23.9 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Kelihaian Teknologi, Tingkatan PAD Kalbar

PONTIANAK–Tahun 2021 baru sehari lewat. Meskipun demikian, perjalanan pemerintah harus tetap kontinyu. Salah satunya bagaimana memaksimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk periode baru ini. Masalahnya target sebelumnya ternyata lebih rendah jika dibandingkan potensi diperoleh. Pemprov Kalbar diminta membuat terobosan dalam memaksimalkan pajak, retribusi daerah dan pajak lain meskipun tengah didera Pagebluk Covid-19.

“Kami (DPRD Kalbar) tidak berhenti untuk terus mendorong Pemprov Kalbar meninggalkan cara-cara konvensional mendulang PAD bagi Kalbar khusus sektor pajak, retribusi daerah dan lainnya,” kata Martinus Sudarno, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalbar, beberapa waktu lalu.
Dia menyampaikan bahwa cara-cara konvensional dalam mendulang PAD pada masa lalu sudah seharusnya diganti dnegan cara progresif. Tentunya memanfaatkan teknologi kekinian, modern dan saling terhubung di Kalimantan Barat. “Dengan teknologi, saya optimis apa yang belum kita gali dari sektor pendapatan akan melahirkan hal baru lagi,” tukas dia.

Baca Juga :  Warga Rusunawa Terima Bantuan Beras

Untuk pemanfaatan teknologi hendaknya diimbangi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khusus dalam bentuk operasionalnya seperti apa. Sebab, ke depan sektor-sektor pajak dan retribusi daerah tudak akan terlepas dengan teknologi terbaru. Makanya, siap tidak siap, teknologi menjadi hal utama wajib dikuasai. “Kami dukung,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Kalbar bersama DPRD Kalabr menetapkan keputusan Persetujuan Raperda APBD Tahun Anggaran 2021 pada akhir Nopember 2020.

Wagub Kalbar, Ria Norsan menyebutkan APBD 2021 mencapai Rp7 triliun. Susunannya jumlah pendapatan ditargetkan sebesat Rp6.68 triliun. Belanja Anggaran Belanja Daerah Rp7.03 triliun. Untuk Penerimaan Pembiayaan Daerah dan estimasi Sisa Lebih Perhitungan (Silpa) 2020 ditargetkan Rp410 miliar.

Komposisi pengeluaran Pembiayaan Daerah dialokasikan penyertaan dalam bentuk modal atau investasi Pemda Rp55 miliar. Pembiayaan Netto sebesar Rp355 miliar.(den)

Baca Juga :  Polda Kalbar Didemo Masa Tanyakan Kasus Korupsi Jalan Tebas dan BP2TD Mempawah

PONTIANAK–Tahun 2021 baru sehari lewat. Meskipun demikian, perjalanan pemerintah harus tetap kontinyu. Salah satunya bagaimana memaksimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk periode baru ini. Masalahnya target sebelumnya ternyata lebih rendah jika dibandingkan potensi diperoleh. Pemprov Kalbar diminta membuat terobosan dalam memaksimalkan pajak, retribusi daerah dan pajak lain meskipun tengah didera Pagebluk Covid-19.

“Kami (DPRD Kalbar) tidak berhenti untuk terus mendorong Pemprov Kalbar meninggalkan cara-cara konvensional mendulang PAD bagi Kalbar khusus sektor pajak, retribusi daerah dan lainnya,” kata Martinus Sudarno, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalbar, beberapa waktu lalu.
Dia menyampaikan bahwa cara-cara konvensional dalam mendulang PAD pada masa lalu sudah seharusnya diganti dnegan cara progresif. Tentunya memanfaatkan teknologi kekinian, modern dan saling terhubung di Kalimantan Barat. “Dengan teknologi, saya optimis apa yang belum kita gali dari sektor pendapatan akan melahirkan hal baru lagi,” tukas dia.

Baca Juga :  Kawat Layangan Hantam Jaringan Listrik, Padam Tak Dapat Dihindari

Untuk pemanfaatan teknologi hendaknya diimbangi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khusus dalam bentuk operasionalnya seperti apa. Sebab, ke depan sektor-sektor pajak dan retribusi daerah tudak akan terlepas dengan teknologi terbaru. Makanya, siap tidak siap, teknologi menjadi hal utama wajib dikuasai. “Kami dukung,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov Kalbar bersama DPRD Kalabr menetapkan keputusan Persetujuan Raperda APBD Tahun Anggaran 2021 pada akhir Nopember 2020.

Wagub Kalbar, Ria Norsan menyebutkan APBD 2021 mencapai Rp7 triliun. Susunannya jumlah pendapatan ditargetkan sebesat Rp6.68 triliun. Belanja Anggaran Belanja Daerah Rp7.03 triliun. Untuk Penerimaan Pembiayaan Daerah dan estimasi Sisa Lebih Perhitungan (Silpa) 2020 ditargetkan Rp410 miliar.

Komposisi pengeluaran Pembiayaan Daerah dialokasikan penyertaan dalam bentuk modal atau investasi Pemda Rp55 miliar. Pembiayaan Netto sebesar Rp355 miliar.(den)

Baca Juga :  Warga Rusunawa Terima Bantuan Beras

Most Read

Artikel Terbaru

/