alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Gelorakan Sadar Wisata Pada Masyarakat Tepian Sungai Kapuas

PONTIANAK-Dalam upaya pengenalan destinasi Sungai Kapuas sebagai lokasi wisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pontianak, melakukan sosialisasi tentang pengelolaan destinasi wisata tepian Sungai Kapuas pada 80 orang perwakilan masyarakat setempat. Kegiatannya dilaksanakan di tepian promenade, Kamis (5/3).

“Sosialisasi tentang pengelolaan destinasi wisata tepian Sungai Kapuas ini merupakan salah satu upaya Bidang Pariwisata. Dalam hal pengelolaan destinasi masyarakat setempat harus turut andil. Di sini, kami sekaligus memberikan tambahan wawasan pada masyarakat tentang kesadaran potensi wisata,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Pontianak, Zulkifli kepada Pontianak Post.

Sosialisasi pengelolaan destinasi wisata di tepian Sungai Kapuas ini kali pertama dilakukan. Pesertanya ada 80 orang dari perwakilan masyarakat setempat. Rencana, setelah ini sosialisasi kembali akan dilakukan bertempat di Kelurahan Bansir Laut.

Baca Juga :  Bimtek Perpustakaan Nasional, Tingkatkan Kapasitas Pustakawan Kalbar

Tujuan sosialisasi ini, pihaknya ingin agar masyarakat setempat sadar dengan potensi wisata tepian Sungai Kapuas. Karena dampaknya begitu besar bagi masyarakat, pihaknya ingin mengajak masyarakat bersama-sama menjaga sarana dan prasarana yang sudah terbangun.

Secara garis besar masyarakat menyambut baik sosialisasi ini. Tujuannya bersama untuk memajukan daerah melalui sektor kepariwisataan. Iapun meyakini, apabila visi misi pemerintah dengan masyarakat sudah sejalan, apa yang menjadi cita-cita Pemkot Pontianak, bisa berjalan dengan baik.

Gerakan sadar wisata ini lanjut dia lebih dalam memang harus terus digelorakan pada masyarakat. Mereka juga harus sadar bahwa masyarakat miliki potensi dalam pengembangan daerah sebagai destinasi wisata. “Untuk menuju ke sana, mereka mesti tahu apa yang harus dikerjakan,”terangnya.

Baca Juga :  Ikuti Program JKN-KIS, 18 Perguruan Tinggi di Kalbar MoU BPJS Kesehatan

Hubungannya dengan peningkatan ekonomi jelas Zulkifli tetap ada. Masukan masyarakat tentang pengembangan produk UMKM masyarakat tepian Sungai Kapuas juga menjadi bahan dasar untuk ditindaklanjuti. “Masukan masyarakat ingin, Pemkot Pontianak dapat menyediakan satu tempat khusus yang menjual produk khas dan kerajinan Pontianak. Kebetulan tadi juga ada perwakilan Bappeda. Pastinya masukan tersebut akan ditampung,” katanya.

Saat ini, produk khas kerajinan di tepian Sungai Kapuas ada beberapa. Diantaranya Kampung Batik dan tenun di Gang Kamboja. Kemudian ada kampung warna warni. Apa yang dilakukan secara tidak langsung bagian upaya buat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.(iza)

PONTIANAK-Dalam upaya pengenalan destinasi Sungai Kapuas sebagai lokasi wisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pontianak, melakukan sosialisasi tentang pengelolaan destinasi wisata tepian Sungai Kapuas pada 80 orang perwakilan masyarakat setempat. Kegiatannya dilaksanakan di tepian promenade, Kamis (5/3).

“Sosialisasi tentang pengelolaan destinasi wisata tepian Sungai Kapuas ini merupakan salah satu upaya Bidang Pariwisata. Dalam hal pengelolaan destinasi masyarakat setempat harus turut andil. Di sini, kami sekaligus memberikan tambahan wawasan pada masyarakat tentang kesadaran potensi wisata,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Pontianak, Zulkifli kepada Pontianak Post.

Sosialisasi pengelolaan destinasi wisata di tepian Sungai Kapuas ini kali pertama dilakukan. Pesertanya ada 80 orang dari perwakilan masyarakat setempat. Rencana, setelah ini sosialisasi kembali akan dilakukan bertempat di Kelurahan Bansir Laut.

Baca Juga :  Murah Meriah Sepeda Bekas di Pasar Tengah

Tujuan sosialisasi ini, pihaknya ingin agar masyarakat setempat sadar dengan potensi wisata tepian Sungai Kapuas. Karena dampaknya begitu besar bagi masyarakat, pihaknya ingin mengajak masyarakat bersama-sama menjaga sarana dan prasarana yang sudah terbangun.

Secara garis besar masyarakat menyambut baik sosialisasi ini. Tujuannya bersama untuk memajukan daerah melalui sektor kepariwisataan. Iapun meyakini, apabila visi misi pemerintah dengan masyarakat sudah sejalan, apa yang menjadi cita-cita Pemkot Pontianak, bisa berjalan dengan baik.

Gerakan sadar wisata ini lanjut dia lebih dalam memang harus terus digelorakan pada masyarakat. Mereka juga harus sadar bahwa masyarakat miliki potensi dalam pengembangan daerah sebagai destinasi wisata. “Untuk menuju ke sana, mereka mesti tahu apa yang harus dikerjakan,”terangnya.

Baca Juga :  Bimtek Perpustakaan Nasional, Tingkatkan Kapasitas Pustakawan Kalbar

Hubungannya dengan peningkatan ekonomi jelas Zulkifli tetap ada. Masukan masyarakat tentang pengembangan produk UMKM masyarakat tepian Sungai Kapuas juga menjadi bahan dasar untuk ditindaklanjuti. “Masukan masyarakat ingin, Pemkot Pontianak dapat menyediakan satu tempat khusus yang menjual produk khas dan kerajinan Pontianak. Kebetulan tadi juga ada perwakilan Bappeda. Pastinya masukan tersebut akan ditampung,” katanya.

Saat ini, produk khas kerajinan di tepian Sungai Kapuas ada beberapa. Diantaranya Kampung Batik dan tenun di Gang Kamboja. Kemudian ada kampung warna warni. Apa yang dilakukan secara tidak langsung bagian upaya buat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/