alexametrics
26 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Kumpulan Narasi Positif, Jalan Tengah Memahami Corona

Bidang Penerangan Agama Islam,Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat akan meluncurkan buku kumpulan narasi positif mengenai corona. Narasi ini muncul sebagai jalan tengah umat untuk memahami corona; terutama mengenai corona dan kebijakan pemerintah, khususnya terkait hubungannya dengan kegiataan keagamaan umat.

Marsita Riandini, Pontianak

Ketika pandemi corona atau covid-19 melanda dunia, berbagai informasi membanjiri ruang publik. Sesuatu yang jelas tiba-tiba menjadi membingungkan. Sesuatu yang simple menjadi terasa rumit dan sulit dimengerti. Informasi bohong bermunculan. Narasi negatif bertebaran. Dasar ini pula, lahirnya buku kumpulan narasi positif mengenai corona. Tulisan-tulisan ini muncul sebagai jawaban terhadap narasi-narasi negatif dan hoaks mengenai hal yang sama. Yusriadi, Tim Narasi buku ini mengatakan ada tiga bentuk narasi di sini. Pertama, narasi dalam format wacana atau karangan populer. Ditulis dalam bentuk esai. Kedua, narasi dalam bentuk prosa yang ditulis bersyair. Ketiga, narasi dalam format pendek, berupa capture dan sejumlah tokoh.

Tiga bentuk narasi ini disajikan agar pembaca memiliki pilihan untuk lebih mudah memahami persoalan yang muncul di ruang publik saat pandemi corona melanda. “Kami menyadari memang apa yang disajikan di sini tidak sepenuhnya menjawab kemusykilan dan rasa ingin jelas publik. Tetapi paling tidak beberapa isu penting dan prinsip sudah dijelaskan di sini. Segala kekurangan ini kami mohon dimaklumi, dan sebaliknya, segala kebaikan yang dapat diterima dari bacaan ini, mohon diteruskan. Semoga semuanya menjadi amal kita semua,” papar Ketua ISNU Kalbar ini.

Baca Juga :  Menteri Baru Diharap Bawa Ribuan Inovasi Positif

Buku ini diinisiasi Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar. Kaharudin, mengatakan terbitnya buku ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, memang tugas Bidang Penamas untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai Islam dan hubungannya dengan pemerintah dan masyarakat. ” Bidang Penamas berkepentingan untuk membangun kepercayaan diri masyarakat dan pemerintah, atau hubungan ke duanya,” ucap Kabid Penaiszawa Kemenag Kalbar ini.

Kedua, persoalan corona merupakan persoalan ummat. Bukan saja telah membawa dampak pada kehidupan sosial ekonomi, tetapi, pandemi ini telah membawa dampak pada kehidupan beragama. “Berbagai informasi yang membanjiri ruang publik membawa gejolak beragama, khususnya ketika pemerintah membatasi kontak manusia dengan konsep social distancing,” ucapnya.

Baca Juga :  Waspada Penipuan Fintech

Ketiga, situasi kehidupan ummat tetap harus dijaga, bukan saja untuk kepentingan pembangunan, tetapi juga untuk kepentingan umat itu sendiri. “Kehadiran buku ini mudah-mudahan memenuhi tiga harapan itu,” ulas dia. Ridwansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kalbar mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Bidang Penaiszawa Kemenag Kalbar dalam rangka mensosialisasikan pesan-pesan Islam wasathiyah kepada masyarakat daerah ini.

Dalam situasi sekarang ini umat dihadapkan pada berbagai informasi tentang corona, yang kadang kala membuat bingung. “Seperti kita ketahui cukup banyak informasi tentang corona yang menyebar di tengah masyarakat, baik melalui media resmi maupun media sosial. Informasi itu dengan mudah disebarkan dan diterima oleh masyarakat, kadang-kadang tanpa saringan, ” tuturnya. Narasi yang disebarkan itu mereka terima dan ikuti, dapat menyebabkan munculnya tindakan kontraproduktif dengan langkah-langkah penanganan yang diambil oleh pemerintah. (*)

Bidang Penerangan Agama Islam,Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat akan meluncurkan buku kumpulan narasi positif mengenai corona. Narasi ini muncul sebagai jalan tengah umat untuk memahami corona; terutama mengenai corona dan kebijakan pemerintah, khususnya terkait hubungannya dengan kegiataan keagamaan umat.

Marsita Riandini, Pontianak

Ketika pandemi corona atau covid-19 melanda dunia, berbagai informasi membanjiri ruang publik. Sesuatu yang jelas tiba-tiba menjadi membingungkan. Sesuatu yang simple menjadi terasa rumit dan sulit dimengerti. Informasi bohong bermunculan. Narasi negatif bertebaran. Dasar ini pula, lahirnya buku kumpulan narasi positif mengenai corona. Tulisan-tulisan ini muncul sebagai jawaban terhadap narasi-narasi negatif dan hoaks mengenai hal yang sama. Yusriadi, Tim Narasi buku ini mengatakan ada tiga bentuk narasi di sini. Pertama, narasi dalam format wacana atau karangan populer. Ditulis dalam bentuk esai. Kedua, narasi dalam bentuk prosa yang ditulis bersyair. Ketiga, narasi dalam format pendek, berupa capture dan sejumlah tokoh.

Tiga bentuk narasi ini disajikan agar pembaca memiliki pilihan untuk lebih mudah memahami persoalan yang muncul di ruang publik saat pandemi corona melanda. “Kami menyadari memang apa yang disajikan di sini tidak sepenuhnya menjawab kemusykilan dan rasa ingin jelas publik. Tetapi paling tidak beberapa isu penting dan prinsip sudah dijelaskan di sini. Segala kekurangan ini kami mohon dimaklumi, dan sebaliknya, segala kebaikan yang dapat diterima dari bacaan ini, mohon diteruskan. Semoga semuanya menjadi amal kita semua,” papar Ketua ISNU Kalbar ini.

Baca Juga :  Kluster Pernikahan di Sekadau, Tiga Warga Meninggal

Buku ini diinisiasi Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar. Kaharudin, mengatakan terbitnya buku ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, memang tugas Bidang Penamas untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai Islam dan hubungannya dengan pemerintah dan masyarakat. ” Bidang Penamas berkepentingan untuk membangun kepercayaan diri masyarakat dan pemerintah, atau hubungan ke duanya,” ucap Kabid Penaiszawa Kemenag Kalbar ini.

Kedua, persoalan corona merupakan persoalan ummat. Bukan saja telah membawa dampak pada kehidupan sosial ekonomi, tetapi, pandemi ini telah membawa dampak pada kehidupan beragama. “Berbagai informasi yang membanjiri ruang publik membawa gejolak beragama, khususnya ketika pemerintah membatasi kontak manusia dengan konsep social distancing,” ucapnya.

Baca Juga :  Masa Covid-19, Internet Belum Ramah ke Disabilitas

Ketiga, situasi kehidupan ummat tetap harus dijaga, bukan saja untuk kepentingan pembangunan, tetapi juga untuk kepentingan umat itu sendiri. “Kehadiran buku ini mudah-mudahan memenuhi tiga harapan itu,” ulas dia. Ridwansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kalbar mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Bidang Penaiszawa Kemenag Kalbar dalam rangka mensosialisasikan pesan-pesan Islam wasathiyah kepada masyarakat daerah ini.

Dalam situasi sekarang ini umat dihadapkan pada berbagai informasi tentang corona, yang kadang kala membuat bingung. “Seperti kita ketahui cukup banyak informasi tentang corona yang menyebar di tengah masyarakat, baik melalui media resmi maupun media sosial. Informasi itu dengan mudah disebarkan dan diterima oleh masyarakat, kadang-kadang tanpa saringan, ” tuturnya. Narasi yang disebarkan itu mereka terima dan ikuti, dapat menyebabkan munculnya tindakan kontraproduktif dengan langkah-langkah penanganan yang diambil oleh pemerintah. (*)

Most Read

Zona Kuning, Tetap Perketat Prokes

2020 Pelayanan PDAM Mesti Lebih Baik

Pascalibur, Penumpang Klotok Membeludak

Aplikasi P-Care Perlu Dibenahi

Artikel Terbaru

/