alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Ajak Warga Ciptakan Batik dengan Ciri Khas Lokal

Peringatan Hari Batik Nasional di Pontianak

Pontianak punya Kampung Batik. Lokasinya di Gang Kamboja Jalan Tanjungpura. Di tempat itu, peringatan hari batik nasional digelar, ditandai dengan Festival Hari Batik Nasional dengan menulis batik terpanjang di Kalimantan Barat.

RAMSES TOBING, Pontianak

SETIAP 2 Oktober, Indonesia memeringati Hari Batik, tak terkecuali Kalimantan Barat. Bentangan kain panjang ditulis para pembatik yang sudah terlatih. Festival itu juga dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Ketua Dekranasda Kalbar, Lismaryani Sutarmidji.

Kampung Batik di Gang Kamboja, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan bakal menjadi industri unggulan di Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono optimis hal itu bisa terwujud melalui sinergitas bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serta perbankan. Sama halnya dengan Kampung Tenun di Pontianak Utara yang menghasilkan kain tenun corak khas pucuk rebung, Kampung Batik juga diharapkan bisa menciptakan karya batik dengan kekhasannya sendiri.

Baca Juga :  Saat Listrik Menunjang Produktivitas UMKM

“Di Kampung Batik ini kami harapkan ada karya-karya batik yang menjadi ciri khasnya tersendiri sehingga menjadi kebanggaan Kota Pontianak,” ujarnya usai acara Festival Hari Batik Nasional dan Menulis Batik dengan rekor terpanjang di Kalbar, Rabu (2/10) malam.

Lokasi Kampung Batik atau Kampung Kamboja yang berada di kawasan waterfront ini menurutnya sangat menguntungkan. Apalagi masih adanya rumah-rumah tradisional atau rumah lama di kawasan tersebut semakin menambah kesan menarik bagi yang berkunjung. Kawasan itu nantinya akan menjadi kawasan cagar budaya.

“Rumah-rumah tersebut bisa berfungsi menjadi rumah budaya yang diisi oleh para pembatik, kuliner, pelaku ekonomi kreatif dan sebagainya,” kata Edi.

Ia berharap Kampung Kamboja ini menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi kreatif maupun kuliner. Dengan demikian berdampak pada meningkatnya perekonomian dan pendapatan warga. Pemkot Pontianak akan memfasilitasi pelaku ekraf seperti pembatik, kuliner dan sebagainya. Dengan adanya kreativitas warga di sepanjang kawasan waterfront, akan semakin menarik minat orang untuk berkunjung ke kawasan tersebut.

Baca Juga :  Cerita Para Lansia Jalani Kehidupan di Masa Tua

“Harapannya kawasan itu akan semakin berkembang dengan berbagai kreativitas warga yang ada di sekitar waterfront,” tutupnya. (*/r)

Peringatan Hari Batik Nasional di Pontianak

Pontianak punya Kampung Batik. Lokasinya di Gang Kamboja Jalan Tanjungpura. Di tempat itu, peringatan hari batik nasional digelar, ditandai dengan Festival Hari Batik Nasional dengan menulis batik terpanjang di Kalimantan Barat.

RAMSES TOBING, Pontianak

SETIAP 2 Oktober, Indonesia memeringati Hari Batik, tak terkecuali Kalimantan Barat. Bentangan kain panjang ditulis para pembatik yang sudah terlatih. Festival itu juga dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Ketua Dekranasda Kalbar, Lismaryani Sutarmidji.

Kampung Batik di Gang Kamboja, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan bakal menjadi industri unggulan di Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono optimis hal itu bisa terwujud melalui sinergitas bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak serta perbankan. Sama halnya dengan Kampung Tenun di Pontianak Utara yang menghasilkan kain tenun corak khas pucuk rebung, Kampung Batik juga diharapkan bisa menciptakan karya batik dengan kekhasannya sendiri.

Baca Juga :  Vaksinasi Pedagang Terkendala Tempat

“Di Kampung Batik ini kami harapkan ada karya-karya batik yang menjadi ciri khasnya tersendiri sehingga menjadi kebanggaan Kota Pontianak,” ujarnya usai acara Festival Hari Batik Nasional dan Menulis Batik dengan rekor terpanjang di Kalbar, Rabu (2/10) malam.

Lokasi Kampung Batik atau Kampung Kamboja yang berada di kawasan waterfront ini menurutnya sangat menguntungkan. Apalagi masih adanya rumah-rumah tradisional atau rumah lama di kawasan tersebut semakin menambah kesan menarik bagi yang berkunjung. Kawasan itu nantinya akan menjadi kawasan cagar budaya.

“Rumah-rumah tersebut bisa berfungsi menjadi rumah budaya yang diisi oleh para pembatik, kuliner, pelaku ekonomi kreatif dan sebagainya,” kata Edi.

Ia berharap Kampung Kamboja ini menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi kreatif maupun kuliner. Dengan demikian berdampak pada meningkatnya perekonomian dan pendapatan warga. Pemkot Pontianak akan memfasilitasi pelaku ekraf seperti pembatik, kuliner dan sebagainya. Dengan adanya kreativitas warga di sepanjang kawasan waterfront, akan semakin menarik minat orang untuk berkunjung ke kawasan tersebut.

Baca Juga :  Syarif Mahmud Protes Pembangunan Trotoar Bikin Macet

“Harapannya kawasan itu akan semakin berkembang dengan berbagai kreativitas warga yang ada di sekitar waterfront,” tutupnya. (*/r)

Most Read

Artikel Terbaru

IPM Kalbar Masih Peringkat 30

Harga Hewan Kurban Melonjak

Usut Tuntas Promo Miras Holywings

/