alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Vaksinasi Nakes Lampaui Target

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat hingga 2 Februari 2021, jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksin mencapai 3.626 orang. Data itu yang tercatat sejak tanggal 14 Januari 2021. Sementara jumlah yang hadir untuk datang divaksin sebanyak 5.517 orang. Dari angka itu sekitar 1.891 orang yang tidak layak divaksin. “Hanya 3.626 orang yang layak divaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu di Pontianak, kemarin.

“Alhamdulillah hampir semua tenaga kesehatan sudah hadir dan mendaftar, karena screningnya tidak lolos, kami tunggu sampai kondisinya normal dan dapat divaksin,” jelas Sidiq.  Sidiq menambahkan untuk persentase vaksinasi tenaga kesehatan melebih dari target KPC-PEN (Komite Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional).

Untuk target dari KPC-PEN yakni kehadiran 99,72 persen dan yang divaksin 65,66 persen. Sementara untuk Kota Pontianak, kehadiran 110,52 persen dan yang layak divaksin 72,77 persen. Data itu yang tercatat hingga tanggal 1 Februari 2020.

Baca Juga : 

“Alhamdulillah. Tingkat partisipasi atau kehadiran tenaga kesehatan sudah mencapai target. Yang berhasil di vaksin juga sudah lebih 70 persen. Data ini data manual dan sedang dimasukkan dalam aplikasi P Care,” terang Sidiq.  Selain itu vaksinasi tahap II di Kota Pontianak juga sedang berjalan. Hingga tanggal 2 Februari 2021, sebanyak 411 tenaga kesehatan yang hadir untuk divaksin. Sedangkan yang layak divaksin hanya 387 orang.

Sementara untuk tingkat provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mencatat perubahan peta penyebaran Covid-19.  Jika sebelumnya hanya enam kabupaten masuk dalam zona kuning atau risiko rendah. Per tanggal 1 Januari 2020 bertambah, sehingga total kabupaten dengan zona kuning sebanyak 10 daerah.

Baca Juga :  MTQ Usia Emas di Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyebutkan masih ada empat kabupaten yang masuk dalam zona orange atau esiko sedang.  Adapun keempat daerah tersebut antara lain, Kota Pontianak, Kabupaten Bengkayang, Sekadau dan Kayong Utara. Sedangkan 10 kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalbar sudah berada di zona kuning (resiko rendah).

Sementara hingga tanggal 31 Januari 2021 kemarin, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar sebanyak 3.933 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 392 orang masih dalam masa isolasi baik di rumah sakit, rumah isolasi, maupun isolasi mandiri. Sedangkan yang dinyatakan sembuh sebanyak 3.511 orang. Kemudian sebanyak 30 orang yang meninggal akibat COVID-19. (mse)

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat hingga 2 Februari 2021, jumlah tenaga kesehatan yang sudah divaksin mencapai 3.626 orang. Data itu yang tercatat sejak tanggal 14 Januari 2021. Sementara jumlah yang hadir untuk datang divaksin sebanyak 5.517 orang. Dari angka itu sekitar 1.891 orang yang tidak layak divaksin. “Hanya 3.626 orang yang layak divaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu di Pontianak, kemarin.

“Alhamdulillah hampir semua tenaga kesehatan sudah hadir dan mendaftar, karena screningnya tidak lolos, kami tunggu sampai kondisinya normal dan dapat divaksin,” jelas Sidiq.  Sidiq menambahkan untuk persentase vaksinasi tenaga kesehatan melebih dari target KPC-PEN (Komite Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional).

Untuk target dari KPC-PEN yakni kehadiran 99,72 persen dan yang divaksin 65,66 persen. Sementara untuk Kota Pontianak, kehadiran 110,52 persen dan yang layak divaksin 72,77 persen. Data itu yang tercatat hingga tanggal 1 Februari 2020.

Baca Juga :  APBDP 2020 dan Murni 2021, Fokus Anggaran Terdampak Covid-19

“Alhamdulillah. Tingkat partisipasi atau kehadiran tenaga kesehatan sudah mencapai target. Yang berhasil di vaksin juga sudah lebih 70 persen. Data ini data manual dan sedang dimasukkan dalam aplikasi P Care,” terang Sidiq.  Selain itu vaksinasi tahap II di Kota Pontianak juga sedang berjalan. Hingga tanggal 2 Februari 2021, sebanyak 411 tenaga kesehatan yang hadir untuk divaksin. Sedangkan yang layak divaksin hanya 387 orang.

Sementara untuk tingkat provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mencatat perubahan peta penyebaran Covid-19.  Jika sebelumnya hanya enam kabupaten masuk dalam zona kuning atau risiko rendah. Per tanggal 1 Januari 2020 bertambah, sehingga total kabupaten dengan zona kuning sebanyak 10 daerah.

Baca Juga :  Dirut RSUD Pontianak ; Tak Ada Pemutusan Kontrak Kerja Sepihak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyebutkan masih ada empat kabupaten yang masuk dalam zona orange atau esiko sedang.  Adapun keempat daerah tersebut antara lain, Kota Pontianak, Kabupaten Bengkayang, Sekadau dan Kayong Utara. Sedangkan 10 kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalbar sudah berada di zona kuning (resiko rendah).

Sementara hingga tanggal 31 Januari 2021 kemarin, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar sebanyak 3.933 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 392 orang masih dalam masa isolasi baik di rumah sakit, rumah isolasi, maupun isolasi mandiri. Sedangkan yang dinyatakan sembuh sebanyak 3.511 orang. Kemudian sebanyak 30 orang yang meninggal akibat COVID-19. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/