alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Tangkal Karhutla, Siagakan Posko Terpadu

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta jajaran lurah dan camat untuk waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan. Itu ia katakan sebagai atensi usai kejadian karhutla di Jalan Sepakat II Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara, belum lama ini. “Saya minta para lurah dan camat untuk waspada dan lakukan langkah antisipasi, jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan terutama di wilayah lahan gambut yang rentan seperti di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara dan sebagian Utara,” ujarnya saat menyampaikan arahan kepada lurah dan camat di halaman Kantor Lurah Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (4/8).

Menurut Edi, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya, sekitar 99 persen lahan tersebut sengaja dibakar untuk membuka lahan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, baik dalam skala kecil maupun besar. Pembakaran lahan memberikan dampak yang luas dan merugikan orang banyak akibat asap yang ditimbulkan.  “Apalagi karhutla yang terjadi di lahan gambut akan lebih mudah dan cepat merembet,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ternyata Pencaci Gubernur Masih Berstatus Pelajar SMA dan Di Bawah Umur

Sebagai langkah antisipasi, perlu dibentuk posko karhutla di tingkat RT dan RW dalam mengawasi lahan-lahan yang rentan terjadi karhutla. Sehingga jika terjadi karhutla akan cepat terdeteksi dan dilakukan tindakan pemadaman supaya tidak semakin meluas. “Kita wanti-wanti karena ancamannya pidana jika ada warga yang sengaja membakar, maka akan diproses secara hukum,” sebutnya.

Komandan Kodim (Dandim) 1207/BS Pontianak, Kolonel Inf Jajang Kurniawan menerangkan, sebagai upaya antisipasi karhutla, pihaknya mengoptimalkan posko terpadu sebagai sarana pengendalian. Bersama masyarakat dan yayasan pemadam kebakaran, pihaknya mengorganisir secara terpadu dalam penanganan karhutla. “Sehingga lebih efektif, efisien dan tepat sasaran,” terangnya.

Sementara untuk pengawasan di lapangan, Babinsa bekerjasama dengan relawan yang ada termasuk yayasan pemadam kebakaran, kelurahan, RT dan RW mendeteksi dini karhutla di wilayahnya masing-masing.  “Apabila eskalasi semakin meningkat maka akan ada peningkatan jumlah personil lebih lanjut,” tutupnya.(iza)

PONTIANAK-Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta jajaran lurah dan camat untuk waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan. Itu ia katakan sebagai atensi usai kejadian karhutla di Jalan Sepakat II Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara, belum lama ini. “Saya minta para lurah dan camat untuk waspada dan lakukan langkah antisipasi, jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan terutama di wilayah lahan gambut yang rentan seperti di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara dan sebagian Utara,” ujarnya saat menyampaikan arahan kepada lurah dan camat di halaman Kantor Lurah Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu (4/8).

Menurut Edi, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya, sekitar 99 persen lahan tersebut sengaja dibakar untuk membuka lahan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, baik dalam skala kecil maupun besar. Pembakaran lahan memberikan dampak yang luas dan merugikan orang banyak akibat asap yang ditimbulkan.  “Apalagi karhutla yang terjadi di lahan gambut akan lebih mudah dan cepat merembet,” ungkapnya.

Baca Juga :  Padam Setelah Lima Hari, Pemadam Lega

Sebagai langkah antisipasi, perlu dibentuk posko karhutla di tingkat RT dan RW dalam mengawasi lahan-lahan yang rentan terjadi karhutla. Sehingga jika terjadi karhutla akan cepat terdeteksi dan dilakukan tindakan pemadaman supaya tidak semakin meluas. “Kita wanti-wanti karena ancamannya pidana jika ada warga yang sengaja membakar, maka akan diproses secara hukum,” sebutnya.

Komandan Kodim (Dandim) 1207/BS Pontianak, Kolonel Inf Jajang Kurniawan menerangkan, sebagai upaya antisipasi karhutla, pihaknya mengoptimalkan posko terpadu sebagai sarana pengendalian. Bersama masyarakat dan yayasan pemadam kebakaran, pihaknya mengorganisir secara terpadu dalam penanganan karhutla. “Sehingga lebih efektif, efisien dan tepat sasaran,” terangnya.

Sementara untuk pengawasan di lapangan, Babinsa bekerjasama dengan relawan yang ada termasuk yayasan pemadam kebakaran, kelurahan, RT dan RW mendeteksi dini karhutla di wilayahnya masing-masing.  “Apabila eskalasi semakin meningkat maka akan ada peningkatan jumlah personil lebih lanjut,” tutupnya.(iza)

Most Read

Daud Yordan Pimpin KONI Kayong Utara

Uang Bukan Alasan

Eks Pekerja Hotel Tuntut Hak

Artikel Terbaru

/