alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

DPC IPeKB Kabupaten Melawi Dan Kabupaten Sintang di Kukuhkan

PONTIANAK-Dua organisasi kepengurusan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang dikukuhkan.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Muslimat berharap setelah dikukuhkan IPeKB dapat bekerja bersama menjalankan program Bangga Kencana.

Muslimat menjelaskan, IPeKB merupakan organisasi profesi. Bagi ketua terpilih beserta pengurus lain diharap mampu  bekerja sama dengan Dinas KB, PP, PA dan seluruh stakeholder.

Terkait yang ada di Kabupaten Sintang,  kedepan program Bangga Kencana harus bisa terealisasi, terutama program prioritas. Termasuk upaya penurunan stunting.

Ia melanjutkan angka stunting dari hasil SSGI 2021 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Nasional berada di angka 24,04 persen sedangkan Kalimantan Barat 29,08 persen di atas angka nasional. Ini perlu kerja keras dan terobosan untuk bagaiman angka stunting di Kalimantan Barat bisa diturunkan.

Baca Juga :  Hasil PK 2021 Bakal Digunakan Buat Program Pembangunan di Kalbar

Selanjutnya berdasar koordinasi dengan pusat Kalimantan Barat cakupannya masih 60 persen. Sekaitan dengan itu agar bisa mencapai angka 80 persen dengan sasaran bayi yang ditimbang di catat serta di entri di aplikasi e-PPGBM.

Sehubungan dengan itu ia berharap kepada pengurus IPeKB yang telah terbentuk ke depan mampu mendorong program Bangga Kencana di Kabupaten Sintang bisa sejajar dengan kabupaten/Kota lainnya.

Kepala Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Sintang, Maryadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Kita telah melakukan upaya kerjasama dan sinergi dalam memajukan tugas dan fungsi kita masing-masing karena bagaimanapun Penyuluh KB tidak bisa lepas dari Dinas begitu pula sebaliknya,” katanya.

Baca Juga :  Enam Hari, Rumah Pairan Tuntas Direnovasi

Lebih lanjut Ia menerangkan, terkait dengan masalah Stunting di Kabupaten Sintang melalui Kebijakan Bupati Kabupaten Sintang pada tahun 2017-2021 telah terbentuk Tim Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang yang diketuai Kepala Bappeda.

Dengan dibentuknya Tim ini angka Stunting di kabupaten Sintang pada tahun 2017 di angka 44,01 persen dapat di tekan pada tahun 2021 menjadi 28,80 persen.(iza)

PONTIANAK-Dua organisasi kepengurusan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang dikukuhkan.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Muslimat berharap setelah dikukuhkan IPeKB dapat bekerja bersama menjalankan program Bangga Kencana.

Muslimat menjelaskan, IPeKB merupakan organisasi profesi. Bagi ketua terpilih beserta pengurus lain diharap mampu  bekerja sama dengan Dinas KB, PP, PA dan seluruh stakeholder.

Terkait yang ada di Kabupaten Sintang,  kedepan program Bangga Kencana harus bisa terealisasi, terutama program prioritas. Termasuk upaya penurunan stunting.

Ia melanjutkan angka stunting dari hasil SSGI 2021 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Nasional berada di angka 24,04 persen sedangkan Kalimantan Barat 29,08 persen di atas angka nasional. Ini perlu kerja keras dan terobosan untuk bagaiman angka stunting di Kalimantan Barat bisa diturunkan.

Baca Juga :  Kaleidoskop BKKBN Kalbar 2019;  Dari Meja Makan, Kampung KB hingga Berbuah Penghargaan

Selanjutnya berdasar koordinasi dengan pusat Kalimantan Barat cakupannya masih 60 persen. Sekaitan dengan itu agar bisa mencapai angka 80 persen dengan sasaran bayi yang ditimbang di catat serta di entri di aplikasi e-PPGBM.

Sehubungan dengan itu ia berharap kepada pengurus IPeKB yang telah terbentuk ke depan mampu mendorong program Bangga Kencana di Kabupaten Sintang bisa sejajar dengan kabupaten/Kota lainnya.

Kepala Dinas KB, PP dan PA Kabupaten Sintang, Maryadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Kita telah melakukan upaya kerjasama dan sinergi dalam memajukan tugas dan fungsi kita masing-masing karena bagaimanapun Penyuluh KB tidak bisa lepas dari Dinas begitu pula sebaliknya,” katanya.

Baca Juga :  Berharap Ibadah Umroh Kembali dibuka

Lebih lanjut Ia menerangkan, terkait dengan masalah Stunting di Kabupaten Sintang melalui Kebijakan Bupati Kabupaten Sintang pada tahun 2017-2021 telah terbentuk Tim Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sintang yang diketuai Kepala Bappeda.

Dengan dibentuknya Tim ini angka Stunting di kabupaten Sintang pada tahun 2017 di angka 44,01 persen dapat di tekan pada tahun 2021 menjadi 28,80 persen.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/