alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Selama 2019, Ada 1600 TKI Legal Masuk di Sarawak

Apjati Dukung Pelayanan KKBPK di Malaysia

PONTIANAK-Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Perwakilan Kalimantan Barat, Mahadar mengungkap di 2019 kurang lebih terdapat 1600 TKI yang masuk ke Sarawak Malaysia melalui jalur resmi. Diperkirakan TKI yang masuk ke Sarawak bila ditambah dengan jalur ilegal jumlahnya bisa melebihi dari angka yang ia sebut.

“Saya menyambut baik soal rencana BKKBN RI dan perwakilan BKKBN Kalbar yang akan memberikan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi gratis di perkebunan sawit yang berada di Sarawak Malaysia. Jika dilihat data ada banyak TKI yang membawa keluarga kerja di sana. Untuk di 2019 saja, data TKI yang masuk di Apjati Kalbar capai 1600 an orang,” ungkap Mahadar, Rabu (5/2).

Baca Juga :  Bekuk 638 Pelaku Kejahatan Jalanan

Wacana BKKBN untuk memberikan pelayanan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga bagi TKI yang bekerja di perkebunan sawit Malaysia begitu didukung.

Dia bahkan siap apabila dimintai bantuan untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Karena khusus TKI di daerah Sarawak saja, total TKI bisa mencapai setengah juta jiwa. “Sebagian dari mereka ada yang bawa anak dan istri,” ungkapnya.

Pihaknyapun ke depan sebelum memberangkatkan para TKI ke negara tetangga terlebih dulu akan memberikan sosialisasi tentang pembangunan keluarga. Tujuannya agar ketika bekerja di sana, mereka dapat mengatur jarak kelahiran anak.

Ditanya jumlah perusahaan yang ada di Sarawak, dari data Apjati mencapai 21 perusahaan. Dari jumlah yang ia sebutkan, rerata pekerjanya berasal dari Indonesia.(iza)

Baca Juga :  Gerakaan Ekonomi Bersama Masjid

Apjati Dukung Pelayanan KKBPK di Malaysia

PONTIANAK-Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Perwakilan Kalimantan Barat, Mahadar mengungkap di 2019 kurang lebih terdapat 1600 TKI yang masuk ke Sarawak Malaysia melalui jalur resmi. Diperkirakan TKI yang masuk ke Sarawak bila ditambah dengan jalur ilegal jumlahnya bisa melebihi dari angka yang ia sebut.

“Saya menyambut baik soal rencana BKKBN RI dan perwakilan BKKBN Kalbar yang akan memberikan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi gratis di perkebunan sawit yang berada di Sarawak Malaysia. Jika dilihat data ada banyak TKI yang membawa keluarga kerja di sana. Untuk di 2019 saja, data TKI yang masuk di Apjati Kalbar capai 1600 an orang,” ungkap Mahadar, Rabu (5/2).

Baca Juga :  Jajal Medan Lurus dan Berbelok hingga Berbatuan

Wacana BKKBN untuk memberikan pelayanan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga bagi TKI yang bekerja di perkebunan sawit Malaysia begitu didukung.

Dia bahkan siap apabila dimintai bantuan untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Karena khusus TKI di daerah Sarawak saja, total TKI bisa mencapai setengah juta jiwa. “Sebagian dari mereka ada yang bawa anak dan istri,” ungkapnya.

Pihaknyapun ke depan sebelum memberangkatkan para TKI ke negara tetangga terlebih dulu akan memberikan sosialisasi tentang pembangunan keluarga. Tujuannya agar ketika bekerja di sana, mereka dapat mengatur jarak kelahiran anak.

Ditanya jumlah perusahaan yang ada di Sarawak, dari data Apjati mencapai 21 perusahaan. Dari jumlah yang ia sebutkan, rerata pekerjanya berasal dari Indonesia.(iza)

Baca Juga :  Gerakaan Ekonomi Bersama Masjid

Most Read

Artikel Terbaru

/