alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Cegah Stunting BKKBN Luncurkan Strategi Menyasar ke Hulu 

PONTIANAK-Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan dengan melakukan pendampingan calon pengantin (Catin), ibu hamil, pasca melahirkan dan bayi usia di bawah 2  tahun. Namun dapat dicegah melalui skrining, edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja calon pengantin dan calon Pasangan Usia Subur (PUS).

Ungkapan tersebut disampaikan Plt. Kepala Perwakilan BKKBN  Provinsi Kalimantan Barat melalui Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS PK), Hadirin ketika menyampaikan sambutan sekaligus membuka Workshop Pencegahan Stunting dari  Hulu bagi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Agama Kabupaten Kota se-Kalimantan  Barat di Aula Kencana  BKKBN Kalbar, belum lama ini.

Menurutnya, selama ini remaja banyak belum tahu dan memahami pentingnya  persiapan perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi dan persiapannya menjadi calon pengantin dan hamil.

Baca Juga :  Pemda Sekadau Terbantu Adanya Pelayanan KB DAS

Padahal persiapan tersebut sangat diperlukan untuk membekali remaja sebagai calon pengantin dan Pasangan Usia Subur, agar kelak kehamilannya sehat dan  bayi yang dilahirkan tidak stunting. Selain itu persiapan pengetahuan kesehatan reproduksi ini sekaligus untuk mencegah terjadinya kematian bayi dan ibu melahirkan.

Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara workshop, Elsi dalam laporannya mengatakan, sasaran kegiatan workshop ini adalah PKB dan penyuluh agama yang sehari-harinya memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan ini diikuti 35 peserta yang terdiri dari  PKB dan penyuluh agama dari  14 kabupaten Kota se-Kalimantan Barat, ditambah dengan Komunitas Klinik Nikah Pontianak (KLIK) dan Forum GenRe Kalimantan Barat.

Menurut Elsi, materi yang disampaikan meliputi, konvergensi pencegahan stunting,  strategi pencegahan stunting,  Pro-PN Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) dan pengenalan aplikasi Elsimil. Diharap nantinya peserta akan dapat mensosialisasikan pencegahan stunting dari hulu ini sampai di  tingkat desa, sehingga akan memberikan kontribusi bagi penurunan stunting di Kalbar.(iza)

Baca Juga :  Peringatan Hari Ibu 2019, Dorong Perempuan Berdaya di Segala Sektor

PONTIANAK-Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan dengan melakukan pendampingan calon pengantin (Catin), ibu hamil, pasca melahirkan dan bayi usia di bawah 2  tahun. Namun dapat dicegah melalui skrining, edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja calon pengantin dan calon Pasangan Usia Subur (PUS).

Ungkapan tersebut disampaikan Plt. Kepala Perwakilan BKKBN  Provinsi Kalimantan Barat melalui Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS PK), Hadirin ketika menyampaikan sambutan sekaligus membuka Workshop Pencegahan Stunting dari  Hulu bagi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Agama Kabupaten Kota se-Kalimantan  Barat di Aula Kencana  BKKBN Kalbar, belum lama ini.

Menurutnya, selama ini remaja banyak belum tahu dan memahami pentingnya  persiapan perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi dan persiapannya menjadi calon pengantin dan hamil.

Baca Juga :  Jelang MTQ Nasional, Kalbar Target Pertahankan Prestasi Lima Besar

Padahal persiapan tersebut sangat diperlukan untuk membekali remaja sebagai calon pengantin dan Pasangan Usia Subur, agar kelak kehamilannya sehat dan  bayi yang dilahirkan tidak stunting. Selain itu persiapan pengetahuan kesehatan reproduksi ini sekaligus untuk mencegah terjadinya kematian bayi dan ibu melahirkan.

Sementara itu Ketua Panitia penyelenggara workshop, Elsi dalam laporannya mengatakan, sasaran kegiatan workshop ini adalah PKB dan penyuluh agama yang sehari-harinya memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan ini diikuti 35 peserta yang terdiri dari  PKB dan penyuluh agama dari  14 kabupaten Kota se-Kalimantan Barat, ditambah dengan Komunitas Klinik Nikah Pontianak (KLIK) dan Forum GenRe Kalimantan Barat.

Menurut Elsi, materi yang disampaikan meliputi, konvergensi pencegahan stunting,  strategi pencegahan stunting,  Pro-PN Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) dan pengenalan aplikasi Elsimil. Diharap nantinya peserta akan dapat mensosialisasikan pencegahan stunting dari hulu ini sampai di  tingkat desa, sehingga akan memberikan kontribusi bagi penurunan stunting di Kalbar.(iza)

Baca Juga :  Pemda Sekadau Terbantu Adanya Pelayanan KB DAS

Most Read

Artikel Terbaru

/