alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Sutarmidji Targetkan Bangun 20 Sekolah Tahun Depan

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menargetkan pemerintah provinsi bisa membangun sebanyak 15 hingga 20 sekolah pada tahun 2023. Dia berharap, setiap kabupaten/kota minimal bisa ada tambahan satu sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Saya berharap tahun depan kita (Pemprov) setiap kabupaten/kota bisa membangun SMA/SMK, (pemda) kabupaten/kota harus mempersiapkan lahan. Saya maunya minimal 15 (sekolah) kalau perlu 20 dibangun SMA/SMK tahun depan, dari sisi anggaran bisa,” ungkapnya belum lama ini.

Dari hitungannya untuk membangun satu sekolah bisa dimulai cukup dengan anggaran Rp2 miliar per sekolah. Pembangunannya kemudian bisa dilaksanakan secara bertahap. Karena dikatakan Midji sapaan karibnya dari anggaran Rp2 miliar itu setidaknya bisa dibangun enam ruang kelas. Baru kemudian di tahun berikutnya dialokasikan anggaran yang sama untuk tambahan ruang kelas di masing-masing sekolah yang dibangun.

“Sehingga sangat memungkinkan target yang ditetapkan pemerintah provinsi tersebut. Dari sisi anggaran itu bisa dicapai 15 hingga 20 SMA/SMK baru, itu bisa asal kabupaten/kota mempersiapkan lahannya,” katanya.

Baca Juga :  Gadis Belia Dirudapaksa Pacarnya, Diikat lalu Dianiaya

Sementara untuk beasiswa, Pemprov Kalbar menurutnya saat ini baru mampu memberikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis kepada seluruh pelajar SMA/SMK negeri. Ke depan disebutkan Midji, ketika pembangunan infrastruktur berupa jalan serta pendidikan dan kesehatan telah selesai, jika memungkinkan beasiswa juga bisa diberikan kepada masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Jadi jika memungkinkan ada anggaran, mungkin kami akan memberikan beasiswa bagi jenjang perguruan tinggi,” tutupnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Rita Hastarita mengungkapkan, selian membangun gedung sekolah baru, pihaknya juga terus memantau kondisi sekolah-sekolah yang ada. Ia meminta baik SMA/SMK maupun SLB diharapkan selalu memperhatikan kebersihan di lingkungan sekolah. Terutama kebersihan toilet. Karena kerap ia temukan ketika meninjau sekolah, toilet pelajar kotor dan tidak memiliki air yang cukup. “Kemudian tidak ada lampunya dan banyak sampah,” katanya.

Baca Juga :  Bingung Cari Tempat Nginap di Jakarta?, Pemprov Kalbar Punya Fasilitas Oke

Untuk pengolahan sampah, Rita juga menyarankan agar pihak sekolah bisa bekerja sama dengan bank sampah terdekat. Terutama untuk sampah-sampah plastik seperti botol minuman yang tidak terkelola dengan baik.

“Harusnya bisa kerja sama dengan bank sampah untuk kelola sampah-sampah yang unorganik,” pesannya.

Selain itu pihak sekolah juga diminta memperhatikan dan memelihara kondisi bangunan. Termasuk meubelair berupa meja kursi yang sudah rusak dan tidak terpakai bisa dimusnahkan. Atau bisa juga yang masih layak pakai dihibahkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.

“Saya harapkan kepala sekolah melakukan perubahan positif untuk sekolahnya. Nanti saya akan pantau lagi, apakah sekolah menaati apa yang kami sarankan. Kami evaluasi terus, setiap minggu saya selalu turun ke sekolah-sekolah,” pungkasnya. (bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menargetkan pemerintah provinsi bisa membangun sebanyak 15 hingga 20 sekolah pada tahun 2023. Dia berharap, setiap kabupaten/kota minimal bisa ada tambahan satu sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Saya berharap tahun depan kita (Pemprov) setiap kabupaten/kota bisa membangun SMA/SMK, (pemda) kabupaten/kota harus mempersiapkan lahan. Saya maunya minimal 15 (sekolah) kalau perlu 20 dibangun SMA/SMK tahun depan, dari sisi anggaran bisa,” ungkapnya belum lama ini.

Dari hitungannya untuk membangun satu sekolah bisa dimulai cukup dengan anggaran Rp2 miliar per sekolah. Pembangunannya kemudian bisa dilaksanakan secara bertahap. Karena dikatakan Midji sapaan karibnya dari anggaran Rp2 miliar itu setidaknya bisa dibangun enam ruang kelas. Baru kemudian di tahun berikutnya dialokasikan anggaran yang sama untuk tambahan ruang kelas di masing-masing sekolah yang dibangun.

“Sehingga sangat memungkinkan target yang ditetapkan pemerintah provinsi tersebut. Dari sisi anggaran itu bisa dicapai 15 hingga 20 SMA/SMK baru, itu bisa asal kabupaten/kota mempersiapkan lahannya,” katanya.

Baca Juga :  Kalbar Siaga Omicron, Target Capaian Vaksin 80 Persen Akhir Februari

Sementara untuk beasiswa, Pemprov Kalbar menurutnya saat ini baru mampu memberikan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis kepada seluruh pelajar SMA/SMK negeri. Ke depan disebutkan Midji, ketika pembangunan infrastruktur berupa jalan serta pendidikan dan kesehatan telah selesai, jika memungkinkan beasiswa juga bisa diberikan kepada masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Jadi jika memungkinkan ada anggaran, mungkin kami akan memberikan beasiswa bagi jenjang perguruan tinggi,” tutupnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Rita Hastarita mengungkapkan, selian membangun gedung sekolah baru, pihaknya juga terus memantau kondisi sekolah-sekolah yang ada. Ia meminta baik SMA/SMK maupun SLB diharapkan selalu memperhatikan kebersihan di lingkungan sekolah. Terutama kebersihan toilet. Karena kerap ia temukan ketika meninjau sekolah, toilet pelajar kotor dan tidak memiliki air yang cukup. “Kemudian tidak ada lampunya dan banyak sampah,” katanya.

Baca Juga :  Seratus Ton Rotan Gagal Nyeberang ke Malaysia

Untuk pengolahan sampah, Rita juga menyarankan agar pihak sekolah bisa bekerja sama dengan bank sampah terdekat. Terutama untuk sampah-sampah plastik seperti botol minuman yang tidak terkelola dengan baik.

“Harusnya bisa kerja sama dengan bank sampah untuk kelola sampah-sampah yang unorganik,” pesannya.

Selain itu pihak sekolah juga diminta memperhatikan dan memelihara kondisi bangunan. Termasuk meubelair berupa meja kursi yang sudah rusak dan tidak terpakai bisa dimusnahkan. Atau bisa juga yang masih layak pakai dihibahkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.

“Saya harapkan kepala sekolah melakukan perubahan positif untuk sekolahnya. Nanti saya akan pantau lagi, apakah sekolah menaati apa yang kami sarankan. Kami evaluasi terus, setiap minggu saya selalu turun ke sekolah-sekolah,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/