alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Genjot Ekspor Biji Pinang

PONTIANAK– Biji pinang menjadi salah satu komoditas unggulan eksport di Kalimantan Barat. Berdasarkan data IQFast tahun 2020, biji pinang mampu menyumbang pendapatan negara sebanyak 35 milyar dari total ekspor komoditas pertanian di Kalimantan Barat sebesar 3,6 trilyun. Untuk menjaga ketersedian dan kualitas biji pinang Balai Karantina Pertanian Pontianak melakukan  pembinaan hilirisasi produk eksport biji pinang, mulai dari pengolahan biji siap eksport hingga penyiapan bibit untuk memastikan ketersediaan biji secara berkelanjutan.

“Data IQFast 2020, menunjukan angka yang baik. Biji pinang mampu menyumbang pendapatan hingga Rp35 milyar,” kata Kepala Karantina Pertanian Pontianak Amir Hasanuddin, kemarin. Dikatakan Amir, komoditas biji pinang dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan yang akan digenjot ekspornya di Tahun 2021. Keputusan tersebut diambil mengingat selama ini produksi komoditas diperoleh dari tanaman liar yang tumbuh dari sektor perkebunan di Kalimantan Barat.

“Selama ini kendala yang ada pada ekspor  biji pinang adalah ketersediaan komoditas itu sendiri. Dengan pembinaan hilirisasi, maka tersediaan pasokan bisa dijamin. Selain itu, belum ada sentra biji pinang yang dikelola secara serius oleh pemerintah maupun pihak swasta,” kata dia.

Baca Juga :  Dirut Soedarso Beberkan Kronologis Rekam Medis Herry, Penanganan Pasien Sesuai SOP

Dengan penyelesaian kendala lapangan dan penanganan yang lebih serius dari hulu sampai ke hilir diharapkan  akan mampu mendongkrak nilai ekspor tahun ini. “Kami, dari Karantina Pertanian Pontianak mendorong eksportir untuk mengolah biji pinang menjadi produk farmasi dan konsumsi sehingga nilai barang meroket.” tambah Amir

Pada tahun 2018 volume eksport  melalui Kalimantan Barat mecapai 328.124,13 ton. Angka itu diperoleh dari hasil lima komoditas unggulan eksport, diantaranya kelapa bulat dan parut tujuan China, Mauritius, Argentina, Turki, Afrika Selatan, Jerman, Inggris, Rusia, Yunani dll dengan total ekspor tidak kurang dari 65.006,09 ton.

Lada biji tujuan Turki, India, Kanada, Tiongkok, Swis dan Vietnam dengan total ekspor sebanyak 5.358,16 ton.  Sementara biji pinang banyak dikirim ke India, Bangladesh, Itan, Afganistan, Tiongkok dan Myanmar dengan volume total ekspor 3.643,21 ton.

Untuk karet lempengan tujuan Amerika, India, Turki, Tiongkok, Meksiko, Turki, Vietnam dan Paakistan dengan volume total ekspor 91.832,24 ton. Palm Kernel Expeller juga menjadi komoditas yang laku dipasaran Vietnam, Thailand dan Hongkong, dengan total ekspor 150.467,99 ton.

Baca Juga :  Peringatan 100 Tahun Pers Kalimantan Barat

Selain lima komoditas unggulan tersebut, pada 2018, Pontianak juga mengekspor beberapa komoditas unik yang bisa menjadi peluang baru pasar ekspor. Diantaranya tanaman aquarium ( aquatiq plant) yang diekspor ke Jepang, Korsel, Singapura, Amerika, Prancis, Inggris, Belanda, Denmark dan negara lainnya dengan total volume ekspor 363.407 batang. Sedangkan mengkudu diekspor ke Korsel dan Taiwan sebanyak 12,3 ton.

Selain itu, ada juga ekapor daun kelapa sawit kering dengan negara tujuan Amerika, Hongkong dan Malaysia, yang telah diekspor sebanyak 22,53 ton. Sapu Lidi juga menjadi komoditas ekspor tujuan India, Pakistan dan Malaysia, dengan bolume ekspor 749,19 ton.  Nipah, dengan tujuan India dan Pakistan, dengan total pengiriman sebanyak 225,6 ton. Dan komoditas sarang walet yang pengirimannya baru mencapai 113,65 kg. (arf)

PONTIANAK– Biji pinang menjadi salah satu komoditas unggulan eksport di Kalimantan Barat. Berdasarkan data IQFast tahun 2020, biji pinang mampu menyumbang pendapatan negara sebanyak 35 milyar dari total ekspor komoditas pertanian di Kalimantan Barat sebesar 3,6 trilyun. Untuk menjaga ketersedian dan kualitas biji pinang Balai Karantina Pertanian Pontianak melakukan  pembinaan hilirisasi produk eksport biji pinang, mulai dari pengolahan biji siap eksport hingga penyiapan bibit untuk memastikan ketersediaan biji secara berkelanjutan.

“Data IQFast 2020, menunjukan angka yang baik. Biji pinang mampu menyumbang pendapatan hingga Rp35 milyar,” kata Kepala Karantina Pertanian Pontianak Amir Hasanuddin, kemarin. Dikatakan Amir, komoditas biji pinang dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan yang akan digenjot ekspornya di Tahun 2021. Keputusan tersebut diambil mengingat selama ini produksi komoditas diperoleh dari tanaman liar yang tumbuh dari sektor perkebunan di Kalimantan Barat.

“Selama ini kendala yang ada pada ekspor  biji pinang adalah ketersediaan komoditas itu sendiri. Dengan pembinaan hilirisasi, maka tersediaan pasokan bisa dijamin. Selain itu, belum ada sentra biji pinang yang dikelola secara serius oleh pemerintah maupun pihak swasta,” kata dia.

Baca Juga :  Info Anak Terlantar, Rama Kini Dititipkan di PLAT

Dengan penyelesaian kendala lapangan dan penanganan yang lebih serius dari hulu sampai ke hilir diharapkan  akan mampu mendongkrak nilai ekspor tahun ini. “Kami, dari Karantina Pertanian Pontianak mendorong eksportir untuk mengolah biji pinang menjadi produk farmasi dan konsumsi sehingga nilai barang meroket.” tambah Amir

Pada tahun 2018 volume eksport  melalui Kalimantan Barat mecapai 328.124,13 ton. Angka itu diperoleh dari hasil lima komoditas unggulan eksport, diantaranya kelapa bulat dan parut tujuan China, Mauritius, Argentina, Turki, Afrika Selatan, Jerman, Inggris, Rusia, Yunani dll dengan total ekspor tidak kurang dari 65.006,09 ton.

Lada biji tujuan Turki, India, Kanada, Tiongkok, Swis dan Vietnam dengan total ekspor sebanyak 5.358,16 ton.  Sementara biji pinang banyak dikirim ke India, Bangladesh, Itan, Afganistan, Tiongkok dan Myanmar dengan volume total ekspor 3.643,21 ton.

Untuk karet lempengan tujuan Amerika, India, Turki, Tiongkok, Meksiko, Turki, Vietnam dan Paakistan dengan volume total ekspor 91.832,24 ton. Palm Kernel Expeller juga menjadi komoditas yang laku dipasaran Vietnam, Thailand dan Hongkong, dengan total ekspor 150.467,99 ton.

Baca Juga :  KSBSI Kalbar Harapkan Tak Ada PHK

Selain lima komoditas unggulan tersebut, pada 2018, Pontianak juga mengekspor beberapa komoditas unik yang bisa menjadi peluang baru pasar ekspor. Diantaranya tanaman aquarium ( aquatiq plant) yang diekspor ke Jepang, Korsel, Singapura, Amerika, Prancis, Inggris, Belanda, Denmark dan negara lainnya dengan total volume ekspor 363.407 batang. Sedangkan mengkudu diekspor ke Korsel dan Taiwan sebanyak 12,3 ton.

Selain itu, ada juga ekapor daun kelapa sawit kering dengan negara tujuan Amerika, Hongkong dan Malaysia, yang telah diekspor sebanyak 22,53 ton. Sapu Lidi juga menjadi komoditas ekspor tujuan India, Pakistan dan Malaysia, dengan bolume ekspor 749,19 ton.  Nipah, dengan tujuan India dan Pakistan, dengan total pengiriman sebanyak 225,6 ton. Dan komoditas sarang walet yang pengirimannya baru mencapai 113,65 kg. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/