alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pemerintah Terbitkan Aturan Penghentian Sementara Pembelajaran Tatap Muka

PONTIANAK – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Diskresiyang dimaksud adalah memperbolehkan satuan pendidikan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) sementara jika ditemukan kasus Covid-19.

Kebijakan itu didasari karena perkembangan kasus Covid-19 yang meningkat akhir-akhir ini.Terkait hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada seluruh satuan pendidikan yang ada di provinsi ini.

Kepala Disdikbud Kalbar, Rita Hastarita mengungkapkan, isi dari surat pemberitahuan itu memuat berbagai hal. Untuk penghentian sementara PTM di satuan pendidikan boleh dilakukan pada tiga hal. Pertama ketika rombongan belajar yang terdapat kasus konfirmasi Covid-19 apabila, terjadi kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak lima persen atau lebih.

Kedua ketika perserta didik terkonfirmasi Covid-19 apabila bukan merupakan kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di bawah lima persen. Lalu yang ketiga ketika peserta didik mengalami mengalami gejala Covid-19.

Baca Juga :  Uji Swab di RS Untan Bisa Percepat Pemutusan Covid di Pontianak

Untuk tiga poin tersebut lama waktu penghentian pembelajaran tatap muka akan berbeda-beda. Untuk poin pertama paling sedikit tujuh hari. Sementara untuk poin dua dan tiga paling sedikit lima hari.

“Proses pembelajaran pada rombongan belajar atau peserta didik yang dilakukan penghentian PTM seperti di atas dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan dalam surat pemberitahuan tersebut bahwa satuan pendidikan harus melaporkan kepada Disdikbud jika terdapat kasus konfirmasi Covid-19. Sementara penetapan kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan hasil surveilans epidemiologis dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 atau Dinas Kesehatan setempat.

Kemudian yang terakhir, satuan pendidikan harus melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan PTM untuk beberapa hal. Mulai dari memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Lalu pelaksanaan penemuan kasus aktif di satuan pendidikan baik melalui pelacakan kontak dari penemuan kasus aktif, survei berkala maupun notifikasi PeduliLindungi.

Baca Juga :  Udara Kalbar Paling Tak Sehat

Selanjutnya pelaksanaan survei perilaku kepatuhan terhadap prokes. “Termasuk percepatan vaksinasi Covid-19 lanjutan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Dan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai penerima vaksin Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar dalam seminggu terakhir dinilai masih cukup terkendali. Dimana kasus positif Covid-19 yang tercatat dalam sepekan totalnya ada sebanyak 68 kasus.

Yakni mulai dari tanggal 27 Juli ada tambahan empat empat kasus harian, lalu 28 Juli sebanyak 14 tambahan kasus, 29 Juli ada 8 tambahan kasus dan 30 Juli sebanyak 12 tambahan kasus. Kemudian pada 31 Juli ada delapan tambahan kasus, pada 1 Agustus ada tambahan sembilan kasus dan pada 2 Agustus terdapat 13 tambahan kasus. (bar)

PONTIANAK – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Diskresiyang dimaksud adalah memperbolehkan satuan pendidikan menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) sementara jika ditemukan kasus Covid-19.

Kebijakan itu didasari karena perkembangan kasus Covid-19 yang meningkat akhir-akhir ini.Terkait hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat (Kalbar) telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada seluruh satuan pendidikan yang ada di provinsi ini.

Kepala Disdikbud Kalbar, Rita Hastarita mengungkapkan, isi dari surat pemberitahuan itu memuat berbagai hal. Untuk penghentian sementara PTM di satuan pendidikan boleh dilakukan pada tiga hal. Pertama ketika rombongan belajar yang terdapat kasus konfirmasi Covid-19 apabila, terjadi kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak lima persen atau lebih.

Kedua ketika perserta didik terkonfirmasi Covid-19 apabila bukan merupakan kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di bawah lima persen. Lalu yang ketiga ketika peserta didik mengalami mengalami gejala Covid-19.

Baca Juga :  Sekolah Mesti Bentuk Satgas Covid-19

Untuk tiga poin tersebut lama waktu penghentian pembelajaran tatap muka akan berbeda-beda. Untuk poin pertama paling sedikit tujuh hari. Sementara untuk poin dua dan tiga paling sedikit lima hari.

“Proses pembelajaran pada rombongan belajar atau peserta didik yang dilakukan penghentian PTM seperti di atas dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan dalam surat pemberitahuan tersebut bahwa satuan pendidikan harus melaporkan kepada Disdikbud jika terdapat kasus konfirmasi Covid-19. Sementara penetapan kluster penularan Covid-19 di satuan pendidikan dan hasil surveilans epidemiologis dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 atau Dinas Kesehatan setempat.

Kemudian yang terakhir, satuan pendidikan harus melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan PTM untuk beberapa hal. Mulai dari memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Lalu pelaksanaan penemuan kasus aktif di satuan pendidikan baik melalui pelacakan kontak dari penemuan kasus aktif, survei berkala maupun notifikasi PeduliLindungi.

Baca Juga :  Harry Toledo; Bassist Menggagas Program Sumbang Beras

Selanjutnya pelaksanaan survei perilaku kepatuhan terhadap prokes. “Termasuk percepatan vaksinasi Covid-19 lanjutan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Dan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai penerima vaksin Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar dalam seminggu terakhir dinilai masih cukup terkendali. Dimana kasus positif Covid-19 yang tercatat dalam sepekan totalnya ada sebanyak 68 kasus.

Yakni mulai dari tanggal 27 Juli ada tambahan empat empat kasus harian, lalu 28 Juli sebanyak 14 tambahan kasus, 29 Juli ada 8 tambahan kasus dan 30 Juli sebanyak 12 tambahan kasus. Kemudian pada 31 Juli ada delapan tambahan kasus, pada 1 Agustus ada tambahan sembilan kasus dan pada 2 Agustus terdapat 13 tambahan kasus. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/