alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Karhutla Hanguskan Dua Rumah, Lansia dan Anak-anak Diungsikan

PONTIANAK – Kebakaran lahan mulai mengancam permukiman warga. Seperti terjadi kemarin, kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Wonodadi 2, Kabupaten Kubu Raya menghanguskan dua unit bangunan. Dua bangunan yang terdiri dari satu rumah warga dan satu rumah walet. Bahkan, rumah warga yang terbuat dari material kayu rata dengan tanah.

Penghuni rumah, Liliyanti mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu dirinya sedang berada di dalam rumah bersama anaknya, sedangkan sang suami sedang berusaha memadamkan api  di kebun dengan jarak beberapa puluh meter dari rumah.

Tak berselang lama ia mencium aroma asap dan asap mulai masuk ke dalam rumahnya. Ternyata bagian dapur rumahnya sudah terbakar api. Ia pun langsung membawa anaknya keluar lalu membawa sepeda motor miliknya menjauh dari rumah,

“Api itu kayaknya loncat kebawa angin, bakar bagian samping belakang dulu, dan itu cepat sekali. Waktu saya keluar itu tidak ada titik api, tapi tiba-tiba langsung hidup apinya,” ujarnya.

Ia kemudian langsung meminta tolong kepada warga sekitar. Selain rumahnya, api lalu menjalar ke rumah walet yang tepat ada di sampingnya.

Hal senada juga diungkapkan Edi Prayogo (84), pemilik rumah dan kebun. Menurut dia, api sudah terlihat sejak beberapa hari lalu dari arah lahan kosong di belakang kebunnya. Api kemudian merembet ke kebun miliknya. Pekerja yang menjaga kebun miliknya sudah berusaha memadamkan api di lokasi, hanya saja terkendala sumber air yang sulit didapat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, M Yasier mengatakan, berdasarkan informasi warga sekitar, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.00. Setelah mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 14.36 pihaknya langsung turun ke lapangan untuk membantu memadamkan api.

Baca Juga :  Minat Perhiasan Premium Masyarakat Pontianak Tinggi
JINAKKAN API: Petugas pemadam kebakaran swasta berusaha menjinakkan api yang membakar lahan di Jalan Aloevera, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis (3/3) sore. Api akibat kebakaran lahan tersebut telah mendekati pemukiman penduduk. (Arief Nigroho/Pontianak Post)

“Untuk satu unit rumah warga tersebut tidak bisa diselamatkan, semuanya hangus terbakar. sementara untuk rumah sarang burung wallet hanya sebagain saja yang hangus. Dan tidak ada korban jiwa di dalam kebakaran di lokasi ini,” kata Yasier kepada Pontianak Post.

Kendati demikian Yasier mengaku di hari yang sama dengan lokasi berbeda, sekitar pukul 20.33 dirinya kembali mendapat informasi adanya satu warga yang ditemukan meninggal di lokasi tak jauh dari SMA Negeri 4 Sungai Raya, Desa Limbung. “Info yang saya dapat mengenai ada warga yang meninggal ini belum detail. Saya juga belum tahu apa yang menyebabkan warga tersebut meninggal di sekitar lokasi kebakaran lahan. Ini saya masih menunggu info lanjutan dari teman-teman di lapangan,” ungkapnya.

Dia mengakui pada Kamis (3/2) memang ada beberapa titik api di Kubu Raya yang tersebar di Parit Haji Muksin, Jalan Wonodadi 2, dan Desa Madu Sari. “Karena jumlah personel terbatas jadi untuk hari ini kami bagi tiga tim untuk menangani tiga lokasi ini. Sedangkan untuk titik api di lokasi sekitar Sungai Raya Dalam itu, kami minta bantuan tim pemadam kebakaran swasta,” jelasnya.

Ungsikan Lansia dan Anak-anak

Sementara itu, di tempat terpisah, seorang warga lanjut usia terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman, setalah rumah yang dihuninya di Kompleks Residence Borneo Khatulistiwa (RBK) 4, nyaris terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (3/3) sore. Karhutla  di Jalan Aloevera, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara itu membuat warga sekitar panik.

Pasalnya api sudah mendekati permukiman. Jaraknya hanya sekitar 10 meter. “Sebenarnya kebakaran ini sudah terjadi sejak kemarin. Tapi jarak api masih jauh. Tadi siang jaraknya sudah sekitar 75-100 meter, dan pukul 15.00 WIB, api sangat besar dan sangat cepat menjalar,” kata Beny Thanheri, warga setempat.

Baca Juga :  Melihat Ramadan Para Lansia Panti Sosial Rehabilitasi Mulia Dharma

Menurutnya, tidak sampai satu jam, api sudah mendekati permukiman penduduk dan menyebar ke dua kompleks yaitu Komplek Residence Borneo Khatulistiwa (RBK) 4 dan Komplek Permata Paris.

Kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kabut asap dan abu tetapi sudah mengancam keselamatan warga.  “Tadi ada seorang lansia dan seorang anak yang tinggal di rumah paling ujung (Blok C29) dievakuasi, karena memang jarak antara api dengan rumah sudah sangat dekat. Asap dan abu akibat kebakaran juga sangat tebal,” bebernya.

Menurut Beny, kebakaran lahan seperti ini belum pernah terjadi di kompleks tersebut.   “Ini yang pertama. Apinya berada di dekat kompleks. Sebelumnya tidak pernah. Kalaupun ada, jaraknya jauh dari permukiman,” sambungnya.

Sementara itu, Usman anggota Pemadam Kebakaran Swasta Suwignyo mengatakan, kebakaran  yang terjadi di sekitar Jalan Aloevera diduga kuat berasal dari kebakaran lahan di Jalan Sepakat 2 ujung, yang kemudian merembet ke pemukiman Jalan Aloevera.

Menurut Usman, hingga saat ini petugas pemadam masih berjibaku memadamkan api supaya tak merembet ke rumah warga.  “Jarak api ke permukiman warga saat ini sudah sekitar 10 meter jadi kita damkar terus berusaha supaya tak merembet,” kata Usman.

Proses pemadaman berlangsung alot karena terkendala sumber air. “Jadi kami gunakan tangki Penguin kapasitas 2000 liter. Kami harus  bolak-balik mengambil air di mana ada titik air,” bebernya. (arf/ash)

PONTIANAK – Kebakaran lahan mulai mengancam permukiman warga. Seperti terjadi kemarin, kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Wonodadi 2, Kabupaten Kubu Raya menghanguskan dua unit bangunan. Dua bangunan yang terdiri dari satu rumah warga dan satu rumah walet. Bahkan, rumah warga yang terbuat dari material kayu rata dengan tanah.

Penghuni rumah, Liliyanti mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu dirinya sedang berada di dalam rumah bersama anaknya, sedangkan sang suami sedang berusaha memadamkan api  di kebun dengan jarak beberapa puluh meter dari rumah.

Tak berselang lama ia mencium aroma asap dan asap mulai masuk ke dalam rumahnya. Ternyata bagian dapur rumahnya sudah terbakar api. Ia pun langsung membawa anaknya keluar lalu membawa sepeda motor miliknya menjauh dari rumah,

“Api itu kayaknya loncat kebawa angin, bakar bagian samping belakang dulu, dan itu cepat sekali. Waktu saya keluar itu tidak ada titik api, tapi tiba-tiba langsung hidup apinya,” ujarnya.

Ia kemudian langsung meminta tolong kepada warga sekitar. Selain rumahnya, api lalu menjalar ke rumah walet yang tepat ada di sampingnya.

Hal senada juga diungkapkan Edi Prayogo (84), pemilik rumah dan kebun. Menurut dia, api sudah terlihat sejak beberapa hari lalu dari arah lahan kosong di belakang kebunnya. Api kemudian merembet ke kebun miliknya. Pekerja yang menjaga kebun miliknya sudah berusaha memadamkan api di lokasi, hanya saja terkendala sumber air yang sulit didapat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, M Yasier mengatakan, berdasarkan informasi warga sekitar, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 14.00. Setelah mendapat informasi kebakaran sekitar pukul 14.36 pihaknya langsung turun ke lapangan untuk membantu memadamkan api.

Baca Juga :  Angin Squalline Sasar Kalbar, Kecepatan Tercatat 40 Knot
JINAKKAN API: Petugas pemadam kebakaran swasta berusaha menjinakkan api yang membakar lahan di Jalan Aloevera, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kamis (3/3) sore. Api akibat kebakaran lahan tersebut telah mendekati pemukiman penduduk. (Arief Nigroho/Pontianak Post)

“Untuk satu unit rumah warga tersebut tidak bisa diselamatkan, semuanya hangus terbakar. sementara untuk rumah sarang burung wallet hanya sebagain saja yang hangus. Dan tidak ada korban jiwa di dalam kebakaran di lokasi ini,” kata Yasier kepada Pontianak Post.

Kendati demikian Yasier mengaku di hari yang sama dengan lokasi berbeda, sekitar pukul 20.33 dirinya kembali mendapat informasi adanya satu warga yang ditemukan meninggal di lokasi tak jauh dari SMA Negeri 4 Sungai Raya, Desa Limbung. “Info yang saya dapat mengenai ada warga yang meninggal ini belum detail. Saya juga belum tahu apa yang menyebabkan warga tersebut meninggal di sekitar lokasi kebakaran lahan. Ini saya masih menunggu info lanjutan dari teman-teman di lapangan,” ungkapnya.

Dia mengakui pada Kamis (3/2) memang ada beberapa titik api di Kubu Raya yang tersebar di Parit Haji Muksin, Jalan Wonodadi 2, dan Desa Madu Sari. “Karena jumlah personel terbatas jadi untuk hari ini kami bagi tiga tim untuk menangani tiga lokasi ini. Sedangkan untuk titik api di lokasi sekitar Sungai Raya Dalam itu, kami minta bantuan tim pemadam kebakaran swasta,” jelasnya.

Ungsikan Lansia dan Anak-anak

Sementara itu, di tempat terpisah, seorang warga lanjut usia terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman, setalah rumah yang dihuninya di Kompleks Residence Borneo Khatulistiwa (RBK) 4, nyaris terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (3/3) sore. Karhutla  di Jalan Aloevera, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara itu membuat warga sekitar panik.

Pasalnya api sudah mendekati permukiman. Jaraknya hanya sekitar 10 meter. “Sebenarnya kebakaran ini sudah terjadi sejak kemarin. Tapi jarak api masih jauh. Tadi siang jaraknya sudah sekitar 75-100 meter, dan pukul 15.00 WIB, api sangat besar dan sangat cepat menjalar,” kata Beny Thanheri, warga setempat.

Baca Juga :  Melihat Ramadan Para Lansia Panti Sosial Rehabilitasi Mulia Dharma

Menurutnya, tidak sampai satu jam, api sudah mendekati permukiman penduduk dan menyebar ke dua kompleks yaitu Komplek Residence Borneo Khatulistiwa (RBK) 4 dan Komplek Permata Paris.

Kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kabut asap dan abu tetapi sudah mengancam keselamatan warga.  “Tadi ada seorang lansia dan seorang anak yang tinggal di rumah paling ujung (Blok C29) dievakuasi, karena memang jarak antara api dengan rumah sudah sangat dekat. Asap dan abu akibat kebakaran juga sangat tebal,” bebernya.

Menurut Beny, kebakaran lahan seperti ini belum pernah terjadi di kompleks tersebut.   “Ini yang pertama. Apinya berada di dekat kompleks. Sebelumnya tidak pernah. Kalaupun ada, jaraknya jauh dari permukiman,” sambungnya.

Sementara itu, Usman anggota Pemadam Kebakaran Swasta Suwignyo mengatakan, kebakaran  yang terjadi di sekitar Jalan Aloevera diduga kuat berasal dari kebakaran lahan di Jalan Sepakat 2 ujung, yang kemudian merembet ke pemukiman Jalan Aloevera.

Menurut Usman, hingga saat ini petugas pemadam masih berjibaku memadamkan api supaya tak merembet ke rumah warga.  “Jarak api ke permukiman warga saat ini sudah sekitar 10 meter jadi kita damkar terus berusaha supaya tak merembet,” kata Usman.

Proses pemadaman berlangsung alot karena terkendala sumber air. “Jadi kami gunakan tangki Penguin kapasitas 2000 liter. Kami harus  bolak-balik mengambil air di mana ada titik air,” bebernya. (arf/ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/