alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Kelak Pengunjung Pasar Flamboyan pun Diarahkan Parkir ke Sini

Menanti Kemaksimalan Fungsi Gedung Parkir Pontianak

Sejak Januari 2020, pengoperasian gedung parkir milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak di Jalan Letjen Suprapto mulai dikenakan tarif. Dalam upaya pengaturan arus lalu lintas agar tidak macet, ke depan tata kelola parkir di sekitaran Jalan Gajah Mada akan diarahkan ke gedung ini.

MIRZA A. MUIN, Pontianak

KEPALA Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi, memastikan bahwa penarikan tarif pengoperasian gedung parkir sudah mulai diberlakukan per-1 Januari lalu. “Tarifnya Rp1.000 (untuk) motor dan Rp2 ribu buat mobil. Namun jika parkir lebih dari sejam, akan dikenakan Rp500 buat motor dan Rp1.000 buat mobil,” jelas Kadishub kepada Pontianak Post, kemarin (4/1).

Pantauan dia, sejak diberlakukan tarif di gedung parkir, masyarakat sebagai pengguna kendaraan sudah mulai ramai menggunakan lokasi tersebut untuk memarkir kendaraannya. Meski disadari, belum semua masyarakat mengetahui  gedung parkir di sana telah beroerasi. “Dalam sehari, di tahap awal ini, kendaraan masuk bisa mendekati seratusan kendaraan,” katanya.

Harapan dia secara bertahap dan pelan-pelan masyarakat mengetahui keberadaan salah satu fasilitas milik Pemkot tersebut, sehingga jumlah kendaraan yang menggunakan jasanya akan terus meningkat. Dalam upayanya, Pemkot juga berencana melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak hotel yang berada tak jauh dari sekitar gedung dimaksud. Isi nota kesepahaman itu, salah satunya, diungkapkan dia, meminta agar kendaraan-kendaraan dengan tujuan ke hotel dapat diparkirkan ke sana. Upaya tersebut dilakukan mereka guna meminimalisir terjadinya kemacetan di Jalan Gajah Mada.

Baca Juga :  Bansos Rentan Penerima Ganda

Utin melanjutkan, tata kelola perparkiran di Pasar Flamboyan yang kerap membuat macet pada pagi hari, ke depan juga akan disarankan mereka untuk memanfaatkannya. Pengarahan pemberlakuan aturan baru tersebut akan dilakukan mereka secepatnya.

“Dalam waktu dekat kami akan sosialisasikan. Nanti akan ditempatkan petugas (Dinas) Perhubungan di area Pasar Flamboyan. Intinya, jika sudah jam 6 pagi, tidak ada lagi kendaraan parkir di badan jalan depan pasar. Semua akan kami arahkan ke Gedung Parkir,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa memandang keberadaan Gedung Parkir bisa menjadi solusi terhadap kejadian macet di Pasar Flamboyan di waktu pagi. Inisiasi pemindahan parkir kendaraan ke gedung tersebut bagi pengunjung Pasar Flamboyan, akan mereka dorong.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak ke-250, POM Gelar Lomba Senam Jepin

“Kami berharap adanya Gedung Parkir dapat difungsikan secara maksimal untuk mengatasi masalah parkir di seputaran (Jalan) Gajah Mada. Apalagi di kala pagi hari, sebenarnya di sekitar Pasar Flamboyan yang sering terjadi kemacetan ini menjadi suatu masalah, jika tidak segera dicari alternatif tempat parkir,” kata Bebby.

Dia meminta fungsi Gedung Parkir dapat digunakan semua pengguna kendaraan. Harapan dia, jangan sampai fasilitas tersebut hanya digunakan pihak hotel yang ada di sekitarnya saja. Jika demikian, dikhawatirkan dia, akan mengundang tanda tanya bagi masyarakat.

Inginnya dia, keberadaan gedung tersebut digunakan sesuai fungsinya. Fungsi yang dimaksud dia yaitu untuk mengatasi persoalan ketiadaan lahan parkir di wilayah itu. Sisi lainnya, harapan dia, gedung ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah melalui retribusi perparkiran.

Dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau lokasi gedung tersebut. Pihaknya akan fokus pada gedung parkir, utamanya melihat penggunaan parkir yang harus sesuai fungsinya. (*)

 

Menanti Kemaksimalan Fungsi Gedung Parkir Pontianak

Sejak Januari 2020, pengoperasian gedung parkir milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak di Jalan Letjen Suprapto mulai dikenakan tarif. Dalam upaya pengaturan arus lalu lintas agar tidak macet, ke depan tata kelola parkir di sekitaran Jalan Gajah Mada akan diarahkan ke gedung ini.

MIRZA A. MUIN, Pontianak

KEPALA Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi, memastikan bahwa penarikan tarif pengoperasian gedung parkir sudah mulai diberlakukan per-1 Januari lalu. “Tarifnya Rp1.000 (untuk) motor dan Rp2 ribu buat mobil. Namun jika parkir lebih dari sejam, akan dikenakan Rp500 buat motor dan Rp1.000 buat mobil,” jelas Kadishub kepada Pontianak Post, kemarin (4/1).

Pantauan dia, sejak diberlakukan tarif di gedung parkir, masyarakat sebagai pengguna kendaraan sudah mulai ramai menggunakan lokasi tersebut untuk memarkir kendaraannya. Meski disadari, belum semua masyarakat mengetahui  gedung parkir di sana telah beroerasi. “Dalam sehari, di tahap awal ini, kendaraan masuk bisa mendekati seratusan kendaraan,” katanya.

Harapan dia secara bertahap dan pelan-pelan masyarakat mengetahui keberadaan salah satu fasilitas milik Pemkot tersebut, sehingga jumlah kendaraan yang menggunakan jasanya akan terus meningkat. Dalam upayanya, Pemkot juga berencana melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak hotel yang berada tak jauh dari sekitar gedung dimaksud. Isi nota kesepahaman itu, salah satunya, diungkapkan dia, meminta agar kendaraan-kendaraan dengan tujuan ke hotel dapat diparkirkan ke sana. Upaya tersebut dilakukan mereka guna meminimalisir terjadinya kemacetan di Jalan Gajah Mada.

Baca Juga :  Sanksi Tegas Parkir Sembarangan

Utin melanjutkan, tata kelola perparkiran di Pasar Flamboyan yang kerap membuat macet pada pagi hari, ke depan juga akan disarankan mereka untuk memanfaatkannya. Pengarahan pemberlakuan aturan baru tersebut akan dilakukan mereka secepatnya.

“Dalam waktu dekat kami akan sosialisasikan. Nanti akan ditempatkan petugas (Dinas) Perhubungan di area Pasar Flamboyan. Intinya, jika sudah jam 6 pagi, tidak ada lagi kendaraan parkir di badan jalan depan pasar. Semua akan kami arahkan ke Gedung Parkir,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa memandang keberadaan Gedung Parkir bisa menjadi solusi terhadap kejadian macet di Pasar Flamboyan di waktu pagi. Inisiasi pemindahan parkir kendaraan ke gedung tersebut bagi pengunjung Pasar Flamboyan, akan mereka dorong.

Baca Juga :  Terpantau Gelar Pelatihan Militer, Terduga Teroris Tingkatkan Kemampuan Aksi Teror

“Kami berharap adanya Gedung Parkir dapat difungsikan secara maksimal untuk mengatasi masalah parkir di seputaran (Jalan) Gajah Mada. Apalagi di kala pagi hari, sebenarnya di sekitar Pasar Flamboyan yang sering terjadi kemacetan ini menjadi suatu masalah, jika tidak segera dicari alternatif tempat parkir,” kata Bebby.

Dia meminta fungsi Gedung Parkir dapat digunakan semua pengguna kendaraan. Harapan dia, jangan sampai fasilitas tersebut hanya digunakan pihak hotel yang ada di sekitarnya saja. Jika demikian, dikhawatirkan dia, akan mengundang tanda tanya bagi masyarakat.

Inginnya dia, keberadaan gedung tersebut digunakan sesuai fungsinya. Fungsi yang dimaksud dia yaitu untuk mengatasi persoalan ketiadaan lahan parkir di wilayah itu. Sisi lainnya, harapan dia, gedung ini bisa meningkatkan pendapatan asli daerah melalui retribusi perparkiran.

Dalam waktu dekat pihaknya akan meninjau lokasi gedung tersebut. Pihaknya akan fokus pada gedung parkir, utamanya melihat penggunaan parkir yang harus sesuai fungsinya. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/