alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Satu Pasien Diisolasi di Soedarso

Dia (pasien) bukan positif corona, namun karena standar gejalanya mirip akhirnya diisolasi kemudian diperiksa.

Harisson, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalbar

Idap Gejala Mirip Corona

PONTIANAK – Saat ini ada satu pasien yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso. Statusnya dalam tahap pengawasan pneumonia novel corona. Pasien tersebut merupakan warga Pontianak yang baru saja pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia pada Jumat (31/1) lalu.

Hal ini dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalbar, Harisson, Senin (3/1) siang. Menurutnya, saat itu pasien pulang dalam keadaan sakit dan langsung dibawa berobat ke Rumas Sakit Mitra Medika pada 1 Februari. Setelah itu, pasien dirujuk ke RSUD Soedarso.

“Mengingat kondisi pasien mengalami batuk, pilek, pneumonia dan yang bersangkutan juga punya riwayat baru pulang dari luar negeri maka saat ini pasien dirawat di ruang Isolasi,” jelasnya.

Kendati demikian, Harisson menjelaskan bahwa pasien tersebut saat ini belum dipastikan positif atau negatif mengidap virus corona. Hanya saja yang bersangkutan memiliki gejala yang mirip dengan virus yang pertama kali ditularkan dari negeri tirai bambu tersebut.

“Dia (pasien) bukan positif corona, namun karena standar gejalanya mirip akhirnya diisolasi kemudian diperiksa,” ujarnya. Harisson memaparkan setidaknya ada empat tahapan dalam menentukan apakah seseorang bisa dikatakan positif atau negatif mengidap virus corona.

Pertama, tahap pemantauan yaitu dimana seseorang mengidap gejala batuk, flu, serta pneumonia. Kedua, ketika seseorang memiliki gejala penyakit seperti di tahap satu, ditambah memiliki riwayat perjalan luar negeri terutama dari negara terjangkit. Ketiga tahap probabel, yakni ada kejanggalan dan harus dilakukan pemeriksaan konfirmasi laboratorium terlebih dulu. Keempat adalah tahap konfirmasi dimana keputusan akhir apakah seseorang positif atau negatif terkena virus corona.

Baca Juga :  Terbaru, Sembilan Warga Sanggau Positif Covid-19

“Sementara untuk pasien yang dirawat ini masih dalam tahap kedua, yakni pengawasan karena yang bersangkutan memiliki gejala yang sama serta memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Saat ini kondisi pasien sendiri sudah cenderung stabil dan sudah menunjukkan proses penyembuhan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan saat ini data spesifik terkait pemeriksaan pasien tersebut sudah dikirim ke Jakarta untuk dipastikan oleh kementerian kesehatan. “Insyaallah besok (4/2) kita bisa dapat konfirmasinya dari pusat terkait positif atau negatif (mengidap virus corona),” ujarnya.

Mengapa harus menunggu konfirmasi dari pusat? Harisson mengatakan untuk saat ini pengecekan (positif atau negatif) memang hanya dapat dilakukan di Jakarta. Untuk memastikan virus corona atau bukan, diperlukan alat reagen khusus yang hanya tersedia di Jakarta.

“Karena kasus ini (virus corona) kasus baru. Baru dilaporkan oleh China pada pada 31 Desember 2019. Bahkan Jakarta saja hampir tidak punya (reagen),” ungkapnya.

Kirim Pasukan Amankan Natuna

Sebanyak satu kompi atau sekitar 100 prajurit dari Batalyon Komando (Yonko) 465 Paskhas Brajamusti berangkat menuju Natuna, Kepulauan Riau, Senin (3/2) sekitar pukul 10.30 WIB. Pasukan elite TNI yang bermarkas di Lanud Supadio, Kubu Raya tersebut terbang menggunakan pesawat Hercules.  Mereka ditugasi untuk mempertebal pengamanan terkait kepulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang dikarantina di Natuna.

Baca Juga :  Manajemen BSM Pulangkan TKA Mereka

Danyonko 465 Paskhas Brajamusti, Letkol Pas Jhoni Immanuel L yang memimpin langsung prajurit selama berada di Natuna mengatakan keberangkatan kali ini merupakan lanjutan setelah tertunda dari jadwal sebelumnya, Minggu (2/2) sore. “Kita berangkat hari ini untuk melakukan pengamanan kepulangan WNI dari China, serta melakukan pengamanan di wilayah Lanud di Natuna,” ujarnya.

Beberapa persiapan guna melakukan pengamanan juga sudah dipersiapkan. Salah satunya adalah dengan membawa berbagai perlengkapan dan peralatan penanggulangan huru-hara (PHH).

“Dari informasi yang kita dapat di Natuna saat ini, memang masih ada beberapa aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat setempat terkait penolakan Natuna dijadikan tempat karantina WNI yang pulang dari China. Maka dari itu, kita dapat perintah untuk melakukan penebalan di sana,” jelasnya.

Jhoni mengaku belum dapat memastikan berapa lama ia dan anggotanya akan berada di Natuna. Yang pasti mereka akan kembali setelah kondisi di Natuna dinyatakan aman. “Bisa seminggu, bisa sebulan. Pokoknya sampai di sana dinyatakan kondusif,” tutupnya. (sig)

Dia (pasien) bukan positif corona, namun karena standar gejalanya mirip akhirnya diisolasi kemudian diperiksa.

Harisson, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalbar

Idap Gejala Mirip Corona

PONTIANAK – Saat ini ada satu pasien yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso. Statusnya dalam tahap pengawasan pneumonia novel corona. Pasien tersebut merupakan warga Pontianak yang baru saja pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia pada Jumat (31/1) lalu.

Hal ini dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Kalbar, Harisson, Senin (3/1) siang. Menurutnya, saat itu pasien pulang dalam keadaan sakit dan langsung dibawa berobat ke Rumas Sakit Mitra Medika pada 1 Februari. Setelah itu, pasien dirujuk ke RSUD Soedarso.

“Mengingat kondisi pasien mengalami batuk, pilek, pneumonia dan yang bersangkutan juga punya riwayat baru pulang dari luar negeri maka saat ini pasien dirawat di ruang Isolasi,” jelasnya.

Kendati demikian, Harisson menjelaskan bahwa pasien tersebut saat ini belum dipastikan positif atau negatif mengidap virus corona. Hanya saja yang bersangkutan memiliki gejala yang mirip dengan virus yang pertama kali ditularkan dari negeri tirai bambu tersebut.

“Dia (pasien) bukan positif corona, namun karena standar gejalanya mirip akhirnya diisolasi kemudian diperiksa,” ujarnya. Harisson memaparkan setidaknya ada empat tahapan dalam menentukan apakah seseorang bisa dikatakan positif atau negatif mengidap virus corona.

Pertama, tahap pemantauan yaitu dimana seseorang mengidap gejala batuk, flu, serta pneumonia. Kedua, ketika seseorang memiliki gejala penyakit seperti di tahap satu, ditambah memiliki riwayat perjalan luar negeri terutama dari negara terjangkit. Ketiga tahap probabel, yakni ada kejanggalan dan harus dilakukan pemeriksaan konfirmasi laboratorium terlebih dulu. Keempat adalah tahap konfirmasi dimana keputusan akhir apakah seseorang positif atau negatif terkena virus corona.

Baca Juga :  Peduli Pencegahan Covid-19; PT Mitra Andalan Sejahtera Salurkan Bantuan

“Sementara untuk pasien yang dirawat ini masih dalam tahap kedua, yakni pengawasan karena yang bersangkutan memiliki gejala yang sama serta memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Saat ini kondisi pasien sendiri sudah cenderung stabil dan sudah menunjukkan proses penyembuhan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan saat ini data spesifik terkait pemeriksaan pasien tersebut sudah dikirim ke Jakarta untuk dipastikan oleh kementerian kesehatan. “Insyaallah besok (4/2) kita bisa dapat konfirmasinya dari pusat terkait positif atau negatif (mengidap virus corona),” ujarnya.

Mengapa harus menunggu konfirmasi dari pusat? Harisson mengatakan untuk saat ini pengecekan (positif atau negatif) memang hanya dapat dilakukan di Jakarta. Untuk memastikan virus corona atau bukan, diperlukan alat reagen khusus yang hanya tersedia di Jakarta.

“Karena kasus ini (virus corona) kasus baru. Baru dilaporkan oleh China pada pada 31 Desember 2019. Bahkan Jakarta saja hampir tidak punya (reagen),” ungkapnya.

Kirim Pasukan Amankan Natuna

Sebanyak satu kompi atau sekitar 100 prajurit dari Batalyon Komando (Yonko) 465 Paskhas Brajamusti berangkat menuju Natuna, Kepulauan Riau, Senin (3/2) sekitar pukul 10.30 WIB. Pasukan elite TNI yang bermarkas di Lanud Supadio, Kubu Raya tersebut terbang menggunakan pesawat Hercules.  Mereka ditugasi untuk mempertebal pengamanan terkait kepulangan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang dikarantina di Natuna.

Baca Juga :  Ajak Alumni STM 2 Pontianak Bangun Masjid Al-Fatah

Danyonko 465 Paskhas Brajamusti, Letkol Pas Jhoni Immanuel L yang memimpin langsung prajurit selama berada di Natuna mengatakan keberangkatan kali ini merupakan lanjutan setelah tertunda dari jadwal sebelumnya, Minggu (2/2) sore. “Kita berangkat hari ini untuk melakukan pengamanan kepulangan WNI dari China, serta melakukan pengamanan di wilayah Lanud di Natuna,” ujarnya.

Beberapa persiapan guna melakukan pengamanan juga sudah dipersiapkan. Salah satunya adalah dengan membawa berbagai perlengkapan dan peralatan penanggulangan huru-hara (PHH).

“Dari informasi yang kita dapat di Natuna saat ini, memang masih ada beberapa aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat setempat terkait penolakan Natuna dijadikan tempat karantina WNI yang pulang dari China. Maka dari itu, kita dapat perintah untuk melakukan penebalan di sana,” jelasnya.

Jhoni mengaku belum dapat memastikan berapa lama ia dan anggotanya akan berada di Natuna. Yang pasti mereka akan kembali setelah kondisi di Natuna dinyatakan aman. “Bisa seminggu, bisa sebulan. Pokoknya sampai di sana dinyatakan kondusif,” tutupnya. (sig)

Most Read

Artikel Terbaru

/