alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Titik Panas Meningkat

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengatakan  pantauan pada 8 Stasiun pengamatan BMKG Kalbar hingga saat ini menunjukkan masih rendahnya hujan yang terjadi di Kalbar. “Pada Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang tercatat telah 14 hari tidak hujan. Beberapa wilayah lainnya hari tanpa hujan lebih pendek, namun sejak terjadinya hujan ekstrem di sebagian besar wilayah Kalbar tanggal 13 – 14 Juli 2021, tercatat belum ada lagi hujan lebat pada wilayah yang cukup luas,” katanya Rabu (4/8).

Jumlah akumulasi titik panas harian di Kalbar, lanjut Nanang tercatat terus mengalami peningkatan sejak 18 Juli 2021 hingga saat ini. ” Monitoring data akumulasi titik panas tanggal 3 Agustus 2021 menunjukkan titik panas banyak terjadi di sejumlah kabupaten,” paparnya. Diprakirakan potensi mudah hingga sangat mudah  terjadi kebakaran hutan dan lahan masih akan berlangsung di beberapa wilayah di Kalbar hingga  7 Agustus 2021. Mulai 8 Agustus 2021 potensi karhutla di Kalbar dominan pada kategori Aman. Pola angin pada ketinggian 3.000 feet hari ini mengindikasikan potensi yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan di Kalbar bagian barat dan utara.  Diprakirakan 5 dan 6 Agustus 2021 masih berpotensi terjadi hujan, namun juga masih belum merata.

Baca Juga :  Update Cuaca Sebelum Melaut

“Diprakirakan terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Kalbar pada tanggal 7 – 9 Agustus 2021. Di periode selanjutnya diprakirakan hujan masih akan terus terjadi di Kalbar,” ungkap dia. Perlu diwaspadai setelah sekian lama tidak hujan dan banyaknya panas yang terjadi, akan mendukung proses konvektif yang kuat untuk pembentukan awan Cumulonimbus. Adanya awan Cumulonimbus ini perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan hujan yang disertai petir, angin kencang, putting beliung ataupun hujan es.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa memperbarui informasi dari media-media BMKG untuk antisipasi potensi akan terjadinya cuaca ekstrem. Sehubungan diprakirakan hingga 7 Agustus 2021 masih berpotensi mudah hingga sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalbar, maka masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktifitas pembakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Kiprah Kompol Jovan Memanusiakan Manusia, Jatuh Hati Pada Para Penyandang Disabilitas

Diprakirakan periode puncak pasang air laut di sekitar Kota Pontianak akan terjadi mulai 7 Agustus 2021. Untuk Wilayah Kendawangan, Ketapang diprakirakan sudah mulai maksimum pada 6 Agustus 2021. Pasang maksimum ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga 10 Agustus 2021, khususnya pada malam hari. Masyarakat di pesisir barat Kalbar hendaknya mewaspadai potensi terjadinya genangan, karena pada periode  7 – 10 Agustus 2021 tersebut diprakirakan juga mulai berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat. (mrd)

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengatakan  pantauan pada 8 Stasiun pengamatan BMKG Kalbar hingga saat ini menunjukkan masih rendahnya hujan yang terjadi di Kalbar. “Pada Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang tercatat telah 14 hari tidak hujan. Beberapa wilayah lainnya hari tanpa hujan lebih pendek, namun sejak terjadinya hujan ekstrem di sebagian besar wilayah Kalbar tanggal 13 – 14 Juli 2021, tercatat belum ada lagi hujan lebat pada wilayah yang cukup luas,” katanya Rabu (4/8).

Jumlah akumulasi titik panas harian di Kalbar, lanjut Nanang tercatat terus mengalami peningkatan sejak 18 Juli 2021 hingga saat ini. ” Monitoring data akumulasi titik panas tanggal 3 Agustus 2021 menunjukkan titik panas banyak terjadi di sejumlah kabupaten,” paparnya. Diprakirakan potensi mudah hingga sangat mudah  terjadi kebakaran hutan dan lahan masih akan berlangsung di beberapa wilayah di Kalbar hingga  7 Agustus 2021. Mulai 8 Agustus 2021 potensi karhutla di Kalbar dominan pada kategori Aman. Pola angin pada ketinggian 3.000 feet hari ini mengindikasikan potensi yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan di Kalbar bagian barat dan utara.  Diprakirakan 5 dan 6 Agustus 2021 masih berpotensi terjadi hujan, namun juga masih belum merata.

Baca Juga :  Pontianak Berpotensi Hujan Lebat dan Sambaran Petir

“Diprakirakan terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Kalbar pada tanggal 7 – 9 Agustus 2021. Di periode selanjutnya diprakirakan hujan masih akan terus terjadi di Kalbar,” ungkap dia. Perlu diwaspadai setelah sekian lama tidak hujan dan banyaknya panas yang terjadi, akan mendukung proses konvektif yang kuat untuk pembentukan awan Cumulonimbus. Adanya awan Cumulonimbus ini perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan hujan yang disertai petir, angin kencang, putting beliung ataupun hujan es.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa memperbarui informasi dari media-media BMKG untuk antisipasi potensi akan terjadinya cuaca ekstrem. Sehubungan diprakirakan hingga 7 Agustus 2021 masih berpotensi mudah hingga sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalbar, maka masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktifitas pembakaran hutan dan lahan.

Baca Juga :  Potensi Hujan Awal Maret

Diprakirakan periode puncak pasang air laut di sekitar Kota Pontianak akan terjadi mulai 7 Agustus 2021. Untuk Wilayah Kendawangan, Ketapang diprakirakan sudah mulai maksimum pada 6 Agustus 2021. Pasang maksimum ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga 10 Agustus 2021, khususnya pada malam hari. Masyarakat di pesisir barat Kalbar hendaknya mewaspadai potensi terjadinya genangan, karena pada periode  7 – 10 Agustus 2021 tersebut diprakirakan juga mulai berpotensi terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/