alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Ingatkan Kepala Sekolah untuk Waspada

PONTIANAK – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat Mujiono mengingatkan kepala sekolah jangan lengah saat mengawasi pembelajaran tatap muka. Hal itu disampaikannya berkaitan dengan temuan kasus Covid-19 pada siswa di sejumlah daerah di luar Kalimantan Barat.

“Kepala sekolah jangan lengah untuk memantau pembelajaran tatap muka meski hanya berlangsung dua jam di sekolah,” kata Mujiono di Pontianak, kemarin.

Ia mengakui resiko sangat tinggi akan dihadapi ketika pembelajaran tatap muka (PTM) digelar. Oleh karena itu jangan lalai dengan penerapan protokol kesehatan. Sebab virus corona terus bermutasi.

Meski demikian Dinas Pendidikan dikatakan Mujiono juga ikut memantau. Pemantauan itu dilakukan tim pengawas sekolah. Namun ada juga dari tim monitor evaluasi yang turun ke sekolah untuk memantau aktivitas belajar di sekolah apakah menerapkan protokol kesehatan atau tidak.

Baca Juga :  25 Ton Beras Golkar Untuk Warga Kalbar

“Termasuk ketika saya turun dalam kegiatan asesmen nasional. Sekaligus memantau bagaimana protokol kesehatan diterapkan di sekolah. Jangan sampai kendor,” jelas Mujiono.

Mujiono meyakini jika pihak sekolah sudah memahami pentingnya protokol kesehatan sebab tidak ingin ditemukannya kasus Covid-19 di sekolah. Namun, jika ada maka PTM bisa saja diberhentikan sementara tapi tidak untuk keseluruhan sekolah.

“Bisa saja pada satu kelas itu saja yang ditemukan kasus Covid-19,” terang Mujiono.

Ia melanjutkan tes acak kepada siswa dan guru di sekolah sudah dilakukan. Tes itu dilakukan pada sekolah menengah atas di seputaran Kota Pontianak. “Sudah dilakukan , disamping itu, ikuti aturan dan tetap jaga protokol kesehatan,” pungkasnya. (mse)

Baca Juga :  Sekda Kayong Utara Minta Setiap Kepala Sekolah Beride Besar

PONTIANAK – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat Mujiono mengingatkan kepala sekolah jangan lengah saat mengawasi pembelajaran tatap muka. Hal itu disampaikannya berkaitan dengan temuan kasus Covid-19 pada siswa di sejumlah daerah di luar Kalimantan Barat.

“Kepala sekolah jangan lengah untuk memantau pembelajaran tatap muka meski hanya berlangsung dua jam di sekolah,” kata Mujiono di Pontianak, kemarin.

Ia mengakui resiko sangat tinggi akan dihadapi ketika pembelajaran tatap muka (PTM) digelar. Oleh karena itu jangan lalai dengan penerapan protokol kesehatan. Sebab virus corona terus bermutasi.

Meski demikian Dinas Pendidikan dikatakan Mujiono juga ikut memantau. Pemantauan itu dilakukan tim pengawas sekolah. Namun ada juga dari tim monitor evaluasi yang turun ke sekolah untuk memantau aktivitas belajar di sekolah apakah menerapkan protokol kesehatan atau tidak.

Baca Juga :  Sekda Kayong Utara Minta Setiap Kepala Sekolah Beride Besar

“Termasuk ketika saya turun dalam kegiatan asesmen nasional. Sekaligus memantau bagaimana protokol kesehatan diterapkan di sekolah. Jangan sampai kendor,” jelas Mujiono.

Mujiono meyakini jika pihak sekolah sudah memahami pentingnya protokol kesehatan sebab tidak ingin ditemukannya kasus Covid-19 di sekolah. Namun, jika ada maka PTM bisa saja diberhentikan sementara tapi tidak untuk keseluruhan sekolah.

“Bisa saja pada satu kelas itu saja yang ditemukan kasus Covid-19,” terang Mujiono.

Ia melanjutkan tes acak kepada siswa dan guru di sekolah sudah dilakukan. Tes itu dilakukan pada sekolah menengah atas di seputaran Kota Pontianak. “Sudah dilakukan , disamping itu, ikuti aturan dan tetap jaga protokol kesehatan,” pungkasnya. (mse)

Baca Juga :  Babinsa Benua Melayu Darat Bersama Satgas PPKM Mikro Kelurahan Monitoring Posko Covid-19 Tingkat RT

Most Read

Artikel Terbaru

/