alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Tetap Berlakukan Wajib PCR, Kasus di Landak dan Mempawah Masih Tinggi

PONTIANAK – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar) tetap memberlakukan syarat negatif tes usap (swab) RT-PCR bagi penumpang transportasi udara dari luar yang ingin masuk ke daerah ini. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) Dalam Masa Pandemi Covid-19. Dalam SE tersebut menurutnya pemerintah memberikan opsi syarat penerbangan antara lain harus negatif RT-PCR atau negatif antigen atau negatif GeNose C19.

Dari tiga opsi tersebut ia menegaskan Satgas Penanganan Covid-19 Kalbar tetap memilih pemberlakuan syarat negatif RT-PCR, sebagai syarat terbang masuk ke wilayah Kalbar. Pemilihan RT-PCR karena menurutnya sampai sekarang RT-PCR masih merupakan metode pendeteksi SarsCov-2 yang paling akurat.  “Jadi Kalbar tetap menggunakan RT-PCR sebagai syarat penerbangan ke Kalbar, dan berlaku selama tujuh kali 24 jam sejak tanggal dilakukannya pemeriksaan. Harus divalidasi secara digital melalui e-Hac di bandara keberangkatan,” paparnya, Minggu (4/4).

Baca Juga :  Disporapar Canangkan Paket Wisata Murah; Ingin Berwisata, Tetap di Kalbar Jak

Selain itu Satgas Kalbar dikatakan dia juga terus melaksanakan tracing dan testing. Yakni dengan melakukan pemeriksaan tes usap sesuai anjuran WHO.Yakni standar tes satu per seribu penduduk per minggu. “Dan kebijakan Gubernur Kalbar bahwa testing seharusnya 200 (sampel) per kabupaten/kota per minggu,” ungkapnya.

Sementara mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar, Harisson mengumumkan per 4 April 2021 terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 48 dari total 664sampel yang diperiksa. Dari 48 kasus baru tersebut tiga di antaranya harus dirawat di Rumah Sakit (RS).  Adapun sebaran 48 kasus terbaru ini, paling tinggi ada di Kabupaten Landak dan Mempawah. Di dua daerah tersebut masing-masing terjadi penambahan sebanyak 13 kasus dan 11 kasus. Sementara sisanya ada di Kota Pontianak sebanyak lima kasus, KabupatenKetapang lima kasus, Kapuas Hulu tiga kasus, Kota Singkawang empat kasus, Bengkayangtiga kasus, Sambasdua kasus dan masing-masing di Sintangserta Sekadau satu kasus.

Baca Juga :  Midji: Nak Ngopi? Saye Karantina!

Sedangkan untuk kasus sembuh di hari yang sama ada sebanyak 50 orang. Terdiri dari  dua orang warga Kota Pontianak, empat orang warga KabupatenKayong Utara, 10 warga Ketapang dan empat warga Landak. Selain itu ada pula delapan warga Kabupaten Mempawah yang dinyatakan sembuh, enam warga KabupatenSambas, tiga warga Kota Singkawang, lima warga Bengkayangdan delapan warga Sintang.   “Dengan demikian sampai 4 April 2021, total kasuskonfirmasi(positif Covid-19)di Kalbar ada sebanyak6.091 orang, 5.505 orang atau 90,37persen kasus sembuh dan 34 orangatau 0,55persen yang meninggal,” tutupnya.(bar)

PONTIANAK – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat (Kalbar) tetap memberlakukan syarat negatif tes usap (swab) RT-PCR bagi penumpang transportasi udara dari luar yang ingin masuk ke daerah ini. Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menjelaskan pemerintah pusat telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) Dalam Masa Pandemi Covid-19. Dalam SE tersebut menurutnya pemerintah memberikan opsi syarat penerbangan antara lain harus negatif RT-PCR atau negatif antigen atau negatif GeNose C19.

Dari tiga opsi tersebut ia menegaskan Satgas Penanganan Covid-19 Kalbar tetap memilih pemberlakuan syarat negatif RT-PCR, sebagai syarat terbang masuk ke wilayah Kalbar. Pemilihan RT-PCR karena menurutnya sampai sekarang RT-PCR masih merupakan metode pendeteksi SarsCov-2 yang paling akurat.  “Jadi Kalbar tetap menggunakan RT-PCR sebagai syarat penerbangan ke Kalbar, dan berlaku selama tujuh kali 24 jam sejak tanggal dilakukannya pemeriksaan. Harus divalidasi secara digital melalui e-Hac di bandara keberangkatan,” paparnya, Minggu (4/4).

Baca Juga :  Dugaan Pungli Tarif Tes PCR di Entikong, Harisson Ancam Lapor Polisi

Selain itu Satgas Kalbar dikatakan dia juga terus melaksanakan tracing dan testing. Yakni dengan melakukan pemeriksaan tes usap sesuai anjuran WHO.Yakni standar tes satu per seribu penduduk per minggu. “Dan kebijakan Gubernur Kalbar bahwa testing seharusnya 200 (sampel) per kabupaten/kota per minggu,” ungkapnya.

Sementara mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar, Harisson mengumumkan per 4 April 2021 terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 48 dari total 664sampel yang diperiksa. Dari 48 kasus baru tersebut tiga di antaranya harus dirawat di Rumah Sakit (RS).  Adapun sebaran 48 kasus terbaru ini, paling tinggi ada di Kabupaten Landak dan Mempawah. Di dua daerah tersebut masing-masing terjadi penambahan sebanyak 13 kasus dan 11 kasus. Sementara sisanya ada di Kota Pontianak sebanyak lima kasus, KabupatenKetapang lima kasus, Kapuas Hulu tiga kasus, Kota Singkawang empat kasus, Bengkayangtiga kasus, Sambasdua kasus dan masing-masing di Sintangserta Sekadau satu kasus.

Baca Juga :  Saling Klaim Sebagai Korban

Sedangkan untuk kasus sembuh di hari yang sama ada sebanyak 50 orang. Terdiri dari  dua orang warga Kota Pontianak, empat orang warga KabupatenKayong Utara, 10 warga Ketapang dan empat warga Landak. Selain itu ada pula delapan warga Kabupaten Mempawah yang dinyatakan sembuh, enam warga KabupatenSambas, tiga warga Kota Singkawang, lima warga Bengkayangdan delapan warga Sintang.   “Dengan demikian sampai 4 April 2021, total kasuskonfirmasi(positif Covid-19)di Kalbar ada sebanyak6.091 orang, 5.505 orang atau 90,37persen kasus sembuh dan 34 orangatau 0,55persen yang meninggal,” tutupnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/