alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Jaksa Masuk Kampus, Sosialisasi Hukum dan Cegah Paham Radikal

PONTIANAK – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Kampus di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Senin (5/4).

Kegiatan yang diikuti pegawai dan mahasiswa IAIN ini menyosialisasikan peran Kejaksaan dalam mencegah tindak pidana korupsi serta paham radikal.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi mengatakan program ini, tidak hanya menyosialisasikan dan mengedukasi pengetahuan terhadap hukum dan perundang-undangan tetapi juga ingin lebih dekat dengan semua elemen masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Masyhudi juga menyinggung maraknya kasus korupsi di negara ini. Menurutnya korupsi masih menjadi isu yang seksi dalam pemberitaan.

Pentingnya dilakukan pencegahan tindak pidana korupsi melalui pendekatan pencegahan dan edukatif dalam berbagai kegiatan. Harapannya timbul budaya anti korupsi dengan melibatkan semua elemen bangsa. Ini juga sesuai arahan Presiden RI untuk menegakkan budaya anti korupsi di Indonesia.

Baca Juga :  Kementrian PUPR, Sayembara Desain Gedung IKN Hadiahnya Rp 3,4 Miliar

Masyhudi juga menyinggung, tahun 2020 menurut indeks transparansi internasional penanganan korupsi di Indonesia masih jelek dan dinilai penangannya merosot. Meskipun penyelidikan dan penanganan kasus korupsi telah banyak dilakukan. Maka, penegakan hukum yang tegas, terus menerus,konsisten dan berkelanjutan harus dilakukan untuk meningkatkan penindakan dan penangan kasus tindak pidana korupsi ke depannya.

Masyhudi juga mengapresiasi IAIN Pontianak telah melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan berharap pengelolaan keuangan yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. “Jangan ragu-ragu melakukan pengelolaan keuangan negara, yang penting niatnya,”paparnya.

Lebih lanjut, Masyhudi berpesan hendaknya niat dalam pengelolaan keuangan harus benar dan tepat sasaran sesuai dengan aturan. Masyhudi juga menyampaikan peran kejaksaan dalam mengawal proyek pembangunan strategis nasional. Salah satunya proyek pembangunan pelabuhan Kijing di Kalbar.

Di acara ini pula, Masyhudi mengingatkan agar waspada terhadap paham radikal. Perlunya penguatan ajaran agama Islam yang toleran.

Baca Juga :  Kejati Tahan Tersangka Baru Kredit Fiktif¬†

Menurutnya, perilaku radikal ini muncul dari pemahaman yang keliru terhadap agamanya. Serta kurangnya pemahaman terhadap hak azasi manusia. Padahal, harus saling menghargai pendapat. Tidak ada satu agama pun, terutama dalam agama Islam yang mengajarkan kekerasan. Paham radikalisme ini paham yang sesat.

Syarif, Rektor IAIN Pontianak menyambut positif kegiatan ini. Menurut Syarif, kegiatan ini wujud sinergi antar institusi pemerintah melakukan pencegahan korupsi dan paham radikal.

IAIN Pontianak, lanjutnya telah mengupayakan kedua hal itu dengan beragam prestasi yang diraih. Salah satunya meraih predikat kampus bebas pungli 100 persen.

Terkait tangkal radikalisme, kata Syarif IAIN Pontianak juga akan menindak tegas mahasiswa maupun pegawai IAIN Pontianak yang terlibat dalam paham radikal. (mrd)

PONTIANAK – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Kampus di Aula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Senin (5/4).

Kegiatan yang diikuti pegawai dan mahasiswa IAIN ini menyosialisasikan peran Kejaksaan dalam mencegah tindak pidana korupsi serta paham radikal.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Masyhudi mengatakan program ini, tidak hanya menyosialisasikan dan mengedukasi pengetahuan terhadap hukum dan perundang-undangan tetapi juga ingin lebih dekat dengan semua elemen masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Masyhudi juga menyinggung maraknya kasus korupsi di negara ini. Menurutnya korupsi masih menjadi isu yang seksi dalam pemberitaan.

Pentingnya dilakukan pencegahan tindak pidana korupsi melalui pendekatan pencegahan dan edukatif dalam berbagai kegiatan. Harapannya timbul budaya anti korupsi dengan melibatkan semua elemen bangsa. Ini juga sesuai arahan Presiden RI untuk menegakkan budaya anti korupsi di Indonesia.

Baca Juga :  Diduga Korupsi Pembangunan Terminal Bunut Hilir, Tersangka S Ditahan

Masyhudi juga menyinggung, tahun 2020 menurut indeks transparansi internasional penanganan korupsi di Indonesia masih jelek dan dinilai penangannya merosot. Meskipun penyelidikan dan penanganan kasus korupsi telah banyak dilakukan. Maka, penegakan hukum yang tegas, terus menerus,konsisten dan berkelanjutan harus dilakukan untuk meningkatkan penindakan dan penangan kasus tindak pidana korupsi ke depannya.

Masyhudi juga mengapresiasi IAIN Pontianak telah melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan berharap pengelolaan keuangan yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. “Jangan ragu-ragu melakukan pengelolaan keuangan negara, yang penting niatnya,”paparnya.

Lebih lanjut, Masyhudi berpesan hendaknya niat dalam pengelolaan keuangan harus benar dan tepat sasaran sesuai dengan aturan. Masyhudi juga menyampaikan peran kejaksaan dalam mengawal proyek pembangunan strategis nasional. Salah satunya proyek pembangunan pelabuhan Kijing di Kalbar.

Di acara ini pula, Masyhudi mengingatkan agar waspada terhadap paham radikal. Perlunya penguatan ajaran agama Islam yang toleran.

Baca Juga :  Revangga Prasetyo, Anak Satpam yang Berhasil Jadi Calon Jaksa¬†

Menurutnya, perilaku radikal ini muncul dari pemahaman yang keliru terhadap agamanya. Serta kurangnya pemahaman terhadap hak azasi manusia. Padahal, harus saling menghargai pendapat. Tidak ada satu agama pun, terutama dalam agama Islam yang mengajarkan kekerasan. Paham radikalisme ini paham yang sesat.

Syarif, Rektor IAIN Pontianak menyambut positif kegiatan ini. Menurut Syarif, kegiatan ini wujud sinergi antar institusi pemerintah melakukan pencegahan korupsi dan paham radikal.

IAIN Pontianak, lanjutnya telah mengupayakan kedua hal itu dengan beragam prestasi yang diraih. Salah satunya meraih predikat kampus bebas pungli 100 persen.

Terkait tangkal radikalisme, kata Syarif IAIN Pontianak juga akan menindak tegas mahasiswa maupun pegawai IAIN Pontianak yang terlibat dalam paham radikal. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/