alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Membentuk Paradigma Sehat dari Desa

  • Apresiasi Inisiasi ‘Desa Berdaya Sehat’ oleh Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya
  • Sekjen Tinjau UPT Puskesmas Rasau Jaya

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Kesehatan, drg Oscar Primadi MPH menyampaikan pembangunan kesehatan fokus pada Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga Indonesia dalam fokus pembangunan kesehatan tersebut.

Germas tidak hanya menyasar persoalan kesehatan masyarakat di kota, tetapi juga di desa. “Saya apresiasi, adik-adik, Pemuda Muhammadiyah yang me-launching Desa Berdaya Sehat. Ini bagian dari Germas. Bagaimana kita menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat,” ujar Oscar, usai launching Desa Berdaya Sehat, inisiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya di Desa Rasau Jaya I, Sabtu (31/8).

Launching ditandai dengan pemukulan gong oleh Oscar, yang disaksikan langsung Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs H Ria Norsan MM MH; Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson MKes, Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam; Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Ajie Kurniawan SKepNers; serta seluruh undangan. Selain launching, dilakukan pula penyerahan simbolis bibit ikan, penanaman pohon, dan kampanye gerakan makan ikan.

Dalam penguatan pelayanan kesehatan, para petugas puskesmas sudah jemput bola, tidak lagi diam menunggu pasien di puskesmas, tetapi bergerak ke luar melihat kondisi di lingkungannya. “Desa punya sumberdaya luar biasa. Ada dana desa, pembangunan berbasis pada desa. Tinggal menggerakan, semua potensi disatukan. Kami harap adik-adik pemuda ini ikut bersinergi dengan puskesmas agar sumberdaya yang ada dapat dimanfaatkan optimal,” katanya.

Baca Juga :  Generasi Muda Sehat Cerdas

Menurutnya, kiprah Muhammadiyah pada republik ini sudah banyak. “Sudah saatnya menyasar pada level yang lebih grassroot. Muhammadiyah punya banyak sekolah dan rumah sakit. Sekarang bagaimana dapat memberdayakan masyarakat di bawah. Seperti visi bapak presiden, SDM unggul Indonesia maju,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyampaikan, Kalbar memiliki 3.021 desa, tetapi hanya satu yang dikategorikan sebagai desa mandiri. Desa maju dan berkembang ada 100 lebih, sisanya desa tertinggal.

“Kami berupaya maksimal lima tahun kedepan setidaknya memiliki 200 desa mandiri, bekerjasama dengan TNI, Polri, dan masyarakat. Alhamdulillah, satu tahun kami bergerak, melihat data kementerian desa, Insya Allah, Kalbar akan memiliki 86 desa mandiri,” jelasnya.

Ia dan gubernur konsen memajukan pembangunan desa, menggerakan pembangunan Indonesia dari pinggiran. Norsan mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemuda Muhammadiyah. “Kegiatan ini, supaya Desa Rasau Jaya I ini kategori sehat. Dibagikan juga bibit ikan, agar gemar makan ikan, supaya tidak ada lagi stunting dan gizi buruk,” katanya.

Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam mewakili Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi keterlibatan semua elemen pemuda dalam kegiatan tersebut. Pemkab membuka diri, menunggu ide kreatif dari masyarakat untuk memajukan Kubu Raya.

“Visi misi Kubu Raya sudah diformulasikan terkait support terhadap kesehatan dan kehidupan sosial. Atensi bapak Bupati terhadap kesehatan ibu hamil dan anak balita sangat tinggi,” ujarnya.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Ajie Kurniawan menyampaikan, Desa Berdaya Sehat menjadi terobosan mereka yang sejalan dengan visi misi Gubernur Kalbar dalam menciptakan desa mandiri.

Baca Juga :  Api Menjalar ke Permukiman Penduduk, Asrama Mahasiswa Nyaris Terbakar

“Kami dari Pemuda Muhammadiyah ambil sisi kesehatan dan pendidikan. Pada sisi kesehatan, kami menjadi pelopor, menstimulan masyarakat. Role modelnya Desa Rasau Jaya I, poin utama kami membangun Paradigma Sehat masyarakat dalam upaya promotif dan preventif. Jangan tunggu sakit dulu baru ke puskesmas,” jelasnya.

Tinjau Puskesmas

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi dan jajaran didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson meninjau dan berdialog dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Rasau Jaya, usai launching Desa Berdaya Sehat.

Kadis Kesehatan Kalbar mengapresiasi Puskesmas Rasau Jaya yang sudah meraih akreditasi Utama. Menurutnya, tidak mudah bagi puskesmas untuk meraih akreditasi tersebut. Ia berharap, dalam re-akreditasi, Puskesmas Rasau Jaya bisa meningkatkan akreditasi tersebut menjadi Paripurna.

“Jangan sampai kita kalah dengan di Jawa. Tetapi kalau sudah akreditasi Paripurna, akan lebih repot. Karena akan banyak tamu yang belajar ke sini,” ujarnya.

Ia pun berharap agar cakupan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) bisa mencapai 100 persen di Puskesmas Rasau Jaya. “Jangan sampai kita terlewat, tahunya malah dari media,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Kemenkes RI, Oscar Primadi menilai di puskesmas tidak kekurangan lagi sumberdaya manusia dan metode. Dalam pendataan melalui PIS-PK, ia berharap, data tersebut tidak hanya disetor ke dinas kesehatan atau pusat.

“Tolong dianalisa. Kalau melihat data, indeks sehat Kubu Raya belum begitu mengembirakan. Tapi, status pendataannya sudah lumayan. PIS-PK bukan sekedar soal data, tetapi juga intervensi kesehatan terpadu,” pungkasnya. (mde)

FOTO BERSAMA: Penerima bibit ikan foto bersama Sekjen Kemenkes, Wakil Gubernur Kalbar, Sekda Kubu Raya, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, dan pejabat lain.
KESEHATAN: Launching Desa Berdaya Sehat juga dirangkaikan penyuluhan kesehatan gigi dan pemeriksaan kesehatan penyakit tidak menular.
  • Apresiasi Inisiasi ‘Desa Berdaya Sehat’ oleh Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya
  • Sekjen Tinjau UPT Puskesmas Rasau Jaya

SEKRETARIS Jenderal Kementerian Kesehatan, drg Oscar Primadi MPH menyampaikan pembangunan kesehatan fokus pada Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup warga Indonesia dalam fokus pembangunan kesehatan tersebut.

Germas tidak hanya menyasar persoalan kesehatan masyarakat di kota, tetapi juga di desa. “Saya apresiasi, adik-adik, Pemuda Muhammadiyah yang me-launching Desa Berdaya Sehat. Ini bagian dari Germas. Bagaimana kita menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat,” ujar Oscar, usai launching Desa Berdaya Sehat, inisiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya di Desa Rasau Jaya I, Sabtu (31/8).

Launching ditandai dengan pemukulan gong oleh Oscar, yang disaksikan langsung Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs H Ria Norsan MM MH; Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson MKes, Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam; Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Ajie Kurniawan SKepNers; serta seluruh undangan. Selain launching, dilakukan pula penyerahan simbolis bibit ikan, penanaman pohon, dan kampanye gerakan makan ikan.

Dalam penguatan pelayanan kesehatan, para petugas puskesmas sudah jemput bola, tidak lagi diam menunggu pasien di puskesmas, tetapi bergerak ke luar melihat kondisi di lingkungannya. “Desa punya sumberdaya luar biasa. Ada dana desa, pembangunan berbasis pada desa. Tinggal menggerakan, semua potensi disatukan. Kami harap adik-adik pemuda ini ikut bersinergi dengan puskesmas agar sumberdaya yang ada dapat dimanfaatkan optimal,” katanya.

Baca Juga :  Bantu Mahasiswa Rantau dengan Uang Elektronik dan Sembako

Menurutnya, kiprah Muhammadiyah pada republik ini sudah banyak. “Sudah saatnya menyasar pada level yang lebih grassroot. Muhammadiyah punya banyak sekolah dan rumah sakit. Sekarang bagaimana dapat memberdayakan masyarakat di bawah. Seperti visi bapak presiden, SDM unggul Indonesia maju,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyampaikan, Kalbar memiliki 3.021 desa, tetapi hanya satu yang dikategorikan sebagai desa mandiri. Desa maju dan berkembang ada 100 lebih, sisanya desa tertinggal.

“Kami berupaya maksimal lima tahun kedepan setidaknya memiliki 200 desa mandiri, bekerjasama dengan TNI, Polri, dan masyarakat. Alhamdulillah, satu tahun kami bergerak, melihat data kementerian desa, Insya Allah, Kalbar akan memiliki 86 desa mandiri,” jelasnya.

Ia dan gubernur konsen memajukan pembangunan desa, menggerakan pembangunan Indonesia dari pinggiran. Norsan mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemuda Muhammadiyah. “Kegiatan ini, supaya Desa Rasau Jaya I ini kategori sehat. Dibagikan juga bibit ikan, agar gemar makan ikan, supaya tidak ada lagi stunting dan gizi buruk,” katanya.

Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam mewakili Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi keterlibatan semua elemen pemuda dalam kegiatan tersebut. Pemkab membuka diri, menunggu ide kreatif dari masyarakat untuk memajukan Kubu Raya.

“Visi misi Kubu Raya sudah diformulasikan terkait support terhadap kesehatan dan kehidupan sosial. Atensi bapak Bupati terhadap kesehatan ibu hamil dan anak balita sangat tinggi,” ujarnya.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, Ajie Kurniawan menyampaikan, Desa Berdaya Sehat menjadi terobosan mereka yang sejalan dengan visi misi Gubernur Kalbar dalam menciptakan desa mandiri.

Baca Juga :  Midji : Masyarakat Jangan Panik

“Kami dari Pemuda Muhammadiyah ambil sisi kesehatan dan pendidikan. Pada sisi kesehatan, kami menjadi pelopor, menstimulan masyarakat. Role modelnya Desa Rasau Jaya I, poin utama kami membangun Paradigma Sehat masyarakat dalam upaya promotif dan preventif. Jangan tunggu sakit dulu baru ke puskesmas,” jelasnya.

Tinjau Puskesmas

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi dan jajaran didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson meninjau dan berdialog dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Rasau Jaya, usai launching Desa Berdaya Sehat.

Kadis Kesehatan Kalbar mengapresiasi Puskesmas Rasau Jaya yang sudah meraih akreditasi Utama. Menurutnya, tidak mudah bagi puskesmas untuk meraih akreditasi tersebut. Ia berharap, dalam re-akreditasi, Puskesmas Rasau Jaya bisa meningkatkan akreditasi tersebut menjadi Paripurna.

“Jangan sampai kita kalah dengan di Jawa. Tetapi kalau sudah akreditasi Paripurna, akan lebih repot. Karena akan banyak tamu yang belajar ke sini,” ujarnya.

Ia pun berharap agar cakupan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) bisa mencapai 100 persen di Puskesmas Rasau Jaya. “Jangan sampai kita terlewat, tahunya malah dari media,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Kemenkes RI, Oscar Primadi menilai di puskesmas tidak kekurangan lagi sumberdaya manusia dan metode. Dalam pendataan melalui PIS-PK, ia berharap, data tersebut tidak hanya disetor ke dinas kesehatan atau pusat.

“Tolong dianalisa. Kalau melihat data, indeks sehat Kubu Raya belum begitu mengembirakan. Tapi, status pendataannya sudah lumayan. PIS-PK bukan sekedar soal data, tetapi juga intervensi kesehatan terpadu,” pungkasnya. (mde)

FOTO BERSAMA: Penerima bibit ikan foto bersama Sekjen Kemenkes, Wakil Gubernur Kalbar, Sekda Kubu Raya, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, dan pejabat lain.
KESEHATAN: Launching Desa Berdaya Sehat juga dirangkaikan penyuluhan kesehatan gigi dan pemeriksaan kesehatan penyakit tidak menular.

Most Read

Artikel Terbaru

/