alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

PONTIANAK – Mulai Selasa (5/1) pasang harian sudah menurun. Namun, curah hujan yang masih cukup tinggi bisa meningkatkan debit air Sungai Kapuas sehingga perlu waspada terhadap banjir rob. Hal tersebut disampaikan BMKG dan Stasisun Meterologi Maritim Pontianak.

“Sedangkan untuk kondisi gelombang, mengingat kondisi angin muson masih didominasi Muson Asia, kondisi gelombang di wilper Kalimantan Barat masih cukup tinggi,” kata Prakirawan, Hernu Cahya Prawira Senin (4/1).

Hernu mengatakan, Ketinggi berkisar di kategori sedang hingga tinggi yakni 1.25 hingga 4 meter, khususnya di daerah laut lepas bagian utara seperti di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Natuna dan Anambas.

Sedangkan untuk daerah pesisir Kalbar, perlu diperhatikan yaitu perairan Singkawang hingga Sambas bagian utara karena berbatasan langsung dengan laut lepas, sehingga potensi gelombang cukup tinggi (kategori sedang 1.25 – 2.5m) di daerah tersebut.

Dalam kondisi ini, bagi masyarakat yang menggunakan transportasi perairan, baik kapal penumpang maupun nelayan, perlu waspada gangguan gelombang tinggi khususnya di laut lepas bagian utara dan pesisir utara perairan sambas, dan gangguan banjir rob masih mungkin terjadi.

Baca Juga :  Didominasi Kluster Jemaah Tabligh

“Karena masih tingginya curah hujan khususnya di daerah Pontianak dan sekitarnya,” jelasnya.

Waspadai pula adanya puncak pasang di pertengahan bulan, khususnya pada 14 Januari 2021. Di prakirakan pasang surut bernilai 1,7 meter. Kemudian berlanjut lagi pada akhir bulan yakni 28 hingga 29 Januari 2021.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem hingga 10 Januari 2021. Sejak awal tahun, hujan masih terjadi secara hampir merata Kalimantan Barat.

“Hasil pengamatan menunjukkan belum adanya hujan yang signifikan sehingga menyebabkan genangan atau banjir,” katanya.

Genangan di pesisir barat Kalbar terjadi beberapa hari terakhir dikarenakan sedang terjadinya puncak pasang air laut dan gelombang air laut yang cukup tinggi di perairan sebelah barat Kalbar.

Baca Juga :  Pesisir Mempawah Direndam Pasang Air Laut

Perkembangan dinamika atmosfir mengindikasikan beberapa hari ke depan akan terdapat gangguan gelombang atmosfir tropis berupa madden julian oscillation (MJO) yang bisa memicu terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Kalimantan Barat hingga 10 Januari 2021.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan yang disertai petir dan angin kencang. Seperti pohon tumbang, jalan licin dan sebagainya.

Waspadai potensi angin kencang terutama pada siang hingga sore hari di pesisir barat Kalbar. Diprakirakan cukup panjangnya periode hujan lebat tersebut mengindikasikan adanya potensi terjadinya genangan, banjir dan tanah longsor khususnya pada wilayah yang sering terdampak bencana tersebut. (mrd)

PONTIANAK – Mulai Selasa (5/1) pasang harian sudah menurun. Namun, curah hujan yang masih cukup tinggi bisa meningkatkan debit air Sungai Kapuas sehingga perlu waspada terhadap banjir rob. Hal tersebut disampaikan BMKG dan Stasisun Meterologi Maritim Pontianak.

“Sedangkan untuk kondisi gelombang, mengingat kondisi angin muson masih didominasi Muson Asia, kondisi gelombang di wilper Kalimantan Barat masih cukup tinggi,” kata Prakirawan, Hernu Cahya Prawira Senin (4/1).

Hernu mengatakan, Ketinggi berkisar di kategori sedang hingga tinggi yakni 1.25 hingga 4 meter, khususnya di daerah laut lepas bagian utara seperti di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Natuna dan Anambas.

Sedangkan untuk daerah pesisir Kalbar, perlu diperhatikan yaitu perairan Singkawang hingga Sambas bagian utara karena berbatasan langsung dengan laut lepas, sehingga potensi gelombang cukup tinggi (kategori sedang 1.25 – 2.5m) di daerah tersebut.

Dalam kondisi ini, bagi masyarakat yang menggunakan transportasi perairan, baik kapal penumpang maupun nelayan, perlu waspada gangguan gelombang tinggi khususnya di laut lepas bagian utara dan pesisir utara perairan sambas, dan gangguan banjir rob masih mungkin terjadi.

Baca Juga :  Midji Minta Izin Pegawai Kontrak Diwadahi di Bawah Koperasi Pegawai

“Karena masih tingginya curah hujan khususnya di daerah Pontianak dan sekitarnya,” jelasnya.

Waspadai pula adanya puncak pasang di pertengahan bulan, khususnya pada 14 Januari 2021. Di prakirakan pasang surut bernilai 1,7 meter. Kemudian berlanjut lagi pada akhir bulan yakni 28 hingga 29 Januari 2021.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem hingga 10 Januari 2021. Sejak awal tahun, hujan masih terjadi secara hampir merata Kalimantan Barat.

“Hasil pengamatan menunjukkan belum adanya hujan yang signifikan sehingga menyebabkan genangan atau banjir,” katanya.

Genangan di pesisir barat Kalbar terjadi beberapa hari terakhir dikarenakan sedang terjadinya puncak pasang air laut dan gelombang air laut yang cukup tinggi di perairan sebelah barat Kalbar.

Baca Juga :  Didominasi Kluster Jemaah Tabligh

Perkembangan dinamika atmosfir mengindikasikan beberapa hari ke depan akan terdapat gangguan gelombang atmosfir tropis berupa madden julian oscillation (MJO) yang bisa memicu terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Kalimantan Barat hingga 10 Januari 2021.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan yang disertai petir dan angin kencang. Seperti pohon tumbang, jalan licin dan sebagainya.

Waspadai potensi angin kencang terutama pada siang hingga sore hari di pesisir barat Kalbar. Diprakirakan cukup panjangnya periode hujan lebat tersebut mengindikasikan adanya potensi terjadinya genangan, banjir dan tanah longsor khususnya pada wilayah yang sering terdampak bencana tersebut. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/