapanya bantuan itu bisa digunakan secara optimal untuk penyelenggaraan PAUD yang berkualitas,” kata Edi usai penyerahan bantuan di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (2/7).

Baca Juga :  FIFGROUP Pontianak 2 Bagikan Sembako ke Warga Terdampak

Besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah siswa di masing-masing PAUD sehingga jumlahnya pun tidak sama antara satu dan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan bisa digunakan untuk membantu proses pembelajaran daring atau online seperti operasional internet. Selain itu, juga untuk memenuhi perlengkapan dalam rangka mengatasi Covid-19 seperti masker, sabun dan hand sanitizer.

“Kami berharap dengan bantuan tersebut operasional PAUD akan tetap berjalan,” ucapnya.

Edi menjelaskan bahwa PAUD memegang peranan penting sebagai tempat pendidikan dasar bagi anak usia dini untuk membangun karakter dan kecerdasan sebelum masuk ke jenjang sekolah dasar. Beberapa PAUD di lapangan, pengelolan maupun sarananya sudah sesuai standar. Namun ada juga yang masih memanfaatkan rumah warga sebagai sarana pendidilkan sementara.

“Sehingga harus dicarikan solusi agar PAUD tersebut menempati bangunan yang layak,” ungkapnya.

Pihaknya sudah melakukan inventarisasi terhadap keberadaan PAUD. Bagi PAUD yang dikelola PKK, bisa dengan memanfaatkan lahan pemerintah yang tidak terpakai. “Terutama kawasan yang padat penduduk dan sebagian besar masyarakatnya berpenghasilan rendah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sosialisasi Bunda PAUD Kalbar, Penguatan Peran Lembaga pada Pendidikan Anak Usia Dini

Kepala PAUD Selayar, Ersi menuturkan, bantuan operasional yang diterima pihaknya tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini bantuan lebih banyak diperuntukkan untuk penanganan pandemi Covid-19 bagi siswa-siswa PAUD.

“Seperti membeli alat-alat kebersihan berupa masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan sebagainya,” ucapnya.

Bantuan operasional ini, lanjutnya lagi, juga sangat membantu dalam membiayai honor para guru PAUD. Apalagi alokasi tersebut sudah dianggarkan dalam BOP PAUD. Seperti diketahui bahwa di masa pandemi ini sekolah diliburkan atau belajar di rumah sehingga ada PAUD yang tidak menarik biaya SPP.

“Alhamdulillah dengan adanya BOP kami bisa mengalokasikan honor guru yang mengajar di PAUD kami,” pungkasnya. (*)

 

Pemkot Serahkan Bantuan Anggaran untuk PAUD

Pemerintah Kota Pontianak memberikan bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kota itu. Ada 216 lembaga PAUD yang menerima bantuan itu. Rinciannya 191 PAUD Swasta, 24 PAUD PKK dan 1 PAUD PKK Percontohan.

RAMSES TOBING, Pontianak

WALI Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan BOP untuk PAUD itu dari dana alokasi khusus (DAK) Non Fisik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bantuan yang disalurkan terbagi dalam dua tahap. Bantuan tahap pertama yang disalurkan senilai Rp2,8 miliar lebih.

Menurutnya, bantuan itu untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan dalam penyelenggaraan PAUD yang berkualitas.

“Harapanya bantuan itu bisa digunakan secara optimal untuk penyelenggaraan PAUD yang berkualitas,” kata Edi usai penyerahan bantuan di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (2/7).

Baca Juga :  Pengelolaan PAUD Sangat Penting

Besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah siswa di masing-masing PAUD sehingga jumlahnya pun tidak sama antara satu dan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan bisa digunakan untuk membantu proses pembelajaran daring atau online seperti operasional internet. Selain itu, juga untuk memenuhi perlengkapan dalam rangka mengatasi Covid-19 seperti masker, sabun dan hand sanitizer.

“Kami berharap dengan bantuan tersebut operasional PAUD akan tetap berjalan,” ucapnya.

Edi menjelaskan bahwa PAUD memegang peranan penting sebagai tempat pendidikan dasar bagi anak usia dini untuk membangun karakter dan kecerdasan sebelum masuk ke jenjang sekolah dasar. Beberapa PAUD di lapangan, pengelolan maupun sarananya sudah sesuai standar. Namun ada juga yang masih memanfaatkan rumah warga sebagai sarana pendidilkan sementara.

“Sehingga harus dicarikan solusi agar PAUD tersebut menempati bangunan yang layak,” ungkapnya.

Pihaknya sudah melakukan inventarisasi terhadap keberadaan PAUD. Bagi PAUD yang dikelola PKK, bisa dengan memanfaatkan lahan pemerintah yang tidak terpakai. “Terutama kawasan yang padat penduduk dan sebagian besar masyarakatnya berpenghasilan rendah,” imbuhnya.

Baca Juga :  Aplikasi Bunda PAUD; Lokasinya Semakin Mudah Dicari

Kepala PAUD Selayar, Ersi menuturkan, bantuan operasional yang diterima pihaknya tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini bantuan lebih banyak diperuntukkan untuk penanganan pandemi Covid-19 bagi siswa-siswa PAUD.

“Seperti membeli alat-alat kebersihan berupa masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan sebagainya,” ucapnya.

Bantuan operasional ini, lanjutnya lagi, juga sangat membantu dalam membiayai honor para guru PAUD. Apalagi alokasi tersebut sudah dianggarkan dalam BOP PAUD. Seperti diketahui bahwa di masa pandemi ini sekolah diliburkan atau belajar di rumah sehingga ada PAUD yang tidak menarik biaya SPP.

“Alhamdulillah dengan adanya BOP kami bisa mengalokasikan honor guru yang mengajar di PAUD kami,” pungkasnya. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/