alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Enam SMP Percontohan Belajar Tatap Muka

PONTIANAK-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Syahdan mengatakan, terdapat enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di enam kecamatan menjadi contoh uji coba belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi covid-19. Agar rencana tersebut berjalan mulus, terlebih dulu tenaga pendidik dan kependidikan disterilkan. Ada dua alternatif ditempuh, antara tes uji usap atau vaksin.

“Rencananya kami (Diknas) akan membuka belajar tatap muka. Untuk tahap pertama, percontohan masing-masing satu SMP negeri di enam kecamatan. Belajar tatap muka ini, hanya dilakukan untuk pelajar kelas III dulu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak, Syahdan, Rabu (3/2). Agar belajar tatap muka berjalan baik. Persiapan bakal dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Karena ia tidak ingin, di tengah pandemi covid-19, sektor pendidikan justru berpotensi meningkatkan temuan positif covid di Pontianak yang saat ini angkanya mulai menurun.

Baca Juga :  Zona Kuning Boleh Sekolah Tatap Muka, Mulai 22 Februari 2021

Pihaknya belum lama ini juga sudah melakukan rapat dengan Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pontianak. Dari hasil pertemuan itu, hasilnya terdapat dua alternatif agar aktivitas di sekolah bisa kembali berjalan. Yaitu tenaga pendidik dan kependidikan mesti di tes uji usap atau alternatif lainnya di vaksin.

Rencananya besok (hari ini) petugas Dinkes Pontianak akan melakukan sosialisasi pada guru untuk menjelaskan tentang tes usap atau vaksin ini. “Semuanya tergantung Tim Satgas Covid, kami bantu dengan data untuk data guru, TU dan satpam. Proses pembelajaran nanti akan dilakukan untuk pelajar kelas III SMP,” ujarnya. Secara spesifik rencana vaksin atau uji usap itu, ia tak bisa menerangkan lebih dalam. Karena dalam proses tes uji usap atau vaksin, lebih detailnya para petugas kesehatan yang lebih paham.

Baca Juga :  Pemkot Pontianak Sebar 12 Ekor Sapi Untuk Kurban

Terpisah, Anggota DPRD Kota Pontianak, Rino Pandriya mengatakan, proses vaksin jika ke depan jadi dilakukan tim satgas covid dengan sasaran tenaga pendidik dan kependidikan, harus melalui mekanisme yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan. Agar tidak terdapat kekhawatiran oleh para tenaga pendidik, kuncinya kata dia di sosialisasi sebelum pelaksanaan tes uji usap atau vaksin mesti dilakukan terlebih dahulu. Di sosialisasi nanti, petugas harus menjelaskan sedetail-detailnya tentang vaksin Sinovac ini.

Pasalnya, informasi hoax tentang dampak dari vaksin yang tersebar di media sosial secara tidak langsung juga berpengaruh pada masyarakat, termasuk pada rekan-rekan guru. Jangan sampai wacana vaksin membuat kalangan guru ketakutan, dikarenakan informasi yang mereka dapat belum jelas.(iza)

PONTIANAK-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Syahdan mengatakan, terdapat enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di enam kecamatan menjadi contoh uji coba belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi covid-19. Agar rencana tersebut berjalan mulus, terlebih dulu tenaga pendidik dan kependidikan disterilkan. Ada dua alternatif ditempuh, antara tes uji usap atau vaksin.

“Rencananya kami (Diknas) akan membuka belajar tatap muka. Untuk tahap pertama, percontohan masing-masing satu SMP negeri di enam kecamatan. Belajar tatap muka ini, hanya dilakukan untuk pelajar kelas III dulu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak, Syahdan, Rabu (3/2). Agar belajar tatap muka berjalan baik. Persiapan bakal dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Karena ia tidak ingin, di tengah pandemi covid-19, sektor pendidikan justru berpotensi meningkatkan temuan positif covid di Pontianak yang saat ini angkanya mulai menurun.

Baca Juga :  Pemkot Pontianak Sebar 12 Ekor Sapi Untuk Kurban

Pihaknya belum lama ini juga sudah melakukan rapat dengan Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pontianak. Dari hasil pertemuan itu, hasilnya terdapat dua alternatif agar aktivitas di sekolah bisa kembali berjalan. Yaitu tenaga pendidik dan kependidikan mesti di tes uji usap atau alternatif lainnya di vaksin.

Rencananya besok (hari ini) petugas Dinkes Pontianak akan melakukan sosialisasi pada guru untuk menjelaskan tentang tes usap atau vaksin ini. “Semuanya tergantung Tim Satgas Covid, kami bantu dengan data untuk data guru, TU dan satpam. Proses pembelajaran nanti akan dilakukan untuk pelajar kelas III SMP,” ujarnya. Secara spesifik rencana vaksin atau uji usap itu, ia tak bisa menerangkan lebih dalam. Karena dalam proses tes uji usap atau vaksin, lebih detailnya para petugas kesehatan yang lebih paham.

Baca Juga :  Dinas ESDM Tak Ada Lagi di Provinsi

Terpisah, Anggota DPRD Kota Pontianak, Rino Pandriya mengatakan, proses vaksin jika ke depan jadi dilakukan tim satgas covid dengan sasaran tenaga pendidik dan kependidikan, harus melalui mekanisme yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan. Agar tidak terdapat kekhawatiran oleh para tenaga pendidik, kuncinya kata dia di sosialisasi sebelum pelaksanaan tes uji usap atau vaksin mesti dilakukan terlebih dahulu. Di sosialisasi nanti, petugas harus menjelaskan sedetail-detailnya tentang vaksin Sinovac ini.

Pasalnya, informasi hoax tentang dampak dari vaksin yang tersebar di media sosial secara tidak langsung juga berpengaruh pada masyarakat, termasuk pada rekan-rekan guru. Jangan sampai wacana vaksin membuat kalangan guru ketakutan, dikarenakan informasi yang mereka dapat belum jelas.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/