alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Pasien Sembuh Terus Bertambah

Midji: Mereka akan Menjadi Pahlawan

PONTIANAK – Sebanyak 24 pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh diantar kepulangannya oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji di Hotel Kapuas Palace, Kamis (4/6). Dalam kesempatan tersebut gubernur sekaligus mengampanyekan agar pasien positif tak perlu takut karena angka kesembuhan Covid-19 semakin tinggi.

Dengan diadakannya pelepasan kepulangan pasien Covid-19 yang sembuh, diharapkan bisa memberikan semangat kepada pasien lainnya yang masih dirawat. “Jadi yang masih positif harus optimis (sembuh). Hari ini (kemarin_red) 24 orang (sembuh) yang dipulangkan dan juga Kalbar hari ini ada tambahan 15 orang lagi yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya usai bertemu dengan 24 pasien sembuh, Kamis (4/6).

Selain itu ia menyebutkan, dari sisa pasien yang masih dirawat saat ini, sudah ada 14 orang yang hasil tes swab pertamanya negatif. Mereka tinggal menunggu hasil tes kedua. Jika kembali dinyatakan negatif maka dipastikan sembuh dan bisa dipulangkan.

Orang nomor satu di Kalbar itu yakin tingkat kesembuhan di Kalbar terus meningkat. Karena dalam beberapa hari terakhir peningkatan jumlah pasien yang sembuh selalu lebih tinggi dari penambahan kasus konfirmasi baru. Bahkan dari data harian kemarin, di Kalbar belum ada penambahan jumlah kasus positif Covid-19 baru.

“Mereka (yang sembuh) ini ke depan akan menjadi pahlawan, mengapa karena dengan sudah sembuh dari Covid-19, plasma darahnya itu nanti bisa membentuk imunitas seseorang terhadap Covid-19,” ujarnya.

Saat ini pihaknya dikatakan tengah mempersiapkan agar Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar bisa memilah darah dari mantan pasien Covid-19 yang sembuh. Seperti halnya pemilahan plasma darah terhadap pengidap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Jadi DBD itu bisa dipilah, tidak harus semua darah itu ditransfusikan, jadi hanya plasmanya saja. Kami sudah akan menyiapkan peralatan itu (untuk pengidap Covid-19),” terangnya.

Selain itu dengan adanya pandemi ini, menurutnya turut memacu pemerintah agar segera menyelesaikan pembangunan gedung baru di RSUD Soedarso. Di sana rencanannya akan dibangun laboratorium lengkap, sekaligus ruang rawat inap khusus penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus. “Apakah dia Covid-19 atau (virus) yang lainnya, yang jelas itu penyakit yang disebabkan virus, virus apa saja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Midji sapaan akrabnya, mengapresiasi daerah yang sudah mampu menaikan angka kesembuhan Covid-19. Seperti di Kabupaten Landak seluruh pasien positif di sana telah dinyatakan sembuh. Lalu di Kabupaten Sambas ada tiga pasien positif, seluruhnya juga sudah sembuh. Dan Mempawah yang tinggal menyisakan satu pasien belum sembuh.

Baca Juga :  TNI Singkawang Siagakan Tenaga Pengurusan Jenazah Covid-19

“Nah Ketapang itu 21 orang yang positif yang sembuh baru dua. Ini harus diperhatikan apa yang salah, kalau obat sudah standar pasti sama. Artinya menu makanannya yang harus diperhatikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menyampaikan ada 15 pasien yang kembali dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil pemeriksaan swabnya negatif, Kamis (4/6).

“Tanggal 4 hari ini (kemarin) ada 15 kasus yang sembuh. Sementara penambahan kasus konfirmasi (positif Covid-19) tidak ada sehingga trennya menurun. Kita (Kalbar) cenderung menurun kasus konfirmasi,” ungkapnya.

Adapun sebaran 15 kasus yang dinyatakan sembuh, Kota Pontianak ada sebanyak enam orang, Kabupaten Mempawah empat orang, Kabupaten Kubu Raya dua orang, Kabupaten Landak dua orang dan Kota Singkawang satu orang.

Khusus untuk Kabupaten Landak, sementara ini telah terbebas dari Covid-19. Karena dari lima kasus konfirmasi yang ada semuanya telah dinyatakan sembuh. “Jadi di Landak sudah sembuh semua dari kasus konfirmasinya, selamat buat Landak,” ucapnya.

Dengan demikian total kasus konfirmasi di Kalbar telah mencapai  angka 202 orang, dimana 94 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Secara rinci jumlah pasein sembuh per kabupaten/kota disebutkan Harisson, Kota Pontianak ada 52 orang sembuh dari 101 total kasus konfirmasi. Kabupaten Kubu Raya 13 orang sembuh dari total 24 kasus. Kabupaten Mempawah lima orang sembuh dari total enam kasus. Kota Singkawang ada enam orang sembuh dari total 10 kasus.

Kemudian di Kabupaten Ketapang baru ada dua orang sembuh dari total 21 kasus. “Itu untuk update hari ini,” pungkasnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik pelepasan pasien yang telah dinyatakan sembuh. Pengalaman dari mereka yang sembuh menurutnya bisa dijadikan motivasi untuk pasien-pasien yang masih dirawat. “Kita di Rusunawa sudah sempat kosong, tapi ada lagi 11 orang, itu akan terus kami pantau,” ucapnya.

Melihat tren kasus yang terus menurun Edi mengingatkan jangan sampai membuat masyarakat justru tidak waspada. Karena memang keberadaan Covid-19 masih ada dan harus dihindari. Mereka yang telah sembuh diharapkan bisa ikut membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Terutama tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan di tengah kenormalan baru yang mulai dijalankan. “Saya rasa selamat (yang sembuh) mudah-mudahan kita diberikan kesehatan terus untuk bisa menjalankan aktivitas,” harapnya.

Baca Juga :  Bermula Sesak Napas, Didiagnosis Alami Kelainan Jantung Bawaan

Anggota DPRD Kalbar Zulkarnaen Siregar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berpesan agar mereka yang sembuh turut mengedukasi masyarakat luas. Agar memberika pemahaman bahwa Covid-19 memang ada dan bise menjangkiti siapa saja tanpa diketahui. “Masyarakat sekarang opini yang berkembang semakin tidak baik, opini yang berkembang seolah (Covid-19) ini rekayasa, ini yang saya tidak inginkan,” ucapnya.

Jangan sampai lanjut dia segala upaya pemerintah mulai dari anggaran, waktu serta tenaga yang dikeluarkan untuk menekan laju penularan Covid-19 selama ini jadi sia-sia. Hal itu bisa terjadi jika masyarakat mulai acuh dan tidak mengindahkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Salah satu pasien sembuh, R bercerita, saat dinyatakan positif Covid-19 dirinya dalam kondisi hamil. Ibu satu anak itu sempat syok atas penyakit yang diidapnya. “Namun karena dukungan keluarga, saya bisa menjalani isolasi di RSUD Soedarso selama 38 hari,” ceritanya.

Ia mengaku sempat stres, terutama ketika teringat dengan anak yang baru dilahirkannya. Keadaan memaksa dirinya harus berpisah dengan sang anak sejak hari pertama anak tersebut dilahirkan. Namun berjalannya waktu ia mulai sadar dan selalu berpikiran positif. Bahwa apa yang dialaminya juga demi kesehatan dan keselamatan sang buah hati beserta keluarga yang lain.

“Saya terima, saya ikhlas dan berdoa, selalu berpikiran positif. (kesembuhan) Itu semua tergantung pikiran dan sugesti kita. Untuk yang dinyatakan positif (Covid-19) tidak usah takut karena kita punya Allah SWT yang lebih besar dari virus-virus ini. Tetap optimis dan jaga kesehatan, boleh sedih tapi jangan takut. Harus banyak bahagia daripada sedih,” pesannya.

Pasien lainnya, P juga mengaku hal serupa. Kerinduan pada anak dan keluarga, serta dukungan dari mereka yang membuatnya selalu tegar menjalani masa isolasi. “Pokoknya berpikiran positif agar imun tetap terjaga. Karena saya OTG (Orang Tanpa Gejala) juga,” katanya.

Ibu ini menilai pelayanan selama masa isolasi di Rumah Sakit cukup memuaskan. Para petugas kesehatan menurutnya telah bekerja dengan baik dan penuh perhatian. “Jadi kami selalu diberikan semangat setiap hari,” pungkasnya. (bar)

Midji: Mereka akan Menjadi Pahlawan

PONTIANAK – Sebanyak 24 pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh diantar kepulangannya oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji di Hotel Kapuas Palace, Kamis (4/6). Dalam kesempatan tersebut gubernur sekaligus mengampanyekan agar pasien positif tak perlu takut karena angka kesembuhan Covid-19 semakin tinggi.

Dengan diadakannya pelepasan kepulangan pasien Covid-19 yang sembuh, diharapkan bisa memberikan semangat kepada pasien lainnya yang masih dirawat. “Jadi yang masih positif harus optimis (sembuh). Hari ini (kemarin_red) 24 orang (sembuh) yang dipulangkan dan juga Kalbar hari ini ada tambahan 15 orang lagi yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya usai bertemu dengan 24 pasien sembuh, Kamis (4/6).

Selain itu ia menyebutkan, dari sisa pasien yang masih dirawat saat ini, sudah ada 14 orang yang hasil tes swab pertamanya negatif. Mereka tinggal menunggu hasil tes kedua. Jika kembali dinyatakan negatif maka dipastikan sembuh dan bisa dipulangkan.

Orang nomor satu di Kalbar itu yakin tingkat kesembuhan di Kalbar terus meningkat. Karena dalam beberapa hari terakhir peningkatan jumlah pasien yang sembuh selalu lebih tinggi dari penambahan kasus konfirmasi baru. Bahkan dari data harian kemarin, di Kalbar belum ada penambahan jumlah kasus positif Covid-19 baru.

“Mereka (yang sembuh) ini ke depan akan menjadi pahlawan, mengapa karena dengan sudah sembuh dari Covid-19, plasma darahnya itu nanti bisa membentuk imunitas seseorang terhadap Covid-19,” ujarnya.

Saat ini pihaknya dikatakan tengah mempersiapkan agar Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar bisa memilah darah dari mantan pasien Covid-19 yang sembuh. Seperti halnya pemilahan plasma darah terhadap pengidap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Jadi DBD itu bisa dipilah, tidak harus semua darah itu ditransfusikan, jadi hanya plasmanya saja. Kami sudah akan menyiapkan peralatan itu (untuk pengidap Covid-19),” terangnya.

Selain itu dengan adanya pandemi ini, menurutnya turut memacu pemerintah agar segera menyelesaikan pembangunan gedung baru di RSUD Soedarso. Di sana rencanannya akan dibangun laboratorium lengkap, sekaligus ruang rawat inap khusus penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus. “Apakah dia Covid-19 atau (virus) yang lainnya, yang jelas itu penyakit yang disebabkan virus, virus apa saja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Midji sapaan akrabnya, mengapresiasi daerah yang sudah mampu menaikan angka kesembuhan Covid-19. Seperti di Kabupaten Landak seluruh pasien positif di sana telah dinyatakan sembuh. Lalu di Kabupaten Sambas ada tiga pasien positif, seluruhnya juga sudah sembuh. Dan Mempawah yang tinggal menyisakan satu pasien belum sembuh.

Baca Juga :  Positif Covid-19 Tambah 12.001 Sehari, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

“Nah Ketapang itu 21 orang yang positif yang sembuh baru dua. Ini harus diperhatikan apa yang salah, kalau obat sudah standar pasti sama. Artinya menu makanannya yang harus diperhatikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menyampaikan ada 15 pasien yang kembali dinyatakan sembuh setelah dua kali hasil pemeriksaan swabnya negatif, Kamis (4/6).

“Tanggal 4 hari ini (kemarin) ada 15 kasus yang sembuh. Sementara penambahan kasus konfirmasi (positif Covid-19) tidak ada sehingga trennya menurun. Kita (Kalbar) cenderung menurun kasus konfirmasi,” ungkapnya.

Adapun sebaran 15 kasus yang dinyatakan sembuh, Kota Pontianak ada sebanyak enam orang, Kabupaten Mempawah empat orang, Kabupaten Kubu Raya dua orang, Kabupaten Landak dua orang dan Kota Singkawang satu orang.

Khusus untuk Kabupaten Landak, sementara ini telah terbebas dari Covid-19. Karena dari lima kasus konfirmasi yang ada semuanya telah dinyatakan sembuh. “Jadi di Landak sudah sembuh semua dari kasus konfirmasinya, selamat buat Landak,” ucapnya.

Dengan demikian total kasus konfirmasi di Kalbar telah mencapai  angka 202 orang, dimana 94 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Secara rinci jumlah pasein sembuh per kabupaten/kota disebutkan Harisson, Kota Pontianak ada 52 orang sembuh dari 101 total kasus konfirmasi. Kabupaten Kubu Raya 13 orang sembuh dari total 24 kasus. Kabupaten Mempawah lima orang sembuh dari total enam kasus. Kota Singkawang ada enam orang sembuh dari total 10 kasus.

Kemudian di Kabupaten Ketapang baru ada dua orang sembuh dari total 21 kasus. “Itu untuk update hari ini,” pungkasnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik pelepasan pasien yang telah dinyatakan sembuh. Pengalaman dari mereka yang sembuh menurutnya bisa dijadikan motivasi untuk pasien-pasien yang masih dirawat. “Kita di Rusunawa sudah sempat kosong, tapi ada lagi 11 orang, itu akan terus kami pantau,” ucapnya.

Melihat tren kasus yang terus menurun Edi mengingatkan jangan sampai membuat masyarakat justru tidak waspada. Karena memang keberadaan Covid-19 masih ada dan harus dihindari. Mereka yang telah sembuh diharapkan bisa ikut membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Terutama tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan di tengah kenormalan baru yang mulai dijalankan. “Saya rasa selamat (yang sembuh) mudah-mudahan kita diberikan kesehatan terus untuk bisa menjalankan aktivitas,” harapnya.

Baca Juga :  Kembangkan Mutu Pendidikan; Skema Nasional Kompetensi Budidaya Ikan Air Payau

Anggota DPRD Kalbar Zulkarnaen Siregar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berpesan agar mereka yang sembuh turut mengedukasi masyarakat luas. Agar memberika pemahaman bahwa Covid-19 memang ada dan bise menjangkiti siapa saja tanpa diketahui. “Masyarakat sekarang opini yang berkembang semakin tidak baik, opini yang berkembang seolah (Covid-19) ini rekayasa, ini yang saya tidak inginkan,” ucapnya.

Jangan sampai lanjut dia segala upaya pemerintah mulai dari anggaran, waktu serta tenaga yang dikeluarkan untuk menekan laju penularan Covid-19 selama ini jadi sia-sia. Hal itu bisa terjadi jika masyarakat mulai acuh dan tidak mengindahkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Salah satu pasien sembuh, R bercerita, saat dinyatakan positif Covid-19 dirinya dalam kondisi hamil. Ibu satu anak itu sempat syok atas penyakit yang diidapnya. “Namun karena dukungan keluarga, saya bisa menjalani isolasi di RSUD Soedarso selama 38 hari,” ceritanya.

Ia mengaku sempat stres, terutama ketika teringat dengan anak yang baru dilahirkannya. Keadaan memaksa dirinya harus berpisah dengan sang anak sejak hari pertama anak tersebut dilahirkan. Namun berjalannya waktu ia mulai sadar dan selalu berpikiran positif. Bahwa apa yang dialaminya juga demi kesehatan dan keselamatan sang buah hati beserta keluarga yang lain.

“Saya terima, saya ikhlas dan berdoa, selalu berpikiran positif. (kesembuhan) Itu semua tergantung pikiran dan sugesti kita. Untuk yang dinyatakan positif (Covid-19) tidak usah takut karena kita punya Allah SWT yang lebih besar dari virus-virus ini. Tetap optimis dan jaga kesehatan, boleh sedih tapi jangan takut. Harus banyak bahagia daripada sedih,” pesannya.

Pasien lainnya, P juga mengaku hal serupa. Kerinduan pada anak dan keluarga, serta dukungan dari mereka yang membuatnya selalu tegar menjalani masa isolasi. “Pokoknya berpikiran positif agar imun tetap terjaga. Karena saya OTG (Orang Tanpa Gejala) juga,” katanya.

Ibu ini menilai pelayanan selama masa isolasi di Rumah Sakit cukup memuaskan. Para petugas kesehatan menurutnya telah bekerja dengan baik dan penuh perhatian. “Jadi kami selalu diberikan semangat setiap hari,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/