alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Lansia Tervaksinasi Baru Capai 13,55 Persen

PONTIANAK – Cakupan vaksinasi warga lanjut usia (lansia) di Kalimantan Barat masih rendah. Menurut data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) yang dilansir Dinas Kesehatan Kalbar per 1 Oktober 2021, cakupan vaksinasi lansia baru mencapai 13,55 persen untuk dosis pertama dan 10,39 persen untuk dosis kedua.

“Jumlah total sasaran mencapai 350.692 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson kepada Pontianak Post, kemarin. Cakupan tertinggi ada di Kota Pontianak yang mencapai 33,71 persen untuk dosis pertama dan 23 persen untuk dosis kedua. Sedangkan yang terendah ada di Kabupaten Mempawah dengan cakupan 6,94 persen untuk dosis pertama dan 4,36 persen untuk dosis kedua.

Baca Juga :  11.600 Nakes Lansia Mulai Divaksinasi

Melalui media massa, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson sebelumnya telah berkali-kali mendorong pemerintah daerah untuk menggenjot vaksinasi, termasuk untuk warga lansia. Hal ini agar kekebalan kelompok (herd immunity) segera terbentuk.

Harisson telah meminta masing-masing kabupaten/kota untuk menghabiskan stok vaksin dan segera melapor ke Kementerian Kesehatan melalui aplikasi SMILE. Hal ini agar jika stok vaksinnya kurang, maka akan segera ditambah oleh kementerian kesehatan. Stok vaksin memang belakangan menjadi keluhan sejumlah pemerintah daerah.

Terpisah, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Usman Kansong. menyebutkan, sejalan dengan semangat peringatan Hari Lansia Internasional setiap 1 Oktober, pemerintah terus berupaya menggencarkan vaksinasi lansia dengan memanfaatkan ketersediaan stok vaksin Covid-19 di tanah air.

Baca Juga :  Sejarah Besar Indonesia, Greysia/Apriyani Raih Emas Olimpiade

“Hari Lansia Internasional adalah momentum untuk kita semakin peduli dan memperhatikan para keluarga dan anggota masyarakat sekitar kita yang sudah lanjut usia. Mari kita dukung dan bantu perlindungan kesehatan mereka, dengan cara percepatan vaksinasi, agar terhindar dari gejala berat bahkan akibat buruk lain dari virus Covid-19,” katanya.

Caranya, masyarakat dapat membantu para lansia mengakses lokasi vaksinasi, mengawal kesehatan mereka, serta menghindarkan para lansia dari paparan informasi yang tidak benar terkait vaksinasi. Per 30 September, menurut Usman, baru sekitar 30% warga lansia mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Di dalamnya, sekitar 20% telah mendapatkan suntikan vaksin lengkap.  (ron)

PONTIANAK – Cakupan vaksinasi warga lanjut usia (lansia) di Kalimantan Barat masih rendah. Menurut data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) yang dilansir Dinas Kesehatan Kalbar per 1 Oktober 2021, cakupan vaksinasi lansia baru mencapai 13,55 persen untuk dosis pertama dan 10,39 persen untuk dosis kedua.

“Jumlah total sasaran mencapai 350.692 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson kepada Pontianak Post, kemarin. Cakupan tertinggi ada di Kota Pontianak yang mencapai 33,71 persen untuk dosis pertama dan 23 persen untuk dosis kedua. Sedangkan yang terendah ada di Kabupaten Mempawah dengan cakupan 6,94 persen untuk dosis pertama dan 4,36 persen untuk dosis kedua.

Baca Juga :  Robo-robo Telah Usai, Warga Masih Berburu Produk Lelong

Melalui media massa, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson sebelumnya telah berkali-kali mendorong pemerintah daerah untuk menggenjot vaksinasi, termasuk untuk warga lansia. Hal ini agar kekebalan kelompok (herd immunity) segera terbentuk.

Harisson telah meminta masing-masing kabupaten/kota untuk menghabiskan stok vaksin dan segera melapor ke Kementerian Kesehatan melalui aplikasi SMILE. Hal ini agar jika stok vaksinnya kurang, maka akan segera ditambah oleh kementerian kesehatan. Stok vaksin memang belakangan menjadi keluhan sejumlah pemerintah daerah.

Terpisah, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Usman Kansong. menyebutkan, sejalan dengan semangat peringatan Hari Lansia Internasional setiap 1 Oktober, pemerintah terus berupaya menggencarkan vaksinasi lansia dengan memanfaatkan ketersediaan stok vaksin Covid-19 di tanah air.

Baca Juga :  Berharap Masa Kerja Guru Honorer jadi Pertimbangan Penerimaan PPPK

“Hari Lansia Internasional adalah momentum untuk kita semakin peduli dan memperhatikan para keluarga dan anggota masyarakat sekitar kita yang sudah lanjut usia. Mari kita dukung dan bantu perlindungan kesehatan mereka, dengan cara percepatan vaksinasi, agar terhindar dari gejala berat bahkan akibat buruk lain dari virus Covid-19,” katanya.

Caranya, masyarakat dapat membantu para lansia mengakses lokasi vaksinasi, mengawal kesehatan mereka, serta menghindarkan para lansia dari paparan informasi yang tidak benar terkait vaksinasi. Per 30 September, menurut Usman, baru sekitar 30% warga lansia mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama. Di dalamnya, sekitar 20% telah mendapatkan suntikan vaksin lengkap.  (ron)

Most Read

Artikel Terbaru

/