alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Demplot Pertanian Lahan Tanpa Bakar di Desa Wajok Hilir

DESA Wajok Hilir merupakan lahan basah, yaitu tanah gambut. Desa Wajok Hilir memiliki jenis tanah gambut yang cukup luas. Saat ini lahan gambut di Desa Wajok Hilir diketahui terjadi penurunan kualitas lahan, karena sering terjadi kekeringan lahan. Beberapa upaya restorasi pada wilayah gambut adalah penanaman kembali (revegetasi) dan peningkatan  kesejahteraan masyarakata dengan meningkatkan mata pencaharian masyarakat (revitalisasi).

Dalam rangka perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada tanggal 30 Juni 2020, Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari Dosen dari beberapa Fakultas di Universitas Tanjungpura melaksanakan praktek demplot pertanian keladi kepada Mitra dan masyarakat di Desa Wajok Hilir yang merupakan salah satu program dalam kegiatan PKM yang berjudul Pembasahan Lahan Gambut Secara Partisipatif.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Kalbar Dorong UKM Pasarkan Produk di Marketplace
Penyuluhan pengolahan hasil pertanian keladi kepada Warga Desa Wajok Hilir, Dokumentasi 18 Maret 2020

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dana hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Riset, Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Skim Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Tim pelaksana PKM yang terdiri dari Dr. Henny Herawati, S.T., M.T., Dr. Tatang Abdurrahman, S.P., M.P, Dr. Ir. Kartini, M.T dan Dr. Aji Ali Akbar, M.Si.,. menjelaskan mengenai metode pertanian lahan tanpa bakar dalam hal ini adalah pertanian keladi.

Kegiatan pembuatan biochar dengan menggunakan drum pembakaran, dokumentasi 15 Juni 2020

Untuk memperoleh biochar yang berbentuk arang guna meningkatkan kesuburan tanah, dilakukan dengan menggunakan alat berupa drum pembakaran melalui metode pembakaran minim oksigen (pirolisis). Bahan bakar berasal dari bahan biomassa yang tersedia di sekitar lahan dari sisa hasil tanaman sehingga dapat memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum termanfaatkan.

Baca Juga :  Liberikayong jadi Kopi Pertama Varietas Lokal Kalbar
Mitra sangat antusias mengikuti praktek pembuatan demplot pertanian keladi, dokumentasi 30 Juni 2020

Untuk memperoleh hasil pertanian keladi yang baik pada saat penanaman bibit di media tanam perlu dilobagi terlebih dahulu. Selain itu untuk mengendalikan tinggi muka air di lahan, perlu dibuat bedengan sebagai media tempat tanaman dan dengan pengaturan muka air dengan membuat irigasi yang terkendali dengan baik.

Kegiatan PKM ini bertujuan agar masyakarat dapat memperoleh pengetahuan tentang budidaya pertanian tanpa melakukan pengolahan lahan dengan membakar lahan. Kegiatan praktek ini juga diawalin dengan pelatihan dan penyuluhan yang dilaksanakan pada awal bulan maret 2020 lalu sebelum masa pandemic covid terjadi.

Diharapkan dimasa yang akan datang, lahan gambut dapat lebih produktif dan tetap terjaga kualitasnya.**

DESA Wajok Hilir merupakan lahan basah, yaitu tanah gambut. Desa Wajok Hilir memiliki jenis tanah gambut yang cukup luas. Saat ini lahan gambut di Desa Wajok Hilir diketahui terjadi penurunan kualitas lahan, karena sering terjadi kekeringan lahan. Beberapa upaya restorasi pada wilayah gambut adalah penanaman kembali (revegetasi) dan peningkatan  kesejahteraan masyarakata dengan meningkatkan mata pencaharian masyarakat (revitalisasi).

Dalam rangka perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pada tanggal 30 Juni 2020, Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang terdiri dari Dosen dari beberapa Fakultas di Universitas Tanjungpura melaksanakan praktek demplot pertanian keladi kepada Mitra dan masyarakat di Desa Wajok Hilir yang merupakan salah satu program dalam kegiatan PKM yang berjudul Pembasahan Lahan Gambut Secara Partisipatif.

Baca Juga :  Umumkan Pemenang Sayembara Desain Logo HUT, Ini Logo Hari Jadi ke-126 BRI 
Penyuluhan pengolahan hasil pertanian keladi kepada Warga Desa Wajok Hilir, Dokumentasi 18 Maret 2020

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dana hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Riset, Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Skim Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Tim pelaksana PKM yang terdiri dari Dr. Henny Herawati, S.T., M.T., Dr. Tatang Abdurrahman, S.P., M.P, Dr. Ir. Kartini, M.T dan Dr. Aji Ali Akbar, M.Si.,. menjelaskan mengenai metode pertanian lahan tanpa bakar dalam hal ini adalah pertanian keladi.

Kegiatan pembuatan biochar dengan menggunakan drum pembakaran, dokumentasi 15 Juni 2020

Untuk memperoleh biochar yang berbentuk arang guna meningkatkan kesuburan tanah, dilakukan dengan menggunakan alat berupa drum pembakaran melalui metode pembakaran minim oksigen (pirolisis). Bahan bakar berasal dari bahan biomassa yang tersedia di sekitar lahan dari sisa hasil tanaman sehingga dapat memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini belum termanfaatkan.

Baca Juga :  Liberikayong jadi Kopi Pertama Varietas Lokal Kalbar
Mitra sangat antusias mengikuti praktek pembuatan demplot pertanian keladi, dokumentasi 30 Juni 2020

Untuk memperoleh hasil pertanian keladi yang baik pada saat penanaman bibit di media tanam perlu dilobagi terlebih dahulu. Selain itu untuk mengendalikan tinggi muka air di lahan, perlu dibuat bedengan sebagai media tempat tanaman dan dengan pengaturan muka air dengan membuat irigasi yang terkendali dengan baik.

Kegiatan PKM ini bertujuan agar masyakarat dapat memperoleh pengetahuan tentang budidaya pertanian tanpa melakukan pengolahan lahan dengan membakar lahan. Kegiatan praktek ini juga diawalin dengan pelatihan dan penyuluhan yang dilaksanakan pada awal bulan maret 2020 lalu sebelum masa pandemic covid terjadi.

Diharapkan dimasa yang akan datang, lahan gambut dapat lebih produktif dan tetap terjaga kualitasnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/