alexametrics
28.9 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

Pasar Murah Ringankan Beban Masyarakat

Masyarakat berpenghasilan rendah silakan belanja ke sini. Ini sudah hari ke tiga, pelaksanaannya di enam kecamatan. Saya mengajak agen besar buat support agar ada rasa kebersamaan berbagi di bulan ramadan

Edi Rusdi Kamtono

PONTIANAK – Pelaksanaan kegiatan pasar murah sebagai penyeimbang harga buat kebutuhan puasa dan persiapan hari raya lebaran benar-benar membantu masyarakat kurang mampu. Harga yang jauh lebih murah jika dibanding di pasar moderen dan tradisional sedikit banyak dapat meringankan kebutuhan primer di tengah pandemi Covid-19.

“Harga jual kebutuhan bahan pokok di pasar murah ini jika dibandingkan harga di pasar modern dan tradisional, tentu lebih murah. Contohnya, beras primer ukuran lima kilogram, di sini Rp49 ribu. Kalau di pasar harganya pasti  lebih dari itu,” ujar Adi, konsumen yang datang  ke pasar murah, di halaman kantor Kecamatan Pontianak Kota, Senin (3/5).

Baca Juga :  Ibadat Jumat Agung Digelar dengan Prokes Ketat

Selain beras, berbagai kebutuhan bahan pokok juga dijual di pasar murah. Telur, gula, minyak goreng, dan lainnya juga tersedia. Harganya lebih murah. Adanya pasar murah yang dilangsungkan ini benar-benar momentum tepat. Selain bisa digunakan buat kebutuhan puasa, sisanya juga bisa buat lebaran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan, operasi pasar murah yang digelar ini mencoba merangkul pelaku usaha utamanya agen dan distributor seperti Bulog, Wilmar, Hypermart, Alfamart, Indomaret, Bank BI dan Bank Kalbar untuk ikut membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan menjual kebutuhan pokok yang harganya lebih murah dibanding di pasar.

Menurut Edi, untuk harga jual di sini diakui lebih murah ketimbang di pasar tradisional dan moderen. Seperti beras premium, jika di pasar harganya Rp13 ribu per kilogram. Di sini hanya dibanderol Rp10 ribu per kilogram. Begitu pula untuk daging beku, Rp80 ribu. Jika di pasar tradisional harga daging sapi bisa mencapai Rp100 ribu.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Penerapan Protokol Kesehatan

Daging ayam jika di pasar bisa mencapai Rp35 ribu per kilogram. Di sini hanya Rp30 ribu. Begitu pula untuk telur dan gula. Harganya jauh lebih murah. “Masyarakat berpenghasilan rendah silakan belanja ke sini. Ini sudah hari ke tiga, pelaksanaannya di enam kecamatan. Saya mengajak agen besar buat support agar ada rasa kebersamaan berbagi di bulan ramadan,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak, Junaidi menjelaskan, pelaksanaan pasar murah ini diadakan di enam kecamatan. “Besok pelaksanannya di Kecamatan Pontianak Selatan,” ujarnya.

Di pasar ini menyediakan kebutuhan bahan pokok buat masyarakat berpenghasilan rendah. Agar sasarannya tepat,  pihaknya merangkul lurah dan  camat buat memberitahukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk datang ke pasar murah.(iza)

Masyarakat berpenghasilan rendah silakan belanja ke sini. Ini sudah hari ke tiga, pelaksanaannya di enam kecamatan. Saya mengajak agen besar buat support agar ada rasa kebersamaan berbagi di bulan ramadan

Edi Rusdi Kamtono

PONTIANAK – Pelaksanaan kegiatan pasar murah sebagai penyeimbang harga buat kebutuhan puasa dan persiapan hari raya lebaran benar-benar membantu masyarakat kurang mampu. Harga yang jauh lebih murah jika dibanding di pasar moderen dan tradisional sedikit banyak dapat meringankan kebutuhan primer di tengah pandemi Covid-19.

“Harga jual kebutuhan bahan pokok di pasar murah ini jika dibandingkan harga di pasar modern dan tradisional, tentu lebih murah. Contohnya, beras primer ukuran lima kilogram, di sini Rp49 ribu. Kalau di pasar harganya pasti  lebih dari itu,” ujar Adi, konsumen yang datang  ke pasar murah, di halaman kantor Kecamatan Pontianak Kota, Senin (3/5).

Baca Juga :  Tampil di Urutan ke Tiga, Syaiful Bawakan Riyawat Ibnu Katsir

Selain beras, berbagai kebutuhan bahan pokok juga dijual di pasar murah. Telur, gula, minyak goreng, dan lainnya juga tersedia. Harganya lebih murah. Adanya pasar murah yang dilangsungkan ini benar-benar momentum tepat. Selain bisa digunakan buat kebutuhan puasa, sisanya juga bisa buat lebaran.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan, operasi pasar murah yang digelar ini mencoba merangkul pelaku usaha utamanya agen dan distributor seperti Bulog, Wilmar, Hypermart, Alfamart, Indomaret, Bank BI dan Bank Kalbar untuk ikut membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan menjual kebutuhan pokok yang harganya lebih murah dibanding di pasar.

Menurut Edi, untuk harga jual di sini diakui lebih murah ketimbang di pasar tradisional dan moderen. Seperti beras premium, jika di pasar harganya Rp13 ribu per kilogram. Di sini hanya dibanderol Rp10 ribu per kilogram. Begitu pula untuk daging beku, Rp80 ribu. Jika di pasar tradisional harga daging sapi bisa mencapai Rp100 ribu.

Baca Juga :  Ibadat Jumat Agung Digelar dengan Prokes Ketat

Daging ayam jika di pasar bisa mencapai Rp35 ribu per kilogram. Di sini hanya Rp30 ribu. Begitu pula untuk telur dan gula. Harganya jauh lebih murah. “Masyarakat berpenghasilan rendah silakan belanja ke sini. Ini sudah hari ke tiga, pelaksanaannya di enam kecamatan. Saya mengajak agen besar buat support agar ada rasa kebersamaan berbagi di bulan ramadan,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak, Junaidi menjelaskan, pelaksanaan pasar murah ini diadakan di enam kecamatan. “Besok pelaksanannya di Kecamatan Pontianak Selatan,” ujarnya.

Di pasar ini menyediakan kebutuhan bahan pokok buat masyarakat berpenghasilan rendah. Agar sasarannya tepat,  pihaknya merangkul lurah dan  camat buat memberitahukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk datang ke pasar murah.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/