alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Remaja jadi Korban Kejahatan Seksual

Trauma Berat hingga Konsumsi Obat Penenang

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat tengah mendalami kasus pencabulan yang dialami seorang wanita berusia 16 tahun di Kabupaten Sambas. Perbuatan itu dilakukan tiga pria pada waktu berbeda. Kondisi korban mengalami trauma berat.

SIGIT ADRIYANTO, Pontianak

KOMISIONER KPPAD Kalbar, Nani Wirdayani mengatakan, korban mengaku dipaksa berhubungan seksual dengan tiga pria berbeda. Ketiga pelaku tinggal di wilayah yang sama dengan korban. Perbuatan cabul ini sudah menimpa korban pada dua tahun silam, saat masih kelas 2 SMP.

“Korban mengalami trauma. Saat dikunjungi, korban sangat murung. Saat ini, korban mengkonsumsi obat penenang. Korban juga pernah mengatakan kepada ibunya bahwa ingin bunuh diri pada akhir 2019,” jelas Nani, Selasa (4/2).

Baca Juga :  Pembukaan Dragon Boat Diselimuti Kabut Asap

Orang tua korban tidak mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya. Justru, guru korban di sekolah yang mengetahui setelah melihat ada yang berbeda dari korban. Guru melihat korban murung selama di sekolah.

“Saat ditanya guru bimbingan konselingnya, perlahan dia yang selama ini tertutup bercerita kejadian itu. Selama dua tahun memendam beban batin itu tanpa cerita ke siapapun termasuk orangtuanya,” sambungnya.

Guru kemudian mendiskusikan dengan orang tua korban terkait hal tersebut. Setelah itu, orangtua bersama keluarga lainnya berembuk hingga memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Sambas.

“Di Polres (Sambas) juga dipanggilkan psikolog. Korban juga tak mau bicara apapun. Dia sudah trauma berat. Korban mengaku mendapat ancaman oleh pelaku,” katanya.

Baca Juga :  Peta Zona Nilai Tanah Dongkrak Pajak Daerah

Dia memaparkan, saat ini korban masih tahap pengambilan berita acara pemeriksaan di Polres Sambas. Korban juga telah bercerita kalau mendapat perlakuan cabul dari tiga orang berbeda pada waktu berbeda. Kali pertama jadi korban pencabulan pada dua tahun lalu. Terakhir kali menerima perlakuan serupa pada akhir Desember 2019.

“Pelaku tiga orang. Satu pelaku masih di bawah umur. Dua lainnya dewasa,” katanya.

Seorang pelaku telah diamakan Polres Sambas. Dua pelaku lagi masih buron. “Anak ini diperdaya. Mungkin anak ini masih lugu jadi diajak ke mana dia ikut saja,” katanya. (*)

 

Trauma Berat hingga Konsumsi Obat Penenang

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat tengah mendalami kasus pencabulan yang dialami seorang wanita berusia 16 tahun di Kabupaten Sambas. Perbuatan itu dilakukan tiga pria pada waktu berbeda. Kondisi korban mengalami trauma berat.

SIGIT ADRIYANTO, Pontianak

KOMISIONER KPPAD Kalbar, Nani Wirdayani mengatakan, korban mengaku dipaksa berhubungan seksual dengan tiga pria berbeda. Ketiga pelaku tinggal di wilayah yang sama dengan korban. Perbuatan cabul ini sudah menimpa korban pada dua tahun silam, saat masih kelas 2 SMP.

“Korban mengalami trauma. Saat dikunjungi, korban sangat murung. Saat ini, korban mengkonsumsi obat penenang. Korban juga pernah mengatakan kepada ibunya bahwa ingin bunuh diri pada akhir 2019,” jelas Nani, Selasa (4/2).

Baca Juga :  Peta Zona Nilai Tanah Dongkrak Pajak Daerah

Orang tua korban tidak mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya. Justru, guru korban di sekolah yang mengetahui setelah melihat ada yang berbeda dari korban. Guru melihat korban murung selama di sekolah.

“Saat ditanya guru bimbingan konselingnya, perlahan dia yang selama ini tertutup bercerita kejadian itu. Selama dua tahun memendam beban batin itu tanpa cerita ke siapapun termasuk orangtuanya,” sambungnya.

Guru kemudian mendiskusikan dengan orang tua korban terkait hal tersebut. Setelah itu, orangtua bersama keluarga lainnya berembuk hingga memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Sambas.

“Di Polres (Sambas) juga dipanggilkan psikolog. Korban juga tak mau bicara apapun. Dia sudah trauma berat. Korban mengaku mendapat ancaman oleh pelaku,” katanya.

Baca Juga :  Predator Anak ‘Bersarang’ di Sanggau

Dia memaparkan, saat ini korban masih tahap pengambilan berita acara pemeriksaan di Polres Sambas. Korban juga telah bercerita kalau mendapat perlakuan cabul dari tiga orang berbeda pada waktu berbeda. Kali pertama jadi korban pencabulan pada dua tahun lalu. Terakhir kali menerima perlakuan serupa pada akhir Desember 2019.

“Pelaku tiga orang. Satu pelaku masih di bawah umur. Dua lainnya dewasa,” katanya.

Seorang pelaku telah diamakan Polres Sambas. Dua pelaku lagi masih buron. “Anak ini diperdaya. Mungkin anak ini masih lugu jadi diajak ke mana dia ikut saja,” katanya. (*)

 

Most Read

Bersama Lawan Covid-19

Tetap Terapkan Prokes

Kodim Gelar Lomba Burung Kicau

Artikel Terbaru

/