alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Sengkarut Gas 3 Kg

Pemkot Pastikan Segera Teratasi

PONTIANAK-Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan angkat bicara terkait persoalan gas tiga kilogram yang belakangan menjadi kisruh akibat sulit didapatkan masyarakat. Pada kesempatan itu, ia bersama perwakilan Pertamina juga menjelaskan akar permasalahan gas ini. Iapun memastikan dalam upaya penanganan gas, Pemerintah Kota Pontianak bersama Pertamina sudah bekerja dengan maksimal. “Terkait pernyataan yang menyatakan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di medsos hoaks itu diplintir atau disalah pahami oleh beberapa masyarakat. Namun antrean gas elpiji itu jelas dan bukan hoaks. Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram hoaks di medsos karena berdasarkan pemaparan pihak Pertamina. Selama ini Pertamina menyampaikan stok gas elpiji tiga kilogram aman untuk beberapa bulan ke depan. Termasuk BBM juga aman sesuai pernyataan Pertamina,” ungkap Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Selasa (4/8).

Dalam upaya penanganan sengkarut gas tiga kilogram di tataran masyarakat, sebenarnya Pemkot Pontianak tidak diam. Semua sudah dilakukan. Mulai dari koordinasi dengan Pertamina, operasi pasar hingga razia penggunaan gas tiga kilogram bagi yang bukan diperuntukkan. Kemudian lanjut Bahasan, di tengah antrenya masyarakat yang mencari gas tiga kilogram di pangkalan gas, pihaknyapun terus melakukan up date informasi dengan Pertamina. Utamanya tentang jumlah stok sampai upaya permintaan adanya pemberian tambahan stok gas tiga kilogram. Apa yang dilakukan agar kejadian antrenya pembelian gas tiga kilogram di agen ini tidak terjadi.

Tapi apa yang disampaikan justru disalahpahami. “Seolah-olah saya menyatakan antrean gas hoaks. Kalau antre gas ini fakta,” tegasnya. Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan alasan Pertamina membatasi suplai ke pangkalan itu dalam usaha menindak oknum yang disinyalir bermain. Alhasil memang terjadi antrean dan itupun sudah diprediksi Pertamina. Namun kondisi antre itu diperkirakan tidak berlangsung lama.

“Soal pernyataan saya waktu itu kalau ada berita di medsos bahwa gas elpiji langka itu hoaks, agar masyarakat tidak panik, dikarenakan ini musim pandemi, jika masyarakat panik lalu berduyun-duyun karena statemen kita, padahal stok Pertamina melimpah ini bisa membahayakan masyarakat juga,” timpalnya. Ia meminta semua pihak betul-betul bisa memahami dan mengkondusifkan terkait masalah ini. Karena saat ini kondisi di masyarakat sudah berlangsung pulih. Karena dalam menangani suatu persoalan seperti tengkulak tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Baca Juga :  Berikan Sanksi Bila LPG Jual ke Spekulan

Pertamina pun lanjutnya sudah berjanji dalam waktu singkat akan memulihkan situasi. Karena stok gas elpiji tiga kilogram memang ada. Mungkin di lapangan masyarakat panik ditambah tengkulak atau pangkalan nakal yang mengisukan seolah-olah gas elpiji langka. Padahal hanya dibatasi karena kesalahan pangkalan yang menjual kepada yang tidak berhak.

Pemerintah Provinsi kata Bahasan harus melek dan memahami pemerintah Kota Pontianak telah bekerja secara maksimal siang dan malam. Operasi pasar juga dipantau Wali Kota langsung dan berdialog dengan warga. Kemudian operasi pasar juga dilakukan pada wilayah lain yang tidak menghadapi persoalan. Masyarakat juga diharapkan tidak perlu panik karena dari pihak Pertamina sudah menyatakan stok gas elpiji tiga kilogram aman. Namun hanya membatasi suplai ke pangkalan untuk meminimalisir oknum. Mudah-mudahan semua upaya yang dilakukan pemerintah Kota Pontianak bisa secepatnya mengatasi persoalan ini.

Kuota Tetap

Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan menjelaskan untuk kuota gas elpiji tiga kilogram di Kota Pontianak tidak ada penurunan. Bahkan faktanya untuk menghadapi idul adha ada tambahan kuota hingga Minggu pertama Agustus sekitar 164 ribu tabung tambahan khusus untuk Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah operasi pasar dilakukan saat ini memasuki tahap pengawasan. Seperti melakukan razia dan sidak ke tempat usaha. Ini akan dilakukan secara rutin agar tidak kecolongan lagi ke depannya. Hal ini dilakukan juga dengan berkoordinasi bersama Pemda setempat. Mengenai antrean yang terjadi ia menjelaskan karena Pertamina tengah melakukan penataan. Jika memang ada pangkalan yang melakukan kesalahan akan ditindak. Kemudian karena new normal yang bertepatan dengan idul adha sehingga permintaan meningkat.

Baca Juga :  PLN Siap Jika Presiden Perintahkan Konversi LPG ke Kompor Induksi

Kemudian ditambah dengan berita-berita satu tempat antrean yang diekspos secara berlebihan. Sehingga muncul kepanikan di masyarakat. Iapun sebagai perwakilan Pertamina memastikan penyaluran gas tetap sama bahkan meningkat. Artinya tidak ada yang berubah namun karena masyarakat yang panik sehingga berakibat pada antrean.

Ia juga menjelaskan sesuai undang-undang berdasarkan peraturan menteri nomor 26 tahun 2009 tentang pendistribusian gas elpiji. Pertamina adalah badan usaha yang ditugasi. Tapi untuk pengawasan di lapangan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Jadi jika dikhawatirkan ada penyalahgunaan. Diminta untuk ada pengawasan bersama antara Pertamina dan pemerintah. “Kami juga membutuhkan peran serta dari masyarakat dalam proses pendistribusian gas elpiji tiga kilogram ini,” katanya. Karena Pertamina menyalurkan berdasarkan kuota yang diberikan Dirjen Migas. Biasanya pada akhir tahun dihitung kemudian awal tahun keluar. Berapapun yang keluar itulah yang didistribusikan Pertamina. Proses pengawasan di lapangan dibantu Pemda setempat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana menambahkan, sampai saat ini tabung gas yang ditemukan saat sidak sebanyak 114 tabung. Ini didapatkan dari rumah makan dan warung kopi.  Dari informasin yang didapat petugas Pol PP saat razia, mereka ini memang membeli kepada orang yang ngambil dan menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Ini tidak boleh dan sudah ditarik. Kemudian ditukar oleh Pertamina dengan tabung gas 5,5 kilogram.

Apabila kejadian ini berulang, akan dikenakan perda tibum. Hingga denda paksa. Kalau sekarang mereka diberikan pembinaan sementara dan diminta untuk menukar dengan tabung 5,5 kilogram. “Kita telah menjadwalkan dan terus akan melakukan penertiban bersama tim terkait. Sehingga untuk usaha akan ditinjau dari segi perizinan dan lainnya. Saya minta kepada semua pelaku usaha untuk mentaati ketentuan tidak menggunakan gas elpiji tiga kilogram, karena jika melakukan berarti telah mengambil hak orang miskin,” tegasnya.(iza)

Pemkot Pastikan Segera Teratasi

PONTIANAK-Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan angkat bicara terkait persoalan gas tiga kilogram yang belakangan menjadi kisruh akibat sulit didapatkan masyarakat. Pada kesempatan itu, ia bersama perwakilan Pertamina juga menjelaskan akar permasalahan gas ini. Iapun memastikan dalam upaya penanganan gas, Pemerintah Kota Pontianak bersama Pertamina sudah bekerja dengan maksimal. “Terkait pernyataan yang menyatakan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di medsos hoaks itu diplintir atau disalah pahami oleh beberapa masyarakat. Namun antrean gas elpiji itu jelas dan bukan hoaks. Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram hoaks di medsos karena berdasarkan pemaparan pihak Pertamina. Selama ini Pertamina menyampaikan stok gas elpiji tiga kilogram aman untuk beberapa bulan ke depan. Termasuk BBM juga aman sesuai pernyataan Pertamina,” ungkap Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Selasa (4/8).

Dalam upaya penanganan sengkarut gas tiga kilogram di tataran masyarakat, sebenarnya Pemkot Pontianak tidak diam. Semua sudah dilakukan. Mulai dari koordinasi dengan Pertamina, operasi pasar hingga razia penggunaan gas tiga kilogram bagi yang bukan diperuntukkan. Kemudian lanjut Bahasan, di tengah antrenya masyarakat yang mencari gas tiga kilogram di pangkalan gas, pihaknyapun terus melakukan up date informasi dengan Pertamina. Utamanya tentang jumlah stok sampai upaya permintaan adanya pemberian tambahan stok gas tiga kilogram. Apa yang dilakukan agar kejadian antrenya pembelian gas tiga kilogram di agen ini tidak terjadi.

Tapi apa yang disampaikan justru disalahpahami. “Seolah-olah saya menyatakan antrean gas hoaks. Kalau antre gas ini fakta,” tegasnya. Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan alasan Pertamina membatasi suplai ke pangkalan itu dalam usaha menindak oknum yang disinyalir bermain. Alhasil memang terjadi antrean dan itupun sudah diprediksi Pertamina. Namun kondisi antre itu diperkirakan tidak berlangsung lama.

“Soal pernyataan saya waktu itu kalau ada berita di medsos bahwa gas elpiji langka itu hoaks, agar masyarakat tidak panik, dikarenakan ini musim pandemi, jika masyarakat panik lalu berduyun-duyun karena statemen kita, padahal stok Pertamina melimpah ini bisa membahayakan masyarakat juga,” timpalnya. Ia meminta semua pihak betul-betul bisa memahami dan mengkondusifkan terkait masalah ini. Karena saat ini kondisi di masyarakat sudah berlangsung pulih. Karena dalam menangani suatu persoalan seperti tengkulak tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Tinjau Vaksinasi Covid-19 Dinkes Pontianak - PSMTI Kalbar

Pertamina pun lanjutnya sudah berjanji dalam waktu singkat akan memulihkan situasi. Karena stok gas elpiji tiga kilogram memang ada. Mungkin di lapangan masyarakat panik ditambah tengkulak atau pangkalan nakal yang mengisukan seolah-olah gas elpiji langka. Padahal hanya dibatasi karena kesalahan pangkalan yang menjual kepada yang tidak berhak.

Pemerintah Provinsi kata Bahasan harus melek dan memahami pemerintah Kota Pontianak telah bekerja secara maksimal siang dan malam. Operasi pasar juga dipantau Wali Kota langsung dan berdialog dengan warga. Kemudian operasi pasar juga dilakukan pada wilayah lain yang tidak menghadapi persoalan. Masyarakat juga diharapkan tidak perlu panik karena dari pihak Pertamina sudah menyatakan stok gas elpiji tiga kilogram aman. Namun hanya membatasi suplai ke pangkalan untuk meminimalisir oknum. Mudah-mudahan semua upaya yang dilakukan pemerintah Kota Pontianak bisa secepatnya mengatasi persoalan ini.

Kuota Tetap

Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan menjelaskan untuk kuota gas elpiji tiga kilogram di Kota Pontianak tidak ada penurunan. Bahkan faktanya untuk menghadapi idul adha ada tambahan kuota hingga Minggu pertama Agustus sekitar 164 ribu tabung tambahan khusus untuk Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah operasi pasar dilakukan saat ini memasuki tahap pengawasan. Seperti melakukan razia dan sidak ke tempat usaha. Ini akan dilakukan secara rutin agar tidak kecolongan lagi ke depannya. Hal ini dilakukan juga dengan berkoordinasi bersama Pemda setempat. Mengenai antrean yang terjadi ia menjelaskan karena Pertamina tengah melakukan penataan. Jika memang ada pangkalan yang melakukan kesalahan akan ditindak. Kemudian karena new normal yang bertepatan dengan idul adha sehingga permintaan meningkat.

Baca Juga :  Pertamina Tambah Stok 149.160 Tabung

Kemudian ditambah dengan berita-berita satu tempat antrean yang diekspos secara berlebihan. Sehingga muncul kepanikan di masyarakat. Iapun sebagai perwakilan Pertamina memastikan penyaluran gas tetap sama bahkan meningkat. Artinya tidak ada yang berubah namun karena masyarakat yang panik sehingga berakibat pada antrean.

Ia juga menjelaskan sesuai undang-undang berdasarkan peraturan menteri nomor 26 tahun 2009 tentang pendistribusian gas elpiji. Pertamina adalah badan usaha yang ditugasi. Tapi untuk pengawasan di lapangan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Jadi jika dikhawatirkan ada penyalahgunaan. Diminta untuk ada pengawasan bersama antara Pertamina dan pemerintah. “Kami juga membutuhkan peran serta dari masyarakat dalam proses pendistribusian gas elpiji tiga kilogram ini,” katanya. Karena Pertamina menyalurkan berdasarkan kuota yang diberikan Dirjen Migas. Biasanya pada akhir tahun dihitung kemudian awal tahun keluar. Berapapun yang keluar itulah yang didistribusikan Pertamina. Proses pengawasan di lapangan dibantu Pemda setempat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana menambahkan, sampai saat ini tabung gas yang ditemukan saat sidak sebanyak 114 tabung. Ini didapatkan dari rumah makan dan warung kopi.  Dari informasin yang didapat petugas Pol PP saat razia, mereka ini memang membeli kepada orang yang ngambil dan menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Ini tidak boleh dan sudah ditarik. Kemudian ditukar oleh Pertamina dengan tabung gas 5,5 kilogram.

Apabila kejadian ini berulang, akan dikenakan perda tibum. Hingga denda paksa. Kalau sekarang mereka diberikan pembinaan sementara dan diminta untuk menukar dengan tabung 5,5 kilogram. “Kita telah menjadwalkan dan terus akan melakukan penertiban bersama tim terkait. Sehingga untuk usaha akan ditinjau dari segi perizinan dan lainnya. Saya minta kepada semua pelaku usaha untuk mentaati ketentuan tidak menggunakan gas elpiji tiga kilogram, karena jika melakukan berarti telah mengambil hak orang miskin,” tegasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/