alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji, Meski Kecewa Harus Diterima Lapang Dada

PONTIANAK – Kementriaan Agama (Kemenag) Fachrul Razi sudah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Jemaah Haji untuk tahun 2020 atau 1441 Hijriah. Dampaknya sebanyak 2.519 Calon Haji asal Kalimantan Barat juga batal bertolak ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi pada tahun ini juga.

“Jujur, kami prihatin. Namun kita memang harus mematuhi. Sebab pembatalan juga erat kaitannya dengan sikap Pemerintah Arab Saudi, yang juga berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya pengumuman pembatalan atau penundaan keberangkat Calhaj Indonesia 2020 sudah disampaikan Menag Fachrul Razi melalui Video Conference di Jakarta. Mungkin salah satu asalan yakni Pemerintah Indonesia tak memiliki waktu melakukan persiapan termasuk Pemerintah Arab Saudi masih menutup akses bagi negara manapun bertandang ke Mekkah.

Terkait hal tersebut, Prabasa menyebutkan bahwa pembatalan atau penundaan keberangkatan Jemaah Haji tahun 2020, cukup memunculkan kekecewaan mendalam. Bukan hanya calon jemaah haji yang akan berangkat, tetapi juga para keluarga. Apalagi ribuan dari mereka merupakan daftar tunggu dan usia sudah sepuh.

Baca Juga :  Warkop Aming Didenda Rp1 Juta

Hanya, politisi Golkar Kalbar ini meminta penundaan ini dapat diterima dengan lapang dada seluruh komponen anak bangsa sebagai keputusan demi kebaikan bersama. Namun yang terpenting adalah bagaimana Kemenag Kalbar, Pemprov, Pemkab dan Pemkot bersama-sama tokoh masyarakat menjelaskan atau mensosialisasikan pembatalan kepada ribuan Calhaj dan keluarga. ”Ini yang mungkin membuat mereka bertanya-tanya,” ujarnya.

Prabasa menyebutkan bahwa penjelasan kepada keluarga dan Calhaj  sangat penting disegerakan. Bisa saja dengan menyurati Calhaj atau bertandang langsung ke persatuan kelompok hajinya. Penundaan dijelaskan karena  pandemi global Covid-19 masih ada. “Saya juga mendapat pertanyaan seperti ini dari keluarga dan calhaj di Kabupaten Sambas,” ucapnya.

Politisi Golkar Kalbar ini menambahkan bahwa tidak semua Calhaj, terutama di daerah membaca berita di media online, menonton televise yang menayangkan pengumuman pembatalan keberangkatan Calhaj di Indonesia. Banyak dari mereka kemungkinan tidak mengetahui secara pasti info dan beritanya. “Kalau pun tahu, paling hanya memperoleh informasi yang justru membuat mereka ragu. Apa benar batal atau tidak. Harus memang lembaga resmi semacam Kemenag memberitahukan,” tukasnya.

Baca Juga :  Petugas Sita Dua Kilogram Sabu, Satu Tersangka Diamankan

Dia kemudian memberikan contoh bahwa banyak ditanya masyarakat di Kabupaten Sambas mengenai heboh berita gagal berangkat Calhaj. Bahkan ditanyakan secara pribadi kepada dirinya. “Mungkin ini lebih kepada ketidaktahuannya. Sebab calhaj tersbeut selama ini jarang menonton televisi, hanya fokus menabung untuk ke tanah suci,” terangnya kembali. Makanya, dia meminta kepastian informasi dari pihak terkait dan berwenang harus segera disampaikan secara langsung kepada Calhaj dan keluarga. Bahwa keputusan pembatalan datang dari Pemerintah RI di Jakarta melalui Kementriaan Agama RI. (den)

PONTIANAK – Kementriaan Agama (Kemenag) Fachrul Razi sudah memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Jemaah Haji untuk tahun 2020 atau 1441 Hijriah. Dampaknya sebanyak 2.519 Calon Haji asal Kalimantan Barat juga batal bertolak ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi pada tahun ini juga.

“Jujur, kami prihatin. Namun kita memang harus mematuhi. Sebab pembatalan juga erat kaitannya dengan sikap Pemerintah Arab Saudi, yang juga berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, baru-baru ini di Pontianak.

Menurutnya pengumuman pembatalan atau penundaan keberangkat Calhaj Indonesia 2020 sudah disampaikan Menag Fachrul Razi melalui Video Conference di Jakarta. Mungkin salah satu asalan yakni Pemerintah Indonesia tak memiliki waktu melakukan persiapan termasuk Pemerintah Arab Saudi masih menutup akses bagi negara manapun bertandang ke Mekkah.

Terkait hal tersebut, Prabasa menyebutkan bahwa pembatalan atau penundaan keberangkatan Jemaah Haji tahun 2020, cukup memunculkan kekecewaan mendalam. Bukan hanya calon jemaah haji yang akan berangkat, tetapi juga para keluarga. Apalagi ribuan dari mereka merupakan daftar tunggu dan usia sudah sepuh.

Baca Juga :  CJH Datangi Kantor Imigrasi, Selesaikan Pembuatan Paspor

Hanya, politisi Golkar Kalbar ini meminta penundaan ini dapat diterima dengan lapang dada seluruh komponen anak bangsa sebagai keputusan demi kebaikan bersama. Namun yang terpenting adalah bagaimana Kemenag Kalbar, Pemprov, Pemkab dan Pemkot bersama-sama tokoh masyarakat menjelaskan atau mensosialisasikan pembatalan kepada ribuan Calhaj dan keluarga. ”Ini yang mungkin membuat mereka bertanya-tanya,” ujarnya.

Prabasa menyebutkan bahwa penjelasan kepada keluarga dan Calhaj  sangat penting disegerakan. Bisa saja dengan menyurati Calhaj atau bertandang langsung ke persatuan kelompok hajinya. Penundaan dijelaskan karena  pandemi global Covid-19 masih ada. “Saya juga mendapat pertanyaan seperti ini dari keluarga dan calhaj di Kabupaten Sambas,” ucapnya.

Politisi Golkar Kalbar ini menambahkan bahwa tidak semua Calhaj, terutama di daerah membaca berita di media online, menonton televise yang menayangkan pengumuman pembatalan keberangkatan Calhaj di Indonesia. Banyak dari mereka kemungkinan tidak mengetahui secara pasti info dan beritanya. “Kalau pun tahu, paling hanya memperoleh informasi yang justru membuat mereka ragu. Apa benar batal atau tidak. Harus memang lembaga resmi semacam Kemenag memberitahukan,” tukasnya.

Baca Juga :  Bekal untuk Haji

Dia kemudian memberikan contoh bahwa banyak ditanya masyarakat di Kabupaten Sambas mengenai heboh berita gagal berangkat Calhaj. Bahkan ditanyakan secara pribadi kepada dirinya. “Mungkin ini lebih kepada ketidaktahuannya. Sebab calhaj tersbeut selama ini jarang menonton televisi, hanya fokus menabung untuk ke tanah suci,” terangnya kembali. Makanya, dia meminta kepastian informasi dari pihak terkait dan berwenang harus segera disampaikan secara langsung kepada Calhaj dan keluarga. Bahwa keputusan pembatalan datang dari Pemerintah RI di Jakarta melalui Kementriaan Agama RI. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/