alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Fokus Penanganan Stunting di Empat Daerah Baru

PONTIANAK-Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Aulia akan melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah dan pemerintah setempat dalam menindaklanjuti Proyek Prioritas Nasional penanganan stunting. Di tahun ini, terdapat empat daerah tambahan fokus stunting. Yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Landak dan Kabupaten Sanggau.

“Tahun ini program di bidang KS PK masih sama dengan tahun lalu. Yaitu menurunkan angka stunting dengan pola pengasuhan di BKB. Malah tahun ini, terdapat tambahan empat wilayah masuk Pro PN Stunting,” ungkap Aulia kepada Pontianak Post, Selasa (5/1).

Empat wilayah itu adalah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Landak dan Kabupaten Sanggau. Sedangkan di tahun lalu, penanganan stunting telah difokuskan di Ketapang, Sambas, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

Baca Juga :  BNPB Turunkan Tim dan Kirim Logistik ke Lokasi Bencana Erupsi Gunung Semeru

Empat daerah baru yang menjadi fokus Pro PN penanganan stunting, secepatnya akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama OPD KB dan pemda setempat. Khususnya Tim Penanganan stunting di kabupaten tersebut. Tujuannya memetakan desa-desa sasaran stunting.

Selanjutnya, ia akan membuat rencana dan jadwal intervensi bersama OPD KB di daerah masing-masing. Mengenai lokasinya nanti, akan ditentukan oleh masing-masing daerah.

Berkaca di tahun lalu, persoalan penanganan stunting terjadi ketika menentukan waktu dan jadwal pelaksanaan intervensi yang belum bisa bersamaan. “Tahun lalu kita terlambat turun untuk koordinasi dan intervensi ke kabupaten dan kota karena covid,” ujarnya.

Lagipula, anggaran kabupaten kota difokuskan untuk penanganan covid 19. Sehingga koordinasi arus pelaporan terjadi keterlambatan.

Baca Juga :  BKKBN Kalbar Gelar Reviu Program Bangga Kencana

“Untuk tahun ini kita fokus atasi masalah ini dan akan melaksanakan sesuai kondisi dan kearifan lokal masing-masing kabupaten dan kota sasaran,” ungkapnya.

Selain fokus penanganan stunting, di tahun ini bidangnya juga mencoba lebih mengajak remaja GenRe sebagai agen KIE buat bersama-sama menangani stunting.(iza)

PONTIANAK-Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Aulia akan melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah dan pemerintah setempat dalam menindaklanjuti Proyek Prioritas Nasional penanganan stunting. Di tahun ini, terdapat empat daerah tambahan fokus stunting. Yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Landak dan Kabupaten Sanggau.

“Tahun ini program di bidang KS PK masih sama dengan tahun lalu. Yaitu menurunkan angka stunting dengan pola pengasuhan di BKB. Malah tahun ini, terdapat tambahan empat wilayah masuk Pro PN Stunting,” ungkap Aulia kepada Pontianak Post, Selasa (5/1).

Empat wilayah itu adalah Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Landak dan Kabupaten Sanggau. Sedangkan di tahun lalu, penanganan stunting telah difokuskan di Ketapang, Sambas, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

Baca Juga :  BNPB Turunkan Tim dan Kirim Logistik ke Lokasi Bencana Erupsi Gunung Semeru

Empat daerah baru yang menjadi fokus Pro PN penanganan stunting, secepatnya akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama OPD KB dan pemda setempat. Khususnya Tim Penanganan stunting di kabupaten tersebut. Tujuannya memetakan desa-desa sasaran stunting.

Selanjutnya, ia akan membuat rencana dan jadwal intervensi bersama OPD KB di daerah masing-masing. Mengenai lokasinya nanti, akan ditentukan oleh masing-masing daerah.

Berkaca di tahun lalu, persoalan penanganan stunting terjadi ketika menentukan waktu dan jadwal pelaksanaan intervensi yang belum bisa bersamaan. “Tahun lalu kita terlambat turun untuk koordinasi dan intervensi ke kabupaten dan kota karena covid,” ujarnya.

Lagipula, anggaran kabupaten kota difokuskan untuk penanganan covid 19. Sehingga koordinasi arus pelaporan terjadi keterlambatan.

Baca Juga :  BKKBN Kalbar Gelar Reviu Program Bangga Kencana

“Untuk tahun ini kita fokus atasi masalah ini dan akan melaksanakan sesuai kondisi dan kearifan lokal masing-masing kabupaten dan kota sasaran,” ungkapnya.

Selain fokus penanganan stunting, di tahun ini bidangnya juga mencoba lebih mengajak remaja GenRe sebagai agen KIE buat bersama-sama menangani stunting.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/