alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

95 Persen Ruang Terbuka Tertanam Pohon Pada 2022

Pemerintah Kota Pontianak terus mengupayakan peningkatan kualitas udara bersih. Salah satunya menciptakan udara bersih dengan memperbanyak pepohonan di ruang terbuka untuk dihijaukan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan secara umum partikel udara Kota Pontianak bersih. Karena sudah ada banyak pepohonan yang ada di kota. Akan tetapi dirinya terus mengupayakan memperbanyak pepohonan yang ditanam.  “Saya menargetkan pada 2022 mendatang 95 persen lahan terbuka kita sudah tertanam, terutama di badan jalan, ruang publik baik milik umum maupun masyarakat,” ucap Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kemarin.

Ia berharap bisa mewujudkan rencana tersebut sehingga ruang terbuka hijau semakin luas. Lalu bisa berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas udara. Karena untuk menjaga kualitas udara tetap bersih harus banyak menanam pohon.  Dirinya menyampaikan pemerintah Kota Pontianak akan terus mengupayakan bagaimana kualitas udara di Kota yang dipimpinnya tetap sehat. Upaya tersebut diantaranya adanya industri tetap harus mengikuti aturan dan tidak mencemari lingkungan. Kendaraan bermotor kata dia juga bisa menjadi penyebab kualitas udara menurun.

Baca Juga :  Kerumunan Bakal Dibubarkan Paksa

“Terlebih jika pembakaran tidak sempurna seperti mesin yang terjadi kerusakan sehingga menimbulkan gas buangan yang lebih besar,” ungkapnya. Disamping itu warga juga diharapkan tidak membakar sampah pada sembarang tempat karena partikel debu akan mempengaruhi kualitas udara. Lalu kendaraan yang sudah tua harus di jaga mesinnya supaya bagus.

Edi menyampaikan saat ini setiap minggu terus dilakukan penghijauan di beberapa titik yang masih bisa ditanam pohon. Kemudian dilanjutkan penataan kembali ruang terlantar, badan jalan, halaman rumah kosong. Sehingga bisa di isi dengan tanaman yang bermanfaat sebagai peneduh, pengarah maupun tanaman hias. Dikatakannya berdasarkan pengalaman pohon yang telah ditanam kemudian dimatikan karena dianggap mengganggu pandangan bangunan. Kemudian ada lagi yang menganggap melanggar fengsui. Sehingga hal ini harus diberikan pengertian kepada masyarakat tentang betapa pentingnya tanaman untuk kelangsungan peningkatan kualitas lingkungan. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus terus di upayakan. Seperti masih ada beberapa masyarakat yang kurang sadar dan mengerti tentang arti penghijauan dan keberadaan pohon,” tutupnya.(iza)

Pemerintah Kota Pontianak terus mengupayakan peningkatan kualitas udara bersih. Salah satunya menciptakan udara bersih dengan memperbanyak pepohonan di ruang terbuka untuk dihijaukan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan secara umum partikel udara Kota Pontianak bersih. Karena sudah ada banyak pepohonan yang ada di kota. Akan tetapi dirinya terus mengupayakan memperbanyak pepohonan yang ditanam.  “Saya menargetkan pada 2022 mendatang 95 persen lahan terbuka kita sudah tertanam, terutama di badan jalan, ruang publik baik milik umum maupun masyarakat,” ucap Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kemarin.

Ia berharap bisa mewujudkan rencana tersebut sehingga ruang terbuka hijau semakin luas. Lalu bisa berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas udara. Karena untuk menjaga kualitas udara tetap bersih harus banyak menanam pohon.  Dirinya menyampaikan pemerintah Kota Pontianak akan terus mengupayakan bagaimana kualitas udara di Kota yang dipimpinnya tetap sehat. Upaya tersebut diantaranya adanya industri tetap harus mengikuti aturan dan tidak mencemari lingkungan. Kendaraan bermotor kata dia juga bisa menjadi penyebab kualitas udara menurun.

Baca Juga :  KPP Pontianak Timur Apresiasi Wajib Pajak Lapor SPT e-Filing 

“Terlebih jika pembakaran tidak sempurna seperti mesin yang terjadi kerusakan sehingga menimbulkan gas buangan yang lebih besar,” ungkapnya. Disamping itu warga juga diharapkan tidak membakar sampah pada sembarang tempat karena partikel debu akan mempengaruhi kualitas udara. Lalu kendaraan yang sudah tua harus di jaga mesinnya supaya bagus.

Edi menyampaikan saat ini setiap minggu terus dilakukan penghijauan di beberapa titik yang masih bisa ditanam pohon. Kemudian dilanjutkan penataan kembali ruang terlantar, badan jalan, halaman rumah kosong. Sehingga bisa di isi dengan tanaman yang bermanfaat sebagai peneduh, pengarah maupun tanaman hias. Dikatakannya berdasarkan pengalaman pohon yang telah ditanam kemudian dimatikan karena dianggap mengganggu pandangan bangunan. Kemudian ada lagi yang menganggap melanggar fengsui. Sehingga hal ini harus diberikan pengertian kepada masyarakat tentang betapa pentingnya tanaman untuk kelangsungan peningkatan kualitas lingkungan. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus terus di upayakan. Seperti masih ada beberapa masyarakat yang kurang sadar dan mengerti tentang arti penghijauan dan keberadaan pohon,” tutupnya.(iza)

Most Read

Sakit Hati Dihina, Karsidi Dibunuh

Harga Merangkak Naik

Transaksi Capai 150 SPK

Warga Antre si Melon

Artikel Terbaru

/