alexametrics
32.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Produksi Beras Kalbar Naik

PONTIANAK – Produksi beras di Kalimatan Barat di tahun 2019 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat, produksi pada 2019 sebesar 499,01 ribu ton beras, atau mengalami peningkatan sebesar 28,34 ribu ton bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Produksi pada 2019 sebesar 499,01 ribu ton beras, atau mengalami naik 6,02 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2018,” ungkap Kabid Statistik dan Distribusi BPS Kalbar, Arianto, kemarin.
Kenaikan produksi beras Kalbar ini menurutnya tidak terlepas dari meningkatnya luas panen padi yang berdampak pada naiknya produksi padi atau gabah kering giling (GKG). Total luas panen padi pada 2019 seluas 290,05 ribu atau meningkat 1,25 persen bila dibandingkan dengan luas panen padi pada 2018. Adapun metode penghitungannya, kata dia, adalah dengan menggunakan survei Kerangka Sampel Area (KSA).

Baca Juga :  Dragon Boat Festival di Tengah Kabut Asap

Berdasarkan hasil survei KSA, pola panen padi di Kalbar, jelas dia, pada periode Januari sampai dengan Desember tahun 2019 relatif sama dengan pola panen tahun 2018, dengan puncak panen padi terjadi pada bulan Februari. “Sementara luas panen terendah terjadi pada bulan Mei,” kata dia.

Menurut hitungan BPS, lanjut dia, dari total luas panen tersebut, total produksi padi yang mampu dihasilkan sekitar 847,88 ribu ton GKG, atau mengalami peningkatan sebanyak 48,16 ribu ton dibandingkan tahun 2018. Kenaikan produksi padi tahun 2019 ini, relatif besar terjadi di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau. “Adapun tiga daerah dengan produksi padi tertinggi pada tahun 2018 dan 2019 adalah Sambas, Kubu Raya, dan Ketapang,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Dony Syaiful, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas padi di Kalbar. Dia menyebutkan, produktivitas padi tahun 2019 tercatat sebesar 2,71 ton per hektare.
Angka tersebut diklaimnya juga mengalami kenaikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Sembilan Pengendara Terjaring Operasi Patuh

Sementara dari beberapa jenis lahan panen, kata dia, produktivitas padi sawah tercatat yang paling tinggi. “Kalau dibandingkan lagi dengan empat tahun terakhir, produktivitas kita meningkat. Khusus untuk produktivitas padi sawah, kita saat ini sudah mencapai 3,3 ton per hektare,” kata dia, belum lama ini.

Sebagaimana arahan Gubernur Kalbar, lanjut dia, peningkatan produksi dan produktivitas padi harus terus diupayakan, salah satunya dengan intensifikasi pertanian. Upaya itu, dilakukan dengan fokus pada penggunaan benih unggul, pupuk berimbang dan tepat waktu, pengendalian hama terpada, pengairan dan pengolahan sempurna serta penanganan hasil panen untuk menghindari kehilangan hasil. (sti)

PONTIANAK – Produksi beras di Kalimatan Barat di tahun 2019 mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat, produksi pada 2019 sebesar 499,01 ribu ton beras, atau mengalami peningkatan sebesar 28,34 ribu ton bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Produksi pada 2019 sebesar 499,01 ribu ton beras, atau mengalami naik 6,02 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2018,” ungkap Kabid Statistik dan Distribusi BPS Kalbar, Arianto, kemarin.
Kenaikan produksi beras Kalbar ini menurutnya tidak terlepas dari meningkatnya luas panen padi yang berdampak pada naiknya produksi padi atau gabah kering giling (GKG). Total luas panen padi pada 2019 seluas 290,05 ribu atau meningkat 1,25 persen bila dibandingkan dengan luas panen padi pada 2018. Adapun metode penghitungannya, kata dia, adalah dengan menggunakan survei Kerangka Sampel Area (KSA).

Baca Juga :  Uskup Ajak Masyarakat Tidak Berunjuk Rasa

Berdasarkan hasil survei KSA, pola panen padi di Kalbar, jelas dia, pada periode Januari sampai dengan Desember tahun 2019 relatif sama dengan pola panen tahun 2018, dengan puncak panen padi terjadi pada bulan Februari. “Sementara luas panen terendah terjadi pada bulan Mei,” kata dia.

Menurut hitungan BPS, lanjut dia, dari total luas panen tersebut, total produksi padi yang mampu dihasilkan sekitar 847,88 ribu ton GKG, atau mengalami peningkatan sebanyak 48,16 ribu ton dibandingkan tahun 2018. Kenaikan produksi padi tahun 2019 ini, relatif besar terjadi di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau. “Adapun tiga daerah dengan produksi padi tertinggi pada tahun 2018 dan 2019 adalah Sambas, Kubu Raya, dan Ketapang,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalbar, Dony Syaiful, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas padi di Kalbar. Dia menyebutkan, produktivitas padi tahun 2019 tercatat sebesar 2,71 ton per hektare.
Angka tersebut diklaimnya juga mengalami kenaikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Dwikora Hanya untuk Angkutan Orang

Sementara dari beberapa jenis lahan panen, kata dia, produktivitas padi sawah tercatat yang paling tinggi. “Kalau dibandingkan lagi dengan empat tahun terakhir, produktivitas kita meningkat. Khusus untuk produktivitas padi sawah, kita saat ini sudah mencapai 3,3 ton per hektare,” kata dia, belum lama ini.

Sebagaimana arahan Gubernur Kalbar, lanjut dia, peningkatan produksi dan produktivitas padi harus terus diupayakan, salah satunya dengan intensifikasi pertanian. Upaya itu, dilakukan dengan fokus pada penggunaan benih unggul, pupuk berimbang dan tepat waktu, pengendalian hama terpada, pengairan dan pengolahan sempurna serta penanganan hasil panen untuk menghindari kehilangan hasil. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/